
kini seluruh keluarga zahra dan adrian sudah berada di rumah sakit, adrian dan zahra di panggil keruangan dokter kiki.
" ada apa ki.. hamza baik - baik saja kan.. ? " tanya zahra setelah duduk di hadapan kiki
" hamza baik - baik saja, saya memanggil kalian mau mebicarakan tes yang sudah kalian lakukan dan hasilnya sudah keluar.. " jelas dokter kiki
" apa hasilnya bagus, siapa dia antara kami yang bisa mendonorkan sumsum tulang belakangnya.. ? " tanya adrian antusias
" saya akan menyampaikan dua kabar sekaligus, kabar baik dan kabar buruk.. kalian mau mendengar kabar apa dulu.. ? " tanya dokter kiki
" kami ingin mendengar kabar baiknya terlebih dahulu.. " kata zahra tidak kalah antusias
" kabar baiknya dokter zahra kini sedang hamil dan usia kehamilannya baru memasuki 3 minggu.. "
adrian dan zahra saling berpandangan mereka tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.
" apa ki aku hamil.. ? " tanya zahra meyakinkan.
" iya kamu sedang hamil selamat ya, kamu akan kembali menjadi seorang ibu dan untuk kondisi kamu lebih lanjut sebaiknya kamu periksakan kehamilan kamu ke dokter kandungan.. " jelas dokter kiki
adrian merasa sangat bahagia, dia memeluk zahra dan mengecup keningnya sekilas tidak terasa air matanya keluar, ini adalah air mata kebahagian.
" terima kasih sayang kamu sudah memberikan kebahagian untuk ku.. kini keluarga kita akan semakin lengkap dengan hadirnya calon buah hati kita.. " adrian pun mengecup kening zahra lagi
" lalu kabar buruknya apa dok.. " tanya adrian
dokter kiki mengambil napas kasar dia pun mulai menyampaikan kabar buruknya.
" dan kabar buruknya.. " dokter kiki menjeda perkataannya dan melihat kearah adrian dan zahra
" kabar buruknya sumsum tulang kalian tidak ada yang cocok dengan hamza.. "
bagai tersambar petir adrian dan zahra merasa sangat kecewa, mereka berharap salah satu dari mereka bisa mendonorkan sumsum tulangnya untuk putra mereka.
di sepanjang perjalanan menuju ke kamar hamza zahra tidak henti - hentinya menangis, setelah sampai di dalam kamar hamza mereka sudah di sambut oleh banyak pertanyaan dari keluarga mereka.
" bagaimana nak hasilnya.. ? " tanya papah bagas
" di antara kami berdua tidak ada yang cocok pah.. " jelas adrian
semua orang yang berada di ruangan itu pun merasa sangat kecewa.
" kamu tenang saja abang akan ikut tes dan mudah - mudahan sumsum tulang abang cocok dengan hamza.. " kata zaki sambil memeluk adiknya itu
" terima kasih bang.. " jawab zahra
" ya kami juga akan ikut tes itu siapa tahu salah satu dari kami ada yang cocok.. " jelas papah bagas
" terima kasih pah.. dan ada satu lagi kabar yang ingin saya sampaikan.. " kata adrian
semua orang melihat kearah adrian
" kita akan kedatangan anggota baru di keluarga ini.. zahra saat ini sedang mengandung dan usia kandungannya sudah memasuki tiga minggu.. " jelas adrian.
semua orang yang ada di ruangan itu melihat ke arah zahra, mereka kini sangat bahagia, mamah ayu mendekat ke arah zahra dan memeluk serta mengecup keningnya.
