I LOVE YOU ZAHRA

I LOVE YOU ZAHRA
39



dan sesekali kalau arya sedang merindukan zahra dia akan seharian berada di rumah ini, seperti hari ini dia sangat merindukan zahra,


zahra sudah meninggalkannya selama 3 tahun lebih.


tapi arya tidak tahu sekarang keadaan zahra, apa zahra sudah mendapatkan pendamping yang baru atau belum.


arya mengambil foto zahra dan dirinya sewaktu dulu mereka menikah, dia pandangi wajah zahra dan arya pun memeluk foto itu.


" ra aku sangat merindukan kamu, maafin aku ra.. ya allah tolong beri aku kesempatan sekali saja bertemu dengan zahra, aku ingin meminta maaf kepadanya.. aku sangat menyesal.. " kata arya yang mulai terisak


dada arya merasa sesak ketika dia mengingat kejadian di kantor waktu itu, ketika zahra melihatnya sedang berhubungan dengan tina.


arya tidak tahu kalau itu akan jadi pertemuan terakhirnya dengan zahra, bahkan saat sidang perceraian pun zahra tidak pernah hadir.


arya memang sekarang sudah menikah dengan tina, tapi arya tidak merasakan perasaan cinta terhadap tina tidak seperti terhadap diri zahra.


mungkin dari dulu arya memang tidak pernah mencintai tina tapi hanya nafsu belaka, arya pun tertidur di atas tempat tidur sambil memeluk foto dirinya dan zahra.


sampai tidak terasa waktu berjalan sangat cepat, arya pun terbangun dan melihat jam dan ternyata sekarang sudah pukul 2 siang.


arya pun memesan makanan dan setelah itu dia mencuci muka di kamar mandi.


sambil menunggu makanannya datang arya berjalan ke arah ruang tv dan mulai menonton tv.


tidak lama makanan arya pun datang, dia mulai memakannya. setelah selasai dia bangkit dan berjalan ke arah balkon kamar sambil membawa foto zahra.


" ra kamu dimana.. apa kamu sekarang sudah bahagia.. apa kamu sekarang sudah menemukan pengganti ku.. aku sangat merindukan mu.. " kata arya sambil melihat ke arah gedung - gedung bertingkat.


 


☆ ☆ ☆ ☆ ☆ ☆ ☆


 


setelah zahra berlibur selama dua hari bersama hamza kini zahra harus kembali lagi beraktifitas seperti biasanya.


zahra sudah sampai di rumah sakit tempatnya bekerja, sudah 3 tahun lebih dia bekerja disini zahra berjalan ke arah ruangannya dan di sepanjang jalan banyak suster atau dokter lain yang menyapanya ketika mereka berpapasan.


zahra pun mulai masuk keruangannya dan mulai berganti baju,


tok.. tok..tok..


" masuk.. " kata zahra


dan masuklah seorang suster dengan wajah paniknya.


" dokter itu pasien di kamar 401 mengalami kejang - kejang... " kata sang suster setelah membuka pintu ruangan zahra.


zahra pun berdiri dan mulai berjalan ke arah suster itu,


" ayo cepat kita segera kesana.. "


zahra dan suster itu pun mulai berlari ke arah ruangan yang di maksud, karena kurang hati - hati zahra tidak sengaja menabrak seseorang.


" maafkan saya pak, saya sedang terburu - buru.. " kata zahra


dan setelah melihat siapa yang sudah di tabraknya zahra merasa tidak percaya.


" adrian.. ? "


" zahra.. ? "


panggil mereka bersamaan, zahra yang teringat dengan pasiennya pun segera menyudahi pertemuan singkat itu.


"dri maaf saya harus segera pergi ada keadaan darurat nanti kita ketemu lagi.. " kata zahra sambil berlalu dan kembali berlari.


adrian tidak percaya dia dapat bertemu dengan zahra disini, setelah 3 tahun lebih dia tidak bertemu dengannya dan kini zahra sudah ada di hadapannya.


waktu pun berjalan dengan sangat cepat kini waktu jam makan siang zahra dan suster hana pun berjalan ke arah kantin rumah sakit.


mereka akan makan siang bersama.


