I LOVE YOU ZAHRA

I LOVE YOU ZAHRA
11



arya pun mulai membuka suaranya


" rin gue minta maaf sama loe, mungkin gue berengsek, jujur gue nggak sadar sama apa yang sudah gue lakukan sama loe semalam.. loe pantas buat benci sama gue, mungkin loe juga nggak mau maafin gue, tapi jujur gue nggak bisa lanjutin hubungan kita ini.. gue udah nggak ngerasain apa - apa sama loe. hati gue cuma buat zahra, dia yang selalu ada di hati gue sekarang ini.. lebih baik kita akhiri saja hubungan kita dari pada kita sama - sama saling menyakiti.. " arya berusaha tidak memandang karin karena dia takut akan semakin menyakiti karin


karin yang mendengar perkataan arya bagai tersambar petir, bagai mana bisa arya lebih memilih wanita lain dari pada dirinya yang sudah banyak berkorban.


karin terus menangis, arya yang melihat itu merasa tidak tega dan langsung memeluk tubuh karin, setelah di rasa karin sudah cukup mulai tenang arya berniat untuk mengantarkan karin pulang.


tapi karin tidak mau dan ingin sendirian, arya pun mengabulkan keinginan karin walau pun ada rasa bersalah pada perempuan itu.


setelah arya meninggalkan karin dia menuju ke tempat parkir untuk mengambil mobilnya, di jalan dia memeriksa handphonenya dan banyak sekali telfon dan pesan dari zahra.


arya merasa bersalah pada zahra, dia pun berniat untuk tidak mengecewakan zahra lagi. cukup ini yang terakhir dia membuat zahra kecewa dan khawatir.


dia pulang kerumah dan arya berniat menjemput zahra sepulang sekolah nanti dan meminta maaf padanya.


entah sejak kapan arya mulai mencintai zahra dengan tulus, ya walau pun awalnya salah karena dia mendekati zahra karena taruhan, tapi berlama - lama di dekat zahra membuatnya nyaman dan damai.


zahra beda dengan perempuan yang lainnya, arya yang dulu jauh dari agama tapi semenjak kenal dengan zahra sekarang dia tidak pernah ketinggalan sholat.


tanpa sepengetahuan zahra, arya sudah terbiasa bangun subuh untuk melaksanakan sholat, bahkan sebelum zahra menghubunginya arya sudah selesai bersiap - siap.


dia juga sudah mulai belajar mengaji, dulu kalau dia di ajak zahra ke tempat kajian di enggan masuk dan hanya menunggu di parkiran saja, tapi dengan berjalannya waktu dia pun memberanikan diri masuk dan mengikuti kajian itu.


kalau pun dirumah sedang merasa jenuh arya akan menonton kajian di laptopnya yang terdapat banyak kajian online bertebaran.


arya merasa hidupnya jauh lebih baik semenjak kenal dengan zahra, pernah arya menyatakan perasaannya pada zahra dan dia hanya ingin mendengar zahra membalas ungakapan cinta arya, tapi bukan zahra namanya kalau dia mengatakannya.


zahra hanya bilang rasa cintanya tidak bisa dia berikan karena sudah milik allah semata, mungkin teman - teman satu sekolahnya sudah tahu mereka berpacaran.


tapi zahra tidak pernah mau jalan berdua dengan arya, terkecuali pulang dan berangkat kesekolah bahkan berpegangan tangan pun mereka tidak pernah lakukan.


zahra mengatakan kalau mereka bukan muhrim, gaya pacaran yang aneh memang tapi arya merasa nyaman dengannya dan sampai sekarang mereka masih bertahan.


 


☆ ☆ ☆ ☆ ☆


 


zahra yang sedang belajar merasa ada pesan masuk, dia diam - diam melihat handphonenya dan ternyata itu arya.



arya


ra nanti pulang sekolah gue jemput ya, loe tunggu saja di depan halte deket sekolah entar gue tunggu loe disana


zahra pun tersenyum dan membalas pesan dari arya



zahra


tidak terasa bell tanda berakhirnya pelajaran sudah berbunyi, zahra segera bergegas merapikan buku - bukunya dan memasukannya ke dalam tas.


dia pun mulai meninggalkan kelas dan menuju arah halte, disana dia melihat mobil arya, zahra pun langsung masuk kedalam.


" assalam mualaikum.. " sapa zahra sambil tersenyum


" waalaikum salam.. " arya pun membalas senyum zahra


mereka lalu meninggalkan area sekolah untuk bergegas pulang, seperti biasa sebelum pulang zahra dan arya mampir dulu ke masjid, karena sudah memasuki waktu sholat.


zahra sudah selesai sholat lebih dulu, dia memutuskan untuk menunggu arya di taman yang ada di area masjid ini tidak lupa zahra pun mengabari arya karena takut nanti arya akan mencarinya.


tidak lama arya pun menghampiri zahra, lama mereka terdiam sampai zahra buka suara.


" ya, kamu semalam kemana....?? kenapa pesan aku tidak di balas.. "


arya terdiam dia bingung harus jawab apa ke zahra, dia harus jujur atau sebaliknya.


"ya, kamu semalam nggak pergi ke club atau balapan liar lagikan.. ? " selidik zahra


arya yang mendapat pertanyaan itu sontak terkejut dia seperti seseorang yang hendak mencuri tapi keburu ketahuan sama pemilik rumahnya.


" hmmmm... itu semalam gue ketiduran ra, iya ketiduran.. semalem gue ngerasa kepala gue pusing jadi tidur cepat.. " arya tidak berani menatap zahra karena dia tidak mau merasa bersalah karena sudah membohonginya lagi


dalam hati arya hanya meminta maaf pada zahra karena tidak bisa mengatakan yang sebenarnya, dia takut kalau zahra sampai tahu kelakuan dia selama ini, zahra akan menjauhinya dan meninggalkan arya.


zahra merasa jawaban arya ada yang ganjil, dia merasa arya sudah menyembunyikan seseatu darinya, tapi dia sendiri tidak tahu apa yang sedang di sembunyikan oleh arya.


" terus perempuan yang kemaren ketemu di cafe itu siapa..?? bener dia pacar kamu..?? " selidik zahra, dia masih penasaran dengan sosok perempuan cantik yang menemui mereka kemarin


"..." tidak ada jawaban dari arya


lima menit zahra menunggu tapi arya masih belum juga menjawab pertanyaannya.


" kalau dia bener pacar kamu, dan kamu menyayangi dia, kamu bisa memilih dia dan melepaskan ku.. " ucap zahra


arya langsung melihat kearah zahra, dia tidak ingin kehilangan zahra sampai kapan pun.


" ra.... gue nggak mau kehilangan loe, orang yang gue sayang itu loe bukan dia, gue sama dia juga sudah berakhir.. " arya menjeda kalimatnya dia menarik napas " ... kemaren waktu kita ketemu dia di cafe gue emang sempet nemenin dia nonton, gue lupa kalau gue belum mutusin dia, sesuai dengan permintaan loe waktu itu sama gue.


.. gue udah mutusin semua cewek yang jadi pacar gue dan gue juga udah nggak deket - deket mereka lagi. tapi gue malah lupa sama karin, gue sama dia udah lama nggak berhubungan karena dia tinggal di luar kota tapi bener ra gue langsung mutusin dia kemaren, ya walaupun dia sedikit nggak terima awalnya tapi sekarang dia udah ngerti dan bisa nerima keputusan gue buat milih loe ra.. " jelas arya panjang lebar


ada sedikit rasa lega di hati arya walaupun dia tidak bisa berkata jujur dengan yang terjadi setelah kemarin arya dan karin pergi nonton.