
Tiga tahun kemudian
tiga tahun lebih telah berlalu kini kehidupan zahra juga sudah berubah, dia jauh lebih bahagia.
sekarang di hidupnya hanya ada anak semata wayangnya saja
muhamad hamza pratama, nama itu lah yang zahra berikan kepada anak laki - lakinya itu dan usianya sekarang sudah 3 tahun, di usianya yang baru 3 tahun hamza terbilang anak yang sangat cerdas.
keluarga zahra pun sesekali datang untuk melihat mereka, hari ini zahra mengajukan cuti dari rumah sakit dan berencana ingin mengajak hamza pergi jalan - jalan.
pagi - pagi sekali zahra sudah bangun dan mempersiapkan semuanya, setelah selesai dia masuk ke kamar hamza dan mulai membangunkannya.
" sayang bangun yu, katanya mau jalan - jalan.." kata zahra sambil mengelus pipi anaknya
hamza pun terbangun
" ayo bang aza mandi, sesudah itu abang sarapan.. " abang aza adalah panggilan zahra untuk anaknya,
hamza pun tersenyum ke arah ummi nya dan dia pun memeluk zahra
" ayo ummi kita mandi, abang sudah tidak sabar ingin pergi jalan - jalan.. " seru hamza
mereka pun mulai berjalan ke arah kamar mandi, zahra memandikan hamza sambil bermain dan bercandan.
setelah dirasa cukup, zahra segera mambawa hamza ke kamarnya dia mendandani hamza,
kini hamza pun sudah bepakaian.
zahra menggendong hamza dan masuk kedalam kamar zahra.
" abang tunggu ummi di sini dulu ya.. ummi mau mandi dulu sebentar, nanti kita ke bawah sama - sama.. " kata zahra sambil mendudukan hamza di atas tempat tidurnya.
zahra pun segera masuk ke kamar mandi, tidak butuh waktu lama bagi zahra untuk membersihkan dirinya.
zahra pun keluar dari kamar mandi dan mendapati hamza sedang bermain mobil - mobilan yang tadi sempat di bawanya dari kamar.
" ummi sudah selesai yeeee, kita jalan - jalan.. " kata hamza sambil loncat - loncat di atas tempat tidur
zahra yang melihat hal itu pun merasa senang dan gemas kepada anak semata wayangnya itu.
zahra mulai memoles wajahnya biar terlihat lebih segar, lalu dia menggendong hamza dan turun ke lantai bawah.
di bawah bi ani sudah menyiapkan makanan yang tadi zahra masak,
" nenek abang mau jalan - jalan sama ummi, nenek ikutkan..? " tanya nya polos
zahra memang sudah membiasakan hamza memanggil bi ani dengan sebutan nenek.
" nenek tidak ikut ya sayang, nenek lagi nggak enak badan.. " kata bi ani sambil mengelus rambut hamza
" bibi kenapa..? masih pusing..?? " tanya zahra
" enggak neng pusingnya sudah hilang tapi badan bibi kayanya pada sakit.. " jelas bi ani
" ya sudah bibi istirahat saja, jangan terlalu kecapean, biar pekerjaan rumah jangan di kerjakan dulu.. " titah zahra
" iya neng.. " kata bi ani sambil tersenyum.
selama bi ani kerja disini dia di perlakukan seperti saudara oleh zahra, zahra tidak pernah membeda - bedakan bi ani.
itulah kenapa bi ani sangat menyayangi zahra dan keluarganya, terlebih - lebih hamza yang sudah dianggap cucunya sendiri.
setelah selesai sarapan mereka pun berpamitan ke bi ani, zahra menggendong hamza sampai ke garasi.
dia membuka pintu mobil dan mendudukan hamza di kursi penumpang dan memasangkan sabuk pengaman.
zahra pun berjalan ke arah sisi lain mobil ini, dia membuka pintu dan duduk di samping hamza.
" sudah siap bang..? " tanya zahra
" sudah ummi ayoo kita segera berangkat, abang ingin melihat pasir dan pantai.. " seru hamza
hamza sangat senang ummi nya mengajak dia pergi jalan - jalan ke pantai, dia sangat suka bermain pasir.
zahra pun mulai menjalankan mobilnya dan pergi menuju pantai, rencananya mereka akan menginap selama 2 hari disana.
" abang kalau mau ngomong makanan yang di mulut di habiskan dulu tidak baik nak.. "
" iya ummi " kata hamza dengan mulut penuh
hamza pun segera mengunyah makanannya,
tidak lama zahra tidak mendengar lagi suara hamza. di lihatnya hamza ternyata sudah tertidur pulas sambil memegang camilan.
zahra pun mengambil camilan itu dan menyimpannya di samping dirinya, zahra pun kembali fokus ke jalanan.
setelah menempuh perjalanan yang sangat melelahkan kini mereka sudah sampai di pelabuhan ratu.
zahra pun membangunkan hamza
" bang bangun kita sudah sampai.. "
hamza pun terbangun dan melihat ke sekitarnya, hamza tersenyum ke arah zahra.
" ayoo ummi kita turun, abang sudah tidak sabar ingin bermain pasir.. " ajak hamza
zahra pun membawa anaknya turun dari mobil, hamza berlari dan setelah dekat dengan air dia duduk dan mulai bermain dengan pasir.
zahra yang melihat itu pun tersenyum bahagia, dia mendekati hamza dan mulai bermain bersama.
☆ ☆ ☆ ☆ ☆
sedangkan di sisi arya
setelah tiga tahun kepergian zahra arya pun kini telah menikahi tina, