I LOVE YOU ZAHRA

I LOVE YOU ZAHRA
58



bahkan bukan cuma itu semenjak hamil zahra lebih senang memakai daster di atas lutut tanpa lengan dan itu sangat menggoda di mata adrian dan perlu di ingat hanya di pakai di dalam kamar saja.


kalau zahra akan keluar kamar dia akan mengganti bajunya dan memakai kerudung.


seperti saat ini zahra memakai daster pendek tanpa lengan jiwa laki - laki adrian sangat tersiksa.


sudah beberapa bulan ini dia harus berpuasa karena masalah anak pertamanya dan kehamilan zahra yang lemah.


tapi akhir - akhir ini kalau setiap hari di suguhi dengan pemandangan seperti ini siapa yang akan tahan.


adrian pun membalas pelukan zahra,


" abi makasih ya, sudah sabar menghadapi tingkah ummi yang kadang suka kelewatan dan terima kasih selalu nurutin apa maunya ummi.. " kata zahra sambil tangannya bermain - main di dada adrian


" sama - sama ummi, abi akan melakukan apa pun untuk ummi dan anak - anak kita kelak.. "


adrian pun mengecup kening zahra


" ummi.. " panggil adrian


zahra pun melihat kearah adrian


" ummi abi pengen.. " bisik adrian


zahra yang mengerti keinginan suaminya itu pun mengiyakannya.


adrian tersenyum karena hari ini dia tidak perlu menahan hasratnya lagi.


adrian segera ******* bibir zahra dengan sangat lembut zahra pun membalasnya, sungguh sebenarnya dia juga sangat mengiginkannya.


entah kenapa akhir - akhir ini dia selalu ingin di sentuh adrian tapi dia tidak pernah berani untuk meminta dan hanya memendamnya seorang diri tapi sekarang dia juga akan mendapatkan apa yang diinginkannya itu.


adrian melakukannya dengan sangat hati - hati karena takut menyakiti bayi mereka.


cukup lama mereka saling melepas rindu, adrian mengecup kening zahra lalu ******* bibirnya.


" terima kasih sayang.. " bisik adrian


adrian pun menarik selimut dan menyelimuti tubuh mereka berdua, sore ini mereka sangat kelelahan tapi mereka merasa bahagia.


mereka tertidur sambil berpelukan.


 


☆ ☆ ☆ ☆ ☆ ☆ ☆


 


dari sisi arya


semenjak kepergian hamza arya merasa tambah bersalah jika dia melihat haikal putranya bersama tina, arya jadi merasakan rindu kepada hamza.


usia haikal dan hamza cuma beda 2 bulan kurang, haikal jauh lebih beruntung di banding dengan hamza.


di saat dia masih di dalam kandungan arya sudah memperhatikannya dan sampai sekarang kasih sayang itu malah semakin besar.


sedangkan hamza saat zahra hamil dia harus berjuang sendirian, hamza tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah tapi mereka selalu bahagia.


sampai adrian datang melengkapi kebahagian mereka, arya sangat menyesal andai dulu dia tidak tergoda dengan tina sudah pasti zahra dan hamza tidak akan mengalami semua ini.


pasti sekarang posisi haikal di tempati oleh hamza.


sejak kepergian hamza yang membuat luka besar di hati arya, dia sudah jarang di rumah dia akan berangkat pagi dan pulang larut malam.


bahkan arya tidak pulang sama sekali, tina yang merasakan perubahan arya pun merasa kesal.


pasalnya dia juga butuh perhatian dan kasih sayang arya, memang tina akui semenjak mereka menikah arya jarang sekali menyentuhnya tapi arya selalu berusaha untuk memberikannya.


tapi sekarang sudah hampir satu tahun arya seperti menjauh dari keluarganya.


tina yang tidak tahan pun mulai menjalin hubungan dengan teman kuliahnya dulu.


lebih tepatnya mantannya sewaktu kuliah dulu tina tidak sengaja bertemu dengan aldo di sebuah cafe.


semenjak pertemuannya waktu itu hubungan tina dan aldo semakin dekat bahkan mereka sudah melakukan hubungan terlarang.


tina sudah tidak perduli jika arya mengetahui hubungannya dengan aldo, saat ini tina sudah sangat jatuh cinta pada aldo dia sudah jatuh pada pesona aldo.


seperti hari ini mereka janjian untuk bertemu di sebuah hotel.


saat tina berjalan di lobi hotel tersebut arya keluar dari arah restoran dia habis rapat dengan kliennya.


kebetulan klien arya menginap di hotel ini,


arya melihat tina sedang berjalan sambil berpelukan dengan seorang laki - laki yang sama sekali arya tidak kenal.


arya pun memutuskan untuk mengikutinya, tina dan aldo masuk kedalam kamar hotel tersebut.


karena sudah tidak bisa menahan lagi mereka berdua pun langsung berolah raga.


sedangkan arya yang berada di depan pintu hotel itu binggung kenapa istrinya bisa berada disini bersama laki - laki lain.


awalnya pegawai itu tidak ingin memberikannya tapi setelah arya memberi tahukan kalau istrinya sedang di dalam dan sedang berselingkuh akhirnya pegawai itu mau membuka pintu kamar tina untuk arya.


setelah pintu terbuka arya dapat melihat tina dan seorang laki - laki sedang bermesraan.


saat mereka mendengar pintu di buka mereka kaget dan melihat ke arah pintu, tina yang mengetahui arya sedang melihat kearahnya segera mendorong tubuh aldo dan menarik selimut.


dia segera melilitkan selimut itu di tubuhnya.


tina mendekat kearah arya dengan wajah pucatnya.


