
" ummi sini kita main.. ummi lihat kakek juga main sama abang, kata kakek abang mau di ajak pergi ketempat yang sangat indah.. " kata hamza sambil menunjuk ke arah pria paruh baya.
zahra melihat ke arah yang di tunjuk hamza dan zahra kaget sekaligus senang di hadapannya kini berdiri laki - laki yang selama ini sangat di rindukannya.
" ayah.. " bisik zahra yang mulai menangis
zahra pun berlari kearah ayahnya, dia langsung memeluk tubuh ayahnya. sungguh dia sangat merindukan pelukan ini.
" sayang kamu jangan nangis lagi ya, kamu harus menjaga bayi ini, ayah harap kamu jangan bersedih terus.. biar hamza ayah yang jaga dia akan lebih bahagia disini.. " kata ayah zahra sambil mengelus perut rata zahra.
" ayah mau bawa hamza kemana.. ? "
" tempat yang sangat indah dan dia juga tidak akan merasakan sakit lagi.. dan kamu harus ingat satu hal kamu harus belajar ikhlas.. "
ayah zahra pun mengecup kening zahra, hamza berlari kearah zahra dan meminta di gendong.
zahra pun menggendong tubuh mungil hamza.
" ummi harus janji sama abang ummi tidak boleh sedih atau nangis lagi, nanti abang juga ikutan sedih, abang sayang banget sama ummi dan abi.. " hamza pun mencium pipi zahra
" ummi juga sayang banget sama abang dan ummi janji enggak akan sedih lagi.. " kata zahra sambil mencium pipi gembil putranya itu
" abang ayo kita harus segera pergi.. " kata ayahnya zahra sambil mengulurkan tangan
hamza pun turun dari gendongan zahra dan menyambut tangan kakeknya itu, mereka berjalan beriringan sambil berpegangan tangan.
zahra dapat melihat kebahagian di wajah putranya itu, mereka terus saja berjalan ke arah cahaya putih yang ada di depan mereka.
sebelum mereka benar - benar menghilang hamza melambaikan tangannya kepada zahra dan akhirnya mereka benar - benar hilang.
zahra terbangun dari tidurnya dia melihat ke sekeliling dan tidak menemukan siapa pun,
" ternyata hanya mimpi.. " batin zahra.
zahra pun berusaha untuk bangun.
saat zahra hendak turun dari tempat tidur pintu terbuka dan zahra dapat melihat mertuanya berjalan kearah zahra.
" sayang kamu sudah bangun.. ? "
tanya mamah ayu mamahnya adrian
" sudah mah.. mah bagai mana operasi hamza.. ? "
" operasinya berjalan lancar sayang, sekarang kita berdoa saja semoga tubuh hamza dapat menerimanya.. "
" mah aku ingin ketemu sama hamza.. " pinta zahra jujur saja sekarang ini perasaannya sungguh tidak tenang apa lagi jika dia mengingat mimpinya barusan
" tapi kamu belum sehat benar sayang, tubuh kamu masih lemah.. "
" mah aku mohon.. setelah itu aku janji akan beristirahat... "
mamah ayu pun akhirnya mengijinkan zahra menemui hamza, tapi dengan syarat zahra harus memakai kursi roda.
saat sampai di koridor rumah sakit zahra melihat seluruh keluarganya sudah berkumpul, zahra juga melihat adrian sedang duduk di lantai dekat pintu ruangan hamza dan menyembunyikan wajahnya di antara tangan dan kakinya.
maya melihat adik iparnya itu dan mendekat dia pun memeluk tubuh zahra.
" ada apa ini.. ? " tanya zahra penasaran
adrian yang mendengar suara zahra langsung mengangkat kepalanya dan melihat ke arah zahra
zahra pun berdiri dari kursi roda dan berjalan kearah adrian, zahra melihat penampilan adrian sangat kacau dia seperti baru saja menangis.
" ada apa.. ? " tanya zahra sekali lagi sambil berjongkok di hadapan adrian
belum adrian menjawab pintu terbuka.
adrian segera berdiri dan bertanya keadaan putranya itu.
" bagai mana keadaan hamza ki.. ? " tanya adrian
dokter kiki pun menundukan kepalanya.
" maaf kan saya, kami sudah berusaha semampu kami tapi tuhan berkata lain.. allah lebih sayang sama hamza, sekarang dia sudah tidak merasakan sakit lagi... dia sudah bahagia di alam sana.. " jelas dokter kiki
adrian yang mendengar itu semua langsung berlari kearah kamar hamza dia peluk tubuh mungil putra kesayangannya itu.
" sayang abi mohon kamu bangun.. abi janji akan berikan apa pun keinginan abang.. abang tahu kan abang akan punya adik.. abang abi mohon bangun jangan bercanda seperti ini.. abi mohon.. " adrian terus saja menangis dan mengguncangkan tubuh putranya.
sedangkan zahra dia sudah terduduk lemas di lantai bunda zahra mendekat dan memeluk tubuh putri kesayangannya itu.
" aku harus lihat dia bun.. " zahra pun bangun sambil mengusap kasar air matanya yang terus saja jatuh
setelah masuk ke dalam kamar hamza dia dapat melihat adrian sedang memeluk tubuh hamza sambil menangis.
" bi... tolong bilang kalau ini semua nhgak benar.. "
tidak ada jawaban dari adrian, adrian hanya diam saja sambil menangis dan memeluk tubuh putranya itu.
" abi... hamza masih hidup dia akan baik - baik saja kenapa abi seperti ini.. lihat nanti dia ngerasa sesak.. " bentak zahra sambil menarik tangan adrian dari hamza.
" abang ini ummi nak, abang bangun sayang.. abang tahu ummi sudah punya rencana kalau abang sembuh nanti kita akan liburan ke disneyland.. abang ingin sekali pergi kesanakan.. "
" hiks... hiks.. abang bangunnnnn... " zahra pun berteriak histeris syifa dan maya segera memeluk tubuh zahra dan zahra pun ambruk seketika.
adrian yang melihat zahra pingsan langsung menggendongnya dan membawa kembali zahra keruangannya dia juga meminta suster yang sedang melintas untuk segera memanggil dokter gita.
tidak lama dokter gita pun datang dan mulai memerikasa zahra.
" gimana keadaannya.. ? " tanya adria panik
" dia hanya syok saja, dok.. saya ikut berbela sungkawa atas meninggalnya putra dokter adrian dan zahra.. kalian harus tabah dan lebih ikhlas lagi.. " kata dokter gita
" terima kasih.. "