I LOVE YOU ZAHRA

I LOVE YOU ZAHRA
23



satu minggu sudah arya di rawat di rumah sakit, tapi zahra tidak pernah melihat ada yang menjenguk atau menemani arya selain asisten pribadinya.


zahra bertanya - tanya kemana istri dan keluarga arya yang lain..??


seperti hari - hari kemaren setelah zahra selesai bertugas dia akan datang keruangan arya.


" ya kok aku enggak pernah lihat keluarga kamu datang kesini..? " tanya zahra saat sudah duduk di kursi samping tempat tidur arya.


arya terdiam mendengar pertanyaan dari zahra.


" siapa yang akan mengunjungi ku, aku tidak punya siapa - siapa disini.. " jawab arya sambil tersenyum kearah zahra


zahra pun mulai mencerna kalimat arya.


" memang mereka berada di mana sekarang.. ? " selidik zahra


arya pun mulai menarik napas dan membuangnya dengan kasar.


arya memandangi zahra dan mulai mengarahkan pandangannya ke segala arah.


" kamu tahu ra, dari dulu kedua orang tua ku tidak pernah perduli kepada ku, bagai mana pun keadaan ku, yang mereka perdulikan hanyalah pekerjaannya, dan sekarang pun mereka masih tidak perduli jadi buat apa aku memberi tahu mereka tentang keadaan ku.. " jelas arya panjang kali lebar


zahra yang mendengar itu merasa sedih dan kasihan kepada arya.


" lalu istri mu... ?? kemana dia.. ?? "


arya memandang zahra dan dia pun menundukan kepalanya.


" kami sudah lama berpisah, tidak lama setelah kepergian mu.. kami memutuskan mengakhiri semuanya.. "


zahra kaget mendengar pengakuan arya.


" lalu anak kalian... ? bukannya waktu itu dia sedang hamil anak mu... ? "


arya menggelengkan kepalanya


" allah lebih sayang sama anak itu jadi dia mengambilnya lagi.. "


zahra sedih mendengar ucapan arya


" maaf.. " kata yang meluncur dari mulut zahra


arya pun tersenyum ke arah zahra


" tidak apa - apa.. semua sudah takdir yang di atas.. "


zahra pun membalas senyum arya.


lama mereka mengobrol, sampai lupa waktu. di saat mereka sedang mengobrol terdengar suara nada dering dari telepon zahra.


zahra pun mengangkat panggilan itu


" assalamualaikum.. "


" ... "


" kapan abang pulang... ?? "


" .... "


" apa abang sudah ada di rumah..? "


" ... "


" baiklah adek akan segera pulang, abang tunggu saja di rumah.. "


" ... "


" ok, waalaikumsalam.. "


zahra pun tersenyum ke arah arya dan dia pun pamit untuk pulang dulu.


setelah zahra pulang arya baru tersadar, zahra mungkin sudah berkeluarga dan dia juga tidak pernah menyinggung itu dan mungkin zahra sudah bahagia dengan keluarganya.


sangat terlihat dari nada bicara zahra tadi saat menerima panggilan itu, zahra terlihat sangat bahagia, seharusnya arya tidak menggangu kehidupan zahra lagi.


arya pun mencoba untuk tertidur dan melupakan zahra untuk sesaat.


 


☆ ☆ ☆ ☆ ☆ ☆


 


hari ini arya sudah di ijinkan untuk pulang, arya di temani oleh asisten pribadinya sekaligus sahabatnya sewaktu dia kuliah di inggris, mereka kuliah di universitas yang sama.


saat hendak keluar dari rumah sakit arya tidak sengaja berpapasan dengan zahra di depan lobby rumah sakit, arya melihat zahra sedang mencium tangan lelaki itu sambil tersenyum.


arya pun meninggalkan rumah sakit itu tanpa pamit kepada zahra sebelumnya.


arya pulang dengan hati yang hancur,


arya masih tidak terima kalau zahra sudah di miliki oleh lelaki lain.


 


☆ ☆ ☆ ☆ ☆


 


sesuai target hari sabtu arya bisa bersantai dan tidak perlu memikirkan pekerjaannya lagi karena seminggu kemarin dia sudah bekerja keras.


hari ini ada kajian di sebuah masjid yang tidak jauh dari taman kota, arya pun menyempatkan diri untuk menghadiri kajian itu. acara di mulai pukul 9 pagi arya dapat melihat begitu banyak yang datang ke tempat ini.


mata arya melihat sosok wanita yang sangat dia hindari akhir - akhir ini keberadaannya. wanita itu adalah zahra, tanpa di duga ternyata zahra juga menghadiri kajian ini.


zahra memasuki tempat acara ini dia masuk ke ruangan yang memang di peruntukan khusus untuk perempuan, zahra mengikuti acara dengan serius.


tidak terasa waktu pun cepat berlalu, karena acara selesai tepat jam 12.30 jadi zahra memutuskan untuk sholat terlebih dahulu sebelum pulang.


selesai sholat zahra mulai meninggalkan area masjid dan dia berjalan ke arah taman, entah kebetulan atau apa disana zahra melihat arya sedang duduk di sebuah kursi.


zahra pun memberanikan diri menghampiri arya.