" kakak sedang apa di sini.. ? " tanya tina gugup


" seharusnya aku yang bertanya seperti itu sedang apa kamu disini bersama laki - laki lain yang bukan suami kamu... "


" a.. aku... aku.. "


" pulang sekarang juga aku tunggu kamu di rumah.. " bentak arya


arya lalu pergi meninggalkan tina dan laki - laki itu yang masih mematung.


di perjalanan dia mengingat kejadian di hotel tadi rasanya seperti dejavu, cuma bedanya waktu itu zahra yang memergokinya sedang berhubungan dengan wanita lain.


dan kini dia merasakan apa yang zahra rasakan waktu itu, arya memacu mobilnya dengan sangat cepat.


dia segera memanggil pengasuh haikal dan menyuruhnya membawa haikal pergi berjalan - jalan.


" mbak tolong kamu bawa haikal ke taman bermain usahakan kamu nanti pulang sore, ini bawa uang ini buat kebutuhan haikal disana dan tolong jaga dia, jangan sampai dia kenapa - napa.. " perintah arya


haikal dan pengasuhnya pun pergi di antar oleh supir dia tidak ingin haikal melihat dirinya dan tina ribut.


tina sudah pulang kerumah dan langsung menuju kekamar dia melihat arya sudah duduk di samping tempat tidur sambil memandangnya.


tina segera bersujud di depan arya,


" kak aku mohon maafkan aku, aku khilaf kak.. " kata tina sambil terisak


" apa yang kurang dari aku.. ? " tanya arya tiba - tiba


" maksud kakak apa.. ? " tanya tina tidak mengerti


" apa yang kurang dari aku sampai kamu menghianati ku seperti ini, apa yang kamu dan haikal mau aku berikan. aku bekerja siang malam itu untuk kalian, tapi kenapa kamu melakukan ini sama aku.. " bentak arya


" kak.. apa kakak tahu apa yang kami butuhkan bukan saja materi tapi perhatian kakak juga, kakak memang selalu memperhatikan haikal tapi apa kakak memperhatikan aku juga, apa kakak ingat kapan kita melakukan hubungan layaknya suami istri, sudah lama kita tidak melakukannya dan jujur aku butuh itu, dan dia bisa memberikannya untuk ku.." teriak tina tidak mau kalah.


arya tertawa dan mulai mendekat kearah tina.


" jadi kamu hanya menginginkan tubuh kamu di jamah dan nikmati.. ok aku akan mengabulkannya.. "


arya pun menarik baju tina dengan kasar hingga sobek dia juga mulai ******* bibir tina dengan kasar.


tina yang tidak terima pun meronta - ronta dan berusaha untuk melawan.


tapi tenaga arya jauh lebih besar darinya,


hari ini untuk pertama kali nya arya memperlakukan tina dengan sangat kasar.


sampai tina merasa seluruh badannya hancur, bukannya menikmati tina malah menangis.


sedangkan arya sama sekali tidak perduli dengan kedaan tina saat ini.


" apa kamu merasa puas.. ? " tanya arya di sela - sela aktifitasnya


tina tidak menjawab dia hanya bisa menangis karena mendapat perlakuan seperti ini dari arya, dia tahu dia telah berbuat salah pada arya.


" apa kamu sudah puas sekarang atau kamu masih mau lagi.. " bisik arya setelah dia baru saja menyelesaikan urusannya.


" tidak kak cukup jangan melakukannya lagi.. " pinta tina sambil menangis


" ooh sudah cukup.. kenapa apa kamu sudah tidak punya tenaga lagi untuk melayani suami kamu ini.. apa tenaga kamu sudah habis oleh laki - laki itu, berapa kali kalian main.. dua kali tiga kali atau lebih.. " selidik arya


" tidak kak hari ini kami tidak melakukannya.. " jawab jujur tina


" kenapa apa karena aku melihat kalian jadi kalian sudah tidak bergairah lagi.. " tanya arya sambil setengah berteriak.


" bukan seperti itu kak.. "


sebelum tina menjawab arya sudah ******* kembali bibir tina dan arya pun kembali melakukan nya dengan kasar dan setelah merasa puas dengan apa yang di lakukannya arya segera bangun dan melangkah menuju kamar mandi.


meninggalkan tina yang masih menangis karena perlakuan arya, tidak butuh waktu lama bagi arya untuk membersihkan dirinya.


dia pun sudah rapi dia menghampiri tina yang masih menangis di atas tempat tidur.


" mulai hari ini aku menalak kamu dan surat perceraian akan aku urus melalui pengacara.. satu lagi haikal akan ikut dengan ku, aku tidak ingin dia melihat kelakuan ibunya yang seperti ini.. " arya pun meninggalkan tina yang masih mematung mendengar perkataannya.


tina yang mulai tersadar tidak mendapati arya di kamarnya dia pun segera mengejar arya keluar dan dia melihat arya sudah memasuki mobilnya dan mulai meninggalkan rumah mereka.


tina segera berlari kedalam kamar dia mengambil teleponnya dan mencoba menghubungi arya tapi sepertinya arya sudah mematikan teleponnya terlebih dahulu.


tina pun hanya bisa menangis seorang diri di dalam kamarnya