I LOVE YOU ZAHRA

I LOVE YOU ZAHRA
41



setelah puas bermain adrian mengantar zahra dan hamza, awalnya zahra menolak tawaran adrian karena dia sendiri juga membawa mobil.


tapi karena adrian terus saja memaksa akhirnya zahra pun pasrah dan kini mereka pun mulai meninggalkan mall itu.


saking lelahnya hamza tertidur didalam mobil zahra mengelus rambut anaknya, setelah sampai di depan rumah zahra adrian meminta zahra untuk tidak turun dulu dari mobil.


adrian berjalan ke arah pintu sebelah zahra dan membukakan pintu untuk zahra, adrian mengambil hamza dari pangkuan zahra dan menggendongnya.


zahra membiarkannya dan mulai berjalan ke arah pintu rumah di ikuti oleh adrian.


zahra langsung menuju kamar hamza dan membukakan pintu untuk adrian, adrian pun masuk dan segera menidurkan hamza di kasurnya. dia mengusap kepala hamza dan mengecup keningnya sekilas.


zahra yang melihat perlakuan adrian pun sangat terharu, dia tidak menyangka adrian akan bersikap seperti itu terhadap hamza.


mereka pun meninggalkan kamar hamza dan berjalan ke arah ruang keluarga


sesampainya disana bi ani sudah menyiapkan minuman dan juga camilan.


zahra pun mempersilahkan adrian duduk,


" zah soal panggilan hamza terhadap ku, apa aku boleh meminta dia tetap memanggilku abi.. ? " tanya adrian setelah mereka duduk


zahra terdiam dan binggung harus bagai mana.


" zah jujur entah kenapa aku merasa senang kalau hamza memanggilku seperti itu.. " tambah adrian


" tapi apa tidak apa - apa, bagai mana tanggapan keluarga mu, mungkin istri atau kekasih mu nanti juga akan menyangka yang tidak - tidak terhadap kamu.. " jawab zahra


" keluarga ku pasti akan mengerti dan soal istri atau pun kekasih aku tidak memiliki keduanya, jadi kamu tidak perlu khawatir.. aku mohon za, biarkan hamza memanggil ku abi, dan ijinkan aku juga untuk setiap saat bisa bertemu dengannya.. " pinta adrian


setelah mendengar penjelasan adrian zahra pun mengiyakan keinginan adrian tersebut.


cukup lama mereka mengobrol dan akhirnya adrian berpamitan untuk pulang.


sepulang adrian zahra masuk kedalam kamar hamza, dia pandangi wajah malaikat kecilnya sambil mengelus rambut hamza.


" maafkan ummi nak, ummi belum bisa memberi tahu kamu tentang abi.. " zahra kemudian mengecup kening hamza dan ikut berbaring di sampingnya.


 


☆ ☆ ☆ ☆ ☆ ☆


 


kini hubungan hamza dan adrian semakin dekat, adrian sangat menyayangi hamza seperti anaknya sendiri.


setiap ada waktu luang adrian selalu habiskan bersama hamza, baik di rumah zahra atau pun bermain di taman bermain.


seperti hari ini karena sekarang tanggal merah adrian sengaja mengajak zahra dan hamza berjalan - jalan.


adrian akan mengajak mereka ke taman matahari.


jam 7 pagi adrian sudah menjemput zahra di rumahnya, sebelum berangkat zahra meminta adrian untuk sarapan bersama mereka.


tidak butuh waktu lama kini mereka sudah berada di tempat wisata itu, setelah memarkirkan mobil adrian menggendong hamza dan berjalan beriringan dengan zahra.


bagi yang tidak mengetahuinya mereka terlihat seperti sebuah keluarga mereka tertawa dan bermain bersama.


hamza melihat ada komedi putar dan ingin menaikinya, zahra pun mengijinkannya. adrian dan zahra melihat hamza di sisi lain komedi putar itu.


setelah selesai adrian membawa hamza menaiki kuda, mereka bertiga menaiki kuda, hamza bersama adrian sedangkan zahra sendiri mereka mengitari taman wisata itu.


" abi abang pengen naik mobil beruang itu.. " rengek hamza setelah mereka selesai menaiki kuda.