" gimana kabar jagoan ku.. ? " tanya hana setelah mereka duduk di kursi kantin


" apa dia masih sering menanyakan tentang ayahnya.. ? " tanya hana lagi


hana adalah teman dekat zahra, mereka berkenalan saat pertama kali zahra bekerja di rumah sakit ini.


dan hana juga sudah mengetahui tentang kehidupan zahra.


zahra menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


zahra memang tidak pernah menceritakan siapa ayah dari anaknya, sekali pun hamza bertanya dia hanya akan menjawab kalau abinya sedang bekerja di luar kota.


dan dia akan mengerti tapi zahra tidak tahu sampai kapan dia akan bisa menutupi itu semua dari anaknya.


" oh iya zah kamu tahu enggak, saat kamu kemarin cuti rumah sakit kita kedatangan dokter baru dan aku dengar sih dia anak dari pemilik rumah sakit ini.. seisi rumah sakit sedang heboh membicarakannya.. " jelas hana


zahra tersenyum kearah hana.


" ya biarin aja kalau dia memang anak dari pemilik rumah sakit ini, bagus dong berarti dia mau memajukan rumah sakit ini kalau dia juga ikut kerja disini.. " jawab zahra


hana tahu zahra tidak akan pernah tertarik dengan hal semacam ini, dulu juga hana pernah mencoba memperkenalkan zahra dengan salah satu teman laki - lakinya.


tapi zahra selalu menolak dengan alasan ingin fokus ke pekerjaan dan anaknya hamza


dan hana pun tidak pernah memaksa zahra lagi.


setalah selesai makan mereka kembali bekerja, zahra berjalan ke ruangannya.


dia mendengar ada yang memanggil namanya dari arah belakang, zahra pun melihat ke arah belakang.


dan ternyata itu adrian, adrian mendekat ke arah zahra.


" kamu sibuk enggak.. ? " tanya adrian setelah sampai di depan zahra


" enggak terlalu, kenapa..? "


" aku boleh ngobrol sebentar sama kamu.. ? "


zahra pun mengiyakan ajakan adrian dan mereka berjalan ke arah taman rumah sakit ini.


setelah sampai di taman zahra dan adrian duduk di bangku yang sudah di sediakan.


lama mereka terdiam sampai mereka membuka suara


" kamu apa kabar.. ? " tanya mereka bersamaan


mareka pun saling melemparkan senyuman.


" ya sudah kamu duluan aja.. " kata mereka bersamaan lagi


adrian pun menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, begitu pula dengan zahra.


" aku baik.. " jawab mereka bersama - sama dan akhirnya tawa mereka pun pecah.


mereka merasa lucu kenapa kata - kata mereka selalu sama.


cukup lama mereka tertawa


" kamu kerja disini sudah lama zah.. ? " tanya adrian setelah menghentikan tawanya


" hhhmmm sudah 3 tahun lebih aku disini.. " jawab zahra


" kamu sendiri sedang apa disini.. ? " tanya zahra penasaran


" sama seperti kamu aku juga sekarang kerja disini, aku baru 2 hari bergabung di rumah sakit ini.. " jelas adrian


" tapi zah kenapa aku baru lihat kamu hari ini.. ? " tambah adrian


" ooh itu kemaren selama 2 hari aku ambil cuti, dokter juga butuh liburankan.. " jawab zahra sambil tersenyum


mereka pun mulai mengobrol dan bercerita tentang kehidupan mereka selama 3 tahun terakhir ini, tapi zahra tidak bercerita kalau dia sekarang sudah memiliki seorang anak.


menurut zahra hal itu tidak perlu di katakan toh adrian juga bukan siapa - siapa zahra hanya teman kerja.