I LOVE YOU ZAHRA

I LOVE YOU ZAHRA
44



zahra terbangun dari tidurnya dan dia mengingat hamza, zahra segera bersih - bersih lalu pergi menuju ruangan dimana hamza sedang di rawat.


zahra membuka pintu kamar hamza dengan sangat hati - hati kerena tidak ingin membangunkan hamza atau pun adrian.


dan setelah pintu terbuka dia melihat sebuah pemandangan yang tidak pernah dilihatnya.


zahra melihat adrian kini sedang tertidur di atas tempat tidur hamza sambil memeluk anaknya itu begitu pun dengan hamza yang sedang memeluk adrian.


sungguh zahra merasa tersentuh dengan sikap adrian terhadap anaknya hamza, zahra pun mendekat kearah hamza dan mengelus rambutnya.


" andai kami dulu tidak berpisah pasti yang tidur di samping hamza adalah arya, " batin zahra


zahra pun meninggalkan mereka dan segera masuk ke dalam kamar mandi.


adrian terbangun dan dia membenarkan posisi tidur hamza, semalam hamza rewel karena badannya panas lagi. hamza baru bisa tidur setelah adrian memeluk dan tidur di sampingnya.


adrian melihat jam baru pukul 2 pagi, adrian berniat untuk sholat tahajud saat dia baru mau membuka pintu kamar mandi, pintunya sudah lebih dahulu terbuka.


terlihat zahra keluar dari sana.


zahra kaget mendapati adrian telah berdiri di hadapannya.


" eh maaf aku enggak tahu kalau kamu ada di dalam.. " jelas adrian


" iya enggak apa - apa.. " zahra pun berjalan ke sebelah sisi hamza dan mengambil mukena serta sejadah disana.


sedangkan adrian sudah masuk ke kamar mandi saat adrian keluar dari kamar mandi dia melihat zahra sedang sholat di samping tempat tidur hamza.


adrian pun mengambil sejadah yang semalam dia pakai untuk sholat isya di ruangan itu.


adrian sholat tahajud di sisi lain zahra.


zahra yang sudah selesai sholat terlebih dahulu melihat kearah adrian, zahra tidak menyangka ternyata adrian juga suka sholat tahajud.


setelah berdoa zahra membaca al- Quran dari aplikasi yang ada di teleponnya.


begitupun dengan adrian dia mulai membaca al- Quran, adrian selalu membawanya kemana - kemana dia sengaja membeli yang ukurannya kecil sehingga memudahkan dirinya untuk memasukan al- Quran itu ke dalam kantong bajunya.


zahra menghentikan bacaanya dan mulai mendengarkan adrian, zahra tidak menyangka suara adrian sangat merdu dan halus.


zahra terbawa suasana, dia menikamati setiap alunan ayat - ayat suci yang sedang di baca adrian.


" andai aku bisa mendengar suara ini setiap hari, alangkah bahagianya, ya allah apa hamba bisa memiliki pendamping sebaik dan sesoleh adrian.. " batin zahra


tidak lama zahra pun tersadar


" ya allah apa yang aku pikirkan.. maafkan aku ya allah.. " batin zahra lagi


adrian duduk di sofa sedang zahra duduk di kursi dekat hamza.


mereka terdiam cukup lama dengan pemikirannya masing - masing sampai terdengar suara adzan subuh berkumandang.


adrian berjalan ke arah kamar mandi dan setelah adrian keluar baru zahra yang masuk ke kamar mandi.


zahra keluar dari kamar mandi dan melihat adrian belum memulai sholatnya.


" zah ayo siap - siap kita sholat subuh berjamaah.. " ajak adrian setelah zahra sudah keluar dari kamar mandi.


" iya.. " jawab zahra sambil tersenyum


zahra pun segara bersiap - siap dan mereka pun sholat berjamaah untuk pertama kalinya.


selesai sholat zahra memandangi tubuh adrian dari arah belakang.


" ya allah sungguh beruntung wanita yang akan menjadi pendampingnya kelak, aku berharap suatu saat aku juga bisa mendapatkan laki - laki seperti adrian.. " doa zahra


setelah selesai sholat adrian pamit kepada zahra untuk kembali keruangannya.


" zah aku mau keruangan ku dulu nanti kalau ada apa - apa kamu langsung hubungi aku saja.. " kata adrian sambil tersenyum


" iya silahkan.. "


sebelum pergi adrian pun mendekat kearah hamza terlebih dahulu dan dia pun mengecup kening hamza.


ada rasa bahagia di hati adrian, di sepanjang perjalaan ke ruangannya adrian tidak berhenti tersenyum.


dia mengingat momen dimana dia menjadi imam zahra untuk pertama kalinya dan adrian berharap dia akan selalu bisa menjadi imam untuk zahra.


jujur adrian sudah jatuh hati pada zahra saat mereka bertemu pertama kali, tapi sayang waktu itu zahra sudah menikah.


tapi sekarang zahra sudah sendiri dan adrian ingin segera mempersunting zahra apalagi adrian sudah sangat menyayangi hamza layaknya seorang ayah yang menyayangi anaknya sendiri.


adrian mengambil sebuah foto di meja kerja nya dia pandangi foto itu dalam - dalam.


" mudah - mudahan allah meridoinya, aku sudah tidak sabar untuk meminang mu zah.. " kata adrian sambil mengelus foto itu


foto mereka bertiga yang sedang tersenyum bahagia.


adrian sengaja memasang foto itu karena dia berharap zahra lah wanita yang akan selalu menjadi bidadari hatinya.


walaupun saat ini dia belum tahu perasaan zahra seperti apa kepadanya tapi dia akan berjuang untuk mendapat cinta dari wanitanya.


semoga saja zahra juga memiliki perasaan yang sama jadi dia bisa dengan mudah menyatakan perasaan nya.