
Hari berganti hari, minggu berganti minggu dan bulan pun berganti bulan.
hari ini hari yang di tunggu - tunggu oleh zahra dan adrian.
hari ini zahra akan melangsungkan akad nikah di rumahnya dan nanti resepsinya akan di laksanakan di sebuah hotel.
zahra sedang duduk memandangi dirinya di cermin dia sudah memakai baju pengantin berwarna putih serta kerudung dengan warna senada wajahnya juga sudah di rias.
zahra merasa sangat tegang, tidak lama dia mendengar iringan pengatin pria telah datang zahra melihat dari dalam kaca kamarnya.
dan tidak lama dia mendengar pintu kamarnya di buka, ternyata itu susan dan maya, kedua kakak iparnya itu akan menemani zahra selama akad berlangsung.
tidak lama zahra pun mendengar acara sudah dimulai, dia dapat mendengar suara zaki yang sekarang menjadi walinya dan,
deg
suara lantang dari adrian pun terdengar dia mengucapkan ijab kabul dengan satu kali tarikan nafas.
tidak lama zahra mendengar kata ' SAH ' dari para saksi dan tamu yang hadir.
susan dan maya pun membawa zahra untuk segera keluar dari kamarnya.
zahra menuruni setiap anak tangga dengan sangat hati - hati perasaannya kini bercampur menjadi satu.
adrian melihat zahra dia sangat terpesona dengan kecantikan wanita yang baru di nikahinya itu.
zahra pun mendekat ke arah adrian dan duduk di samping adrian, sebelum acara di lanjutkan adrian meminta waktu sebentar.
" maaf sebelumnya, tapi saya hanya ingin memberikan mahar yang di minta oleh zahra, zahra meminta saya untuk membaca surat ar - rahman setelah selesai akad, jadi sekarang saya akan membacakannya.. " jelas adrian
setelah di persilahkan adrian pun mulai membaca surat ar- rahman tersebut dengan suara yang sangat merdu dan halus.
zahra menitikan air matanya ketika mendengar suara mengaji adrian, setelah selesai acara pun berlanjut.
adrian memakaikan cincin di jari zahra dan begitu pun sebaliknya, zahra tidak langsung melepaskan tangan adrian dia mencium tangan adrian sangat lama sambil terus terisak.
dan setelah itu adrian memegang kedua pipi zahra dan mengecup keningnya, zahra pun tersenyum bahagia.
acara akad pun kini sudah selesai dan akan di lanjut nanti sore untuk acara resepsi para tamu undangan pun sudah pada pulang, tinggal keluarga zahra dan adrian yang masih ada di rumah itu.
mereka memutuskan untuk beristirahat sebentar, karena masih ada waktu sampai nanti sore untuk bersiap - siap.
zahra dan adrian pun masuk kedalam kamar zahra, setelah zahra masuk adrian segera menutup pintu kamar dan menguncinya.
dia memeluk zahra dari arah belakang,
zahra yang merasa kaget akan sikap adrian merasa sangat malu, karena ini kali pertama mereka melakukan kontak fisik.
" hari ini aku sangat bahagia, kamu tahu kenapa.. ? " tanya adrian
zahra hanya menggelengkan kepalanya,
" karena sekarang aku memiliki kamu dan hamza dalam hidupku.. " zahra pun tersenyum mendengar perkataan adrian.
" aku juga merasa sangat bahagia bisa menjadi bagian dalam hidup kamu.. " balas zahra
di saat mereka sedang berpelukan terdengar suara hamza yang tengah menangis sambil memanggil zahra.
zahra pun pamit untuk melihat hamza dan meninggalkan adrian di kamar.
zahra mendekat ke arah kamar hamza dan membuka pintunya.
" abang kenapa.. ? " tanya zahra setelah berada di sisi putranya itu.
" ini hamza ingin tidur siang sama kamu, tidak ingin sama orang lain.. " jelas maya.
zahra pun memeluk hamza dan mulai membaringkan tubuh mereka diatas tempat tidur.