" selamat ya sayang.. dan terima kasih kamu sudah memberikan kebahagian yang cukup besar kepada keluarga kami.. " mamah ayu pun mulai menitikan air matanya.
zahra menghapus air mata mamah ayu dan tersenyum ke arahnya
" bukan akan sayang, mamah memang sudah menjadi nenek dan sekarang mamah akan mendapatkan kembali cucu ke dua mamah.. mamah sangat senang dan bahagia, kamu tahu cucu pertama mamah dia adalah hamza dan mamah sudah menganggapnya sebagai cucu mamah sendiri.. " jelas mamah ayu
zahra pun mulai menangis dan memeluk mamah ayu, zahra tahu keluarga adrian sangat menyayangi putranya hamza, hamza adalah cucu kesayangan mereka dan zahra merasa bersyukur atas hal itu.
" terima kasih mah.. " kata zahra
sudah seminggu hamza di rawat di rumah sakit tapi masih belum juga ada perubahan, bahkan semua anggota keluarga sudah melakukan serangkaian tes dan tidak ada yang cocok dengan hamza.
dokter kiki yang mengetahui kehidupan zahra menyarankan agar ayah kandung hamza ikut juga melakukan tes kemungkinan besar ayah kandungnya bisa cocok dengan hamza.
zahra dan adrian merasa sangat binggung pasalnya arya tidak mengetahui keberadaan hamza selama ini.
tapi sekarang hamza sangat butuh ayahnya itu,
setelah berunding dengan keluarga yang lain akhirnya mereka sepakat akan menemui arya dan memberitahukan semuanya.
hanya adrian dan zaki yang akan pergi menemui arya, sedangkan zahra tidak memungkinkan untuk ikut karena keadaannya yang sedang hamil, adrian maupun keluarga yang lain tidak ingin zahra dan calon bayinya kenapa - napa.
adrian dan zaki pun berangkat menuju jakarta, setelah menempuh perjalanan selama dua jam lebih akhirnya mereka sampai di depan sebuah gedung yang sangat tinggi.
adrian dan zaki pun mulai berjalan kearah resepsionis
" permisi mbak apa pak arya ada.. ? " tanya zaki setelah sampai di depan meja resepsionis.
" apa bapak sebelumnya sudah membuat janji dengan pak arya.. ? " tanya nita nama yang tertera di baju resepsionis itu.
" kami belum membuat janji, bisa tolong kasih tahu pak arya kami ingin menemuinya bilang ini penting dan menyangkut zahra.. " pinta zaki
zaki sengaja menyebut nama zahra agar arya mau menemui mereka, tidak lama nita pun menghubungi seseorang, setelah selesai berbicara dengan seseorang di balik telepon itu nita meminta security kantor untuk menemani adrian dan zaki ke ruangan arya.
sesampainya di ruangan arya security itu mengetuk pintu dan setelah terdengar suara dari dalam dia membukanya.
security itu pun pamit kepada arya, kini mereka bertiga sudah berada di satu ruangan, arya pun menyalami mantan kakak iparnya itu,
dan dia juga menyalami adrian, arya meminta mereka untuk duduk di sebuah sofa yang tersedia di ruangan ini. sedangkan arya berjalan kearah lain ruangan ini dan mengambil minuman dingin.
setelah mengambil minuman arya pun duduk berhadapan dengan mereka.
" ada apa abang kemari.. ? " tanya arya penasaran
" ini tentang zahra.. " jawab singkat zaki
" zahra.. ? ada apa dengannya.. ? " tanya arya penasaran,
" kami ingin menyampaikan hal penting sama kamu apa kamu ada waktu banyak.. ? " tanya zaki sebelum dia mulai bercerita
arya yang penasaran pun segera berdiri dan membuka pintu ruangannya, dia memanggil sekertarisnya dian.
" dian tolong rapatnya kamu batalkan dan saya ingin hari ini jadwal saya kamu kosongkan dan satu lagi jangan ada satu orang pun mengganggu saya termasuk telepon dari rumah.. " jelas arya tegas
" baik pak saya mengerti.. " jawab dian
arya pun kembali keruangannya dan menutup kembali pintunya
dia melangkahkan kaki dan mulai duduk kembali.
" silahkan bang zaki mau mengatakan apa.. " kata arya