" assalamualaikum... "


" waalaikum sa....lam.. " arya tidak menyangka ternyata yang mengucapakan salam adalah zahra.


" boleh aku duduk disini.. ? " tanya zahra


arya pun tersenyum sambil mengeser badannya supaya zahra bisa duduk di bangku itu.


" kamu lagi ngapain disini.. ? " tanya zahra setelah cukup lama mereka diam


" aku habis ikut kajian, terus mampir dulu kesini.. "


" oh kamu masih suka ikut kajian.. aku pikir semenjak aku pergi kamu sudah tidak pernah datang keacara kaya gini lagi... dulu kan kamu susah banget kalau aku ajakin pasti ada aja alesannya.. "


arya tertawa kecil mendengar perkataan zahra, memang dulu sewaktu mereka masih pacaran kalau zahra mengajaknya ke acara kajian pasti arya akan mencari - cari alasan agar tidak ikut.


" itukan dulu ra.. sekarang tanpa di suruh pun aku pasti datang, entahlah semenjak aku kenal sama kamu hidup aku berubah, berubah jauh lebih baik lagi.. " mereka saling memandang dan tersenyum


zahra senang mengetahui kalau dirinya membawa dampak positif untuk arya.


" kamu sama siapa ke sini ra... ?? "


tanya arya mencairkan suasana yang tiba - tiba berubah menjadi canggung.


" aku kesini sendirian.. "


" memangnya suami kamu kemana.. ?? apa dia tidak ikut sama kamu.. ?? "


zahra tidak mengerti dengan pertanyaan arya.


" suami... ? " zahra memastikan kalau yang di dengarnya itu tidak salah


" iya suami kamu.. ? "


" hmmm... aku berharap suatu saat nanti bisa pergi ke acara - acara seperti itu bersama suami ku.. tapi kalau untuk sekarang... " zahra menghentikan perkataan nya sambil menggelengkan kepalanya.


" maaf... " itu lah kata yang meluncur dari mulut arya


" hai.. kenapa kamu harus minta maaf tidak ada yang salah disini.. "


arya pun tersenyum tapi dia masih penasaran sebenarnya kenapa dengan rumah tangga zahra. dan arya pun memberanikan diri untuk bertanya lebih dalam lagi.


" ra maaf sebelumnya kalau aku terkesan ikut campur.. kalau aku boleh tahu kamu lagi ada masalah sama suami kamu... ? "


bukanya menjawab pertanyaan arya zahra malah tertawa, dan arya tidak mengerti perasaan dia tidak sedang bercanda tetapi kenapa zahra malah mentertawakannya.


" ra kamu ngetawain apa sih.. " tanya arya penasaran


" hahaha...ya aku ngetawain pertanyaan kamu lah... "


arya pun semakin tidak mengerti


" memang pertanyaan aku ada yang lucu ya.. "


zahra menganguk - anggukan kepalanya


" iya gimana nggak lucu, pertanyaan kamu itu sangat konyol tahu nggak ya.. " zahra menjeda perkataannya dan mulai menghentikan tawanya


" gimana aku bisa dapet masalah sama suami aku kalau aku sendiri belum memiliki suami.... "


arya pun bengong mendengar perkataan zahra.


jadi selama ini dia belum menikah, tapi lelaki yang sering di lihatnya di rumah sakit itu siapa..??


" kamu belum menikah ra... ? "


zahra hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban


" terus laki - laki yang aku lihat sering sama kamu itu siapa kalau bukan suami kamu..? "


zahra mulai berfikir dan dia mengingatnya lelaki yang sering jalan dan menjemput nya.


" oh itu kan bang azra, dia kakak ku, dan kebetulan kami tinggal bersama disini.. dan kalau dia tidak sibuk dia akan mengantar atau menjemput ku ketempat kerja.. "


arya yang mendengar penjelasan zahra merasa senang sekaligus lega dan tanpa di sadari sudut bibirnya terangkat ke atas.


tapi kenapa dia bisa lupa dengan kakak zahra yang satu itu padahal dulukan mereka pernah bertemu.