" sekarang abang tidur dulu ya, nanti malam kita akan pergi ke pesta abang mau ikut.. ? " tanya zahra
" abang mau ikut ummi.. " jawab hamza
" ya sudah sekarang abang tidur ummi temani.. " zahra pun mengelus rambut hamza
tidak lama hamza pun sudah tertidur, setelah memastikan hamza sudah tertidur pulas zahra pun segera keluar dari kamar putranya itu dan kembali masuk ke kamarnya.
zahra pun segera ke kamar mandi dan mengganti bajunya dengan yang lebih santai.
dia memutuskan untuk turun kebawah menemani keluarganya disana.
di ruang kelurga zahra dapat melihat keluarganya dan keluarga adrian sedang berkumpul zahra pun mendekat dan duduk di antara mereka.
" loh sayang kamu enggak istirahat.. ? " tanya bunda zahra.
" zahra enggak ngantuk bun.. " jawab zahra
" terus adrian kemana.. ? " tanya ayah bagus
" adrian sedang tidur yah, kelihatannya dia sangat kelelahan.. " jawab zahra kepada mertuanya itu.
" gimana enggak ngantuk orang sudah dua hari ini dia begadang terus, apa lagi semalam dia sama sekali enggak tidur.. " jawab syifa
" memang apa yang dia lakukan sampai enggak tidur semalaman.. ? " tanya zahra penasaran
" ya kakak masa enggak tahu kak adrian itu merasa gugup dari semalam dia takut salah dalam mengucapkan ijab kabulnya.. " jawab polos syifa
" dokter hebat juga ternyata bisa gugup.. " kata zahra
mereka terus mengobrol dan bercerita hamza juga sudah bangun dari tidurnya.
zahra membawa hamza ke kamarnya dan memandikan putranya itu, setelah itu zahra mendandani hamza.
" anak ummi sungguh tampan.. " kata zahra setelah memakaikan baju kepada hamza
zahra pun mencium kening anaknya itu.
nah sekarang hamza main dulu sama kak putra ya, ummi mau siap - siap dulu.
" iya ummi.. " jawab hamza lalu dia bermain dengan putra yang memang sedari tadi ada di kamar hamza.
zahra pun pergi meninggalkan mereka dan berjalan ke arah kamarnya zahra membuka pintu kamarnya dan dia melihat adrian masih tertidur pulas, zahra mencoba membangunkan adrian dengan menggoyangkan badan adrian dengan sangat lembut.
bukannya bangun adrian malah menarik tangan zahra sehingga zahra terjatuh di atas tubuhnya adrian.
adrian memeluk tubuh zahra dengan sangat erat.
" abi bangun sudah sore kita harus bersiap - siap buat nanti malam.. " kata zahra sambil berusaha melepaskan pelukan adrian
" biarkan seperti ini sebentar saja.. " pinta adrian
" tapi bi, sebentar lagi yang mau make up aku akan datang.. "
" lima menit sayang... "
zahra pun terpaksa menuruti keiginan suaminya itu.
lima menit pun berlalu dan zahra mencoba membangunkan adrian lagi.
" bi bangun ini sudah lima menit loh.. aku harus segera ke kamar mandi.. " pinta zahra
adrian pun membuka matanya dan memandangi wajah zahra lalu
cup
adrian mencium pipi zahra
" istri ku ini ternyata bawel banget sih.. "
zahra pun tersenyum
" makanya cepetan lepasin bentar lagi orang yang mau make up aku datang aku belum mandi dan sholat.. " keluh zahra
adrian pun terpaksa melepaskan pelukannya terhadap zahra.
" aku mau mandi dulu.. dan abi jangan tidur lagi.. " kata zahra sambil berlalu
" iya sayang aku enggak akan tidur lagi.. " jawab adrian setengah berteriak karena zahra sudah masuk kedalam kamar mandi.