
Hari ini seluruh kelas 12 ulangan, zahra tampak serius mengerjakan ulangannya karena ini penentuan masa depannya dan siswa - siswa yang lain.
tidak terasa hari pun cepat berlalu, zahra dan teman - temannya sudah selesai mengerjakan soal yang di berikan, mereka sekarang sedang berkumpul di area parkiran sekolah.
mereka sedang menunggu arya, rencananya hari ini mereka akan belajar bersama di rumah zahra.
tidak lama arya pun datang, dan mereka mulai pergi meninggalkan sekolah.
di perjalanan zahra meminta arya berhenti di supermarket, dia ingin membeli camilan untuk dirinya dan teman - temannya yang lain.
akhirnya mereka sudah sampai di rumah zahra, zahra mengajak meraka ke ruang keluarga.
setalah bertemu bunda dan meminta ijin untuk belajar bersama, zahra pamit untuk ke kamarnya.
di dalam kamar zahra, mengganti bajunya dengan baju rumahan gamis warna biru muda dan kerudung senada.
setelah selesai dia turun dan langsung menuju dapur, untuk membuat minum dan camilan untuk teman - temannya.
mereka pun mulai belajar bersama, arya yang melihat zahra sudah berganti pakaian terus saja mencuri - curi pandang ke arah zahra.
" ra, kamu sangat cantik.. walaupun kamu selalu memakai pakaian tertutup tapi tidak mengurangi nilai kecantikan kamu.. " batin arya
lalu arya ingat karin, karin yang selalu memakai baju - baju seksi dan memperlihatkan lekuk tubuhnya, sangat berbeda dengan zahra.
selama berpacaran dengan karin dia sudah pernah bahkan sering melihat tubuh karin, bahkan merasakannya pun arya sudah sering.
tiap mereka jalan - jalan tangan mereka tidak pernah lepas bahkan sampai berpelukan di tempat umum.
tapi dengan zahra selama dia berpacaran dengannya, jangankan berpelukan atau ciuman berpegangan tangan saja belum pernah.
padahal mereka sudah menjalin hubungan cukup lama, hampir satu tahun lebih kebersamaan arya dan zahra, tapi arya belum pernah menyentuh zahra seujung kuku pun.
dan itu menjadi nilai plus untuk zahra,
dia menyesal kenapa dulu sempat menyukai karin, dan malah melakukan kesalahan yang sangat besar.
dan sekarang dia terjebak dan harus bertanggung jawab atas semua perbuatannya itu. muka arya berubah muram, zahra yang melihat perubahan wajah arya pun langsung bertanya.
" kamu kenapa ya... ??"
arya yang mendapati zahra sedang melihat ke arahnya langsung tersenyum
" gue nggak apa - apa kok ra, mendingan kita lanjutin belajarnya lagi aja ya... " pinta arya
mereka pun mulai melanjutkan belajarnya.
tidak terasa waktu cepat berlalu acara belajarnya pun sudah selesai dari tadi, kerena sebentar lagi memasuki waktu sholat maghrib jadi arya dan teman - teman zahra yang lain memutuskan untuk menumpang sholat dulu di rumah zahra.
saat sedang mengobrol ada suara orang mengucap salam dari arah luar,
" assalam mualaikum... "
" waalaikum salam.. " jawab mereka bersamaan
tidak lama terlihat laki - laki dewasa, menggunakan kemeja dan sebuah jas ditangan kanannya.
zahra yang sadar akan kedatangan lelaki itu langsung berdiri dan mencium telapak tangannya, arya melihat itu dan bertanya - tanya siapa laki - laki itu.
kenapa zahra mau bersentuhan dengannya.
" abang tumben kesini... "
" memangnya abang enggak boleh pulang kerumah orang tua abang sendiri.. ?? "
ya laki - laki itu adalah azra, dia memang sudah lama sekali tidak datang kerumah ini, karena pekerjaannya yang sangat banyak dan kadang mengharuskan dia untuk keluar kota.
setalah zahra memperkenalkan azra kepada teman - temannya azra pun berpamitan untuk masuk kedalam menemui sang bunda.
setelah azra meninggalkan zahra dan teman - temannya, teman - teman zahra pun mulai mengobrol lagi arya baru melihat azra selama dia berhubungan dengan zahra dia sudah sering melihat ayah dan bunda zahra tapi azra dia tidak pernah melihatnya.
