
seperti hari - hari kemarin sebelum sholat subuh zahra akan menghubungi arya, sudah beberapa kali zahra menghubunginya tapi masih belum tersambung juga, zahra melihat pesan semalam pun masih belum di baca arya.
zahra memutuskan untuk sholat dulu baru dia akan menghubungi arya lagi,setelah selesai sholat zahra menghubungi arya lagi dan hasilnya masih sama, lalu zahra mencoba mengirim pesan.
✉
arya
ya kamu dimana...??
✉
arya
ya apa kamu baik - baik saja...??
apa kamu sudah bangun jangan lupa sholat ya.
lama zahra menunggu balasan dari arya, akhirnya zahra memilih bersiap - siap. mungkin nanti arya akan menjemputnya seperti hari - hari biasa.
setelah sarapan zahra duduk di teras depan rumah sambil melihat ke arah gerbang, dia sedang menunggu arya datang menjemputnya tapi sudah lima belas menit dia menunggu arya belum datang juga.
akhirnya zahra menghubungi arya lagi
tut... tut... tut...
percobaan pertama gagal dia terus menghubunginya sampai panggilan ke empat baru panggilannya tersambung,
" assalam mualaikum ya, kamu dimana... apa kamu baik - baik saja..? "
" ... " tidak ada suara dari seberang sana
" ya.. kamu hari ini jemput aku kan...?? "
" ... " masih sama tidak ada jawaban
malah telfon zahra langsung di matikan sepihak
zahra kesal kenapa arya tidak menanggapi pertanyaannya, akhirnya zahra mengirimi arya pesan
✉
apa kamu sedang sibuk atau sedang marah sama aku sampai kamu tidak mau ngomong sama aku. ok nggak apa - apa, mungkin hari ini aku harus berangkat sendiri..
sampai jumpa di sekolahan..
zahra pun berangkat kesekolah tanpa menunggu arya lagi dengan menggunakan ojeg online, sesampainya di sekolahan dia tidak melihat mobil arya di parkiran.
zahra terus saja kepikiran dengan arya membuatnya tidak konsen belajar, dia sudah tidak sabar ingin cepat - cepat istirahat dan menemui arya.
bell istirahat pun berbunyi, kalau biasa pada jam istirahat pertama zahra akan ke mushola tapi sekarang berbeda dia ingin langsung menemui arya, sesampainya di depan kelas arya zahra tidak menemukan orang yang di carinya.
saat zahra berbalik akan meninggalkan kelas arya, zahra bertemu dengan dodi teman sekelas arya
" eeh, di maaf aku mau tanya kamu lihat arya nggak...?? "
" arya kan nggak masuk hari ini ra, memang kamu nggak tahu.. ? kamu kan pacarnya.. " jawab dodi
" ya kali kalau aku tahu, nggak mungkin juga aku nyariin dia kesini.. " jawab zahra sekenanya lalu pergi meninggalkan dodi.
☆ ☆ ☆ ☆ ☆ ☆
sementara itu di tempat arya, handphone milik arya terus saja berbunyi tapi pemiliknya masih setia di balik selimut tebal yang membungkusnya.
karin yang terbangun karena merasa terganggu dengan suara telfon itu pun mulai melihat siapa yang menghubungi arya pagi - pagi begini.
" assalam mualaikum ya, kamu dimana.. apa kamu baik - baik saja... ? "
"...."
" ya.. kamu hari ini jemput aku kan...?? "
karin yang kesal karena tahu siapa yang menghubungi arya langsung mematikan sambungan telfonnya.
tidak lama ada pesan masuk ke handphone arya, karin melihat sebentar siapa yang mengirimi arya pesan, setelah tahu pesan itu dari zahra karin pun tidak berniat membuka atau pun membalas pesannya.
karin menyimpan kembali handphone arya di meja dekat tempat tidurnya.
dia melihat ke arah arya dan mulai tidur lagi di sampingnya sambil memeluk arya, karin sangat mencintai arya, sampai - sampai dia rela memberikan mahkotanya kepada arya.
ya, arya adalah laki - laki pertama yang mengambil kesuciannya, dia tidak merasa menyesal karena aryalah yang sudah mengambilnya.
dia masih ingat waktu liburan ke jakarta dan dia tidak sengaja bertemu arya di arena balapan liar, dari situ karin mulai tertarik dengan arya.
dengan berbagai cara karin mulai mendekati arya, setelah liburan selesai karin kembali ke kota asalnya tapi dia masih sering berhubungan dengan arya.
tidak lama ayah karin ada pekerjaan ke jakarta, karin pun memaksa ikut. setelah sampai di jakarta karin menemui arya lagi, dia ingin mengungkapkan perasaannya pada arya.
karena dia sudah tidak tahan lagi untuk mengatakannya,
karin tidak menyangka kalau arya juga membalas perasaannya, saat itu karin sangat bahagia.
sudah hampir seminggu karin menjalin hubungan dengan arya, sampai pada suatu malam arya mengajaknya ke club, dia memesan ruangan vvip.
mereka disana bersenang - senang, arya pun memberanikan diri mengecup bibir karin, karin yang kaget dengan perlakuan arya hanya bisa membeku, arya terus mencumbunya dan menuntut minta di balas.
karin pun membalas kecupan hangat arya, karena terbawa suasana baik arya maupun karin sudah tidak bisa menahan diri lagi, mereka memutuskan untuk menyewa sebuah kamar yang ada di club ini.
setelah memasuki kamar arya pun mulai mengecup kembali bibir tipis karin dan malam itu arya berhasil mengambil satu - satu barang berharga milik karin.
☆ ☆ ☆ ☆ ☆
karin tersadar dari lamunannya ketika menyadari kalau arya sudah bangun, arya duduk menyenderkan kepalanya pada pembatas tempat tidur, dia terus memegangi kepalanya yang terasa sakit dan berat.
karin pun ikut duduk di samping arya, dia menyenderkan kepalanya di bahu arya. arya yang baru menyadari kehadiran karin sontak terkejut.
dia melihat keadaan karin yang hanya berbalut selimut tebal dan dia pun melihat ke arahnya sendiri dan menyadari bahwa dia pun sama kacaunya dengan karin.
" apa yang sudah kamu lakukan.. ?? " arya menaikan nada bicaranya pada karin
karin yang merasa heran dengan tingkah arya langsung memeluknya, berharap sikap arya berubah lembut lagi dengannya.
arya pun mengingat - ngingat kejadian semalam dimana dia banyak minum dan melakukannya lagi dengan karin.
padahal arya sudah berjanji pada dirinya sendiri dia tidak akan melakukan hal itu lagi demi zahra, tapi sekarang dia malah melakukan kesalahan yang sama.
arya mendorong tubuh karin dan mengacak - ngacak rambutnya, dia terlihat sangat frustasi. karin yang melihat arya seperti itu langsung menangis, dia merasa arya sudah tidak menginginkannya lagi setelah semua yang dia lakukan dengan arya selama ini.
arya yang melihat karin menangis merasa tidak tega dan memeluk karin, karin terus menangis di dekapan arya.
jam sudah menunjukan jam sembilan pagi tapi arya dan karin masih belum mau turun dari tempat tidur, arya merasa ini semua salah dan harus segera di selesaikan.
dia juga tidak ingin zahra tahu kalau dia sudah berbuat salah lagi.