" boleh kita kesana ya... " kata adrian sambil berjalan ke arah kerumunan orang yang sedang menunggu gilaran untuk menaiki mobil wisata itu.


mereka bertiga pun sangat senang, hamza yang duduk di pangkuan adrian tidak berhenti bercerita.


tidak jauh dari permainan sepeda air itu ada sepasang mata yang sedang memperhatikan kebersamaan mereka.


dia terlihat bahagia sekaligus sedih, seharusnya yang berada di tempat laki - laki itu adalah dirinya dan anak yang sedang duduk di pangkuan laki - laki itu adalah anaknya dan zahra.


ya laki - laki itu adalah arya, kemarin arya melihat brosur tentang tempat wisata ini dan berencana mengajak haikal kesini dan sekarang dia dapat melihat orang yang selama ini di rindukannya sedang tertawa bahagia bersama laki - laki lain.


setelah puas bermain sepeda air hamza meminta adrian membelikan es cream.


" abi abang pengen beli es cream.. " rengek hamza


adrian pun menuruti keinginan hamza dan mengajaknya membeli es cream sedangkan zahra menunggu dan mulai menyiapkan makanan yang tadi sempat dia bawa dari rumah.


zahra juga menyewa sebuah tikar untuk nantinya mereka duduki, ketika zahra sedang membereskan makanannya tiba - tiba zahra melihat sepasang kaki yang sedang berdiri di hadapannya.


zahra pun melihat ke arah pemilik kaki itu dan zahra sangat terkejut setelah mengetahui siapa pemiliknya.


" arya.. " bisik zahra tapi masih bisa di dengar oleh arya.


arya tersenyum bahagia ke arah zahra.


" akhirnya ra aku bisa bertemu lagi sama kamu.. tiga tahun ra aku sangat merindukan mu.. " kata arya sambil mendekat ke arah zahra.


zahra pun langsung berdiri, arya mencoba memegang tangan zahra tapi zahra segera menepisnya.


zahra tidak menyangka akan bertemu arya secepat ini jujur dia masih belum siap bertemu dengan arya, dia juga belum siap mengatakan kalau mereka telah memiliki seorang putra.


" sayang, aku minta maaf sama kamu, aku tahu waktu itu aku salah.. aku khilaf ra dan selama kamu pergi hidup ku terasa hampa.. " kata arya sambil terisak


zahra pun mencoba menahan air matanya agar tidak jatuh.


" aku sudah memaafkan kamu, tapi aku belum bisa percaya sepenuhnya sama kamu.. "


dan saat itu hamza memanggilnya.


" ummi.. abang sama abi cariin ummi, abang pikir ummi hilang... " kata hamza polos


zahra pun langsung memeluk hamza dan menitikan air mata, zahra merasa takut kalau arya akan mengetahui hamza adalah anaknya.


adrian yang melihat itu merasa heran dengan sikap zahra dan setelah di perhatikan ternyata disamping zahra berdiri seorang laki - laki yang sangat di kenalnya ' arya '.


kini adrian mengerti kenapa zahra menangis seperti itu, adrian pun mendekat kearah mereka.


" sayang kamu bikin kami khawatir terutama abang, dia pikir ummi nya hilang.. " kata adrian sambil mengelus rambut hamza.


zahra pun melihat kearah adrian,


" ummi abang lapar, abi ayoo kita makan.. " ajak hamza sambil menarik tangan zahra dan adrian.


arya yang melihat itu merasa dadanya sangat sesak, zahra kembali duduk di tikar yang sudah di sewanya.


sedangkan arya memilih pergi meninggalkan mereka, tapi dia masih melihat zahra dari kejauhan.


arya melihat ke arah laki - laki yang sedang bersama zahra, lelaki itu sangat beruntung bisa mendapatkan zahra.


zahra pun mulai makan makanan yang sudah disiapkannya sesekali dia menyuapi hamza.


" zah soal perkataan aku tadi, aku minta maaf kalau kamu tidak nyaman dengan panggilan itu.. aku tidak ada maksud lain, aku tidak ingin dia terus mengganggu kamu.. " jelas adrian


" ya tidak apa - apa aku mengerti kok dan terima kasih karena kamu sudah menolongku barusan.. " jawab zahra sambil tersenyum