" ra, gue kok baru lihat abang loe sih di rumah ini... ? " tanya arya
" abang enggak tinggal disini, paling kali - kali dia pulang kesini itu pun pulang malem berangkat pagi - pagi sekali sebelum kamu jemput.. " jelas zahra
akhirnya setelah mereka selesai melaksanakan sholat maghrib arya dan teman - temannya pamit pulang kepada zahra dan kedua orang tuanya.
mereka pun mulai meninggalkan rumah zahra, setelah ke pulangan mereka zahra membersihkan kekacauan yang mereka buat tadi di ruang tv.
setelah selesai zahra ke kamarnya untuk siap - siap sholat isya karena sebentar lagi sudah waktunya.
¤ ¤ ¤ ¤ ¤
seminggu telah berlalu, kini kelas 12 pun telah selesai melaksanakan ujiannya, sekarang mereka tinggal menunggu hasilnya saja.
mereka berkumpul di kantin teman - teman arya pun ikut bergabung dengan zahra dan yang lain jadi semakin ramai saja meja itu.
mereka saling menanyakan akan meneruskan kemana setelah mereka lulus dari sini, nina dan vino yang akan meneruskan kuliah di luar negeri, lintang yang akan kuliah di bandung sedangkan arya dan zahra belum tahu akan kuliah dimana.
saat mereka sedang asyik mengobrol telepon arya berdering, arya hanya melihat siapa yang menelponnya tanpa berniat mengangkatnya.
zahra yang melihat itu pun menyuruh arya untuk mengangkatnya karena takut itu penting arya pun mau tidak mau menuruti permintaan zahra.
dia pun pamit sebentar untuk menerima panggilannya, sebenarnya dia malas karena tidak ada hal penting dan dia tahu pasti karin menyuruhnya untuk datang kerumahnya yang ada di surabaya.
ya yang menghubungi arya adalah karin, bukan sekarang saja karin menghubunginya, bahkan setiap hari karin selalu menghubunginya dan mengirimi dia pesan.
" assalam mualaikum... "
" ... "
" gue nggak tahu bisa kesana atau enggaknya.. gue lagi nunggu hasil ujian kemaren.. "
" ... "
" lihat entar aja, udah dulu ya gue lagi sibuk.. " arya langsung mematikan sambungan teleponnya tanpa menunggu yang di seberang sana bicara lagi.
dia tidak sabar menunggu anak karin lahir dan setelah anaknya lahir dia akan meninggalkannya dan melamar zahra itulah keinginan arya.
arya pun kembali bergabung bersama teman - temannya, mereka terus mengobrol, tapi tanpa arya sadari zahra terus saja memperhatikan arya.
dia merasa ada yang aneh dengan arya setelah menerima panggilan itu, sekarang dia terlihat sangat murung dan pendiam.
" kamu kenapa ya.. apa sedang ada masalah.. " selidik zahra
arya pun tersenyum kepada zahra, zahra selalu tahu keadaan arya tanpa harus arya beri tahu zahra terlalu peka dengan keadaan sekitar.
" gue nggak apa - apa kok.. loe tenang aja.. "
zahra yang melihat arya tersenyum langsung memalingkan wajahnya ke arah lain, ya selama mereka menjalin hubungan zahra hanya akan memandang arya tidak lebih dari tiga detik.
zahra sadar dia sudah salah berpacaran dengan arya, mungkin niat awalnya dia hanya ingin melihat arya berubah dia ingin mengajari arya dengan cara hal - hal kecil.
tapi sekarang setelah setahun lebih kebersamaannya dengan arya bohong kalau zahra juga tidak memiliki perasaan terhadap arya.
zahra memang tidak pernah menunjukan perasaannya kepada arya dan di setiap doanya zahra selalu menyebut nama arya dia berharap aryalah yang menjadi imamnya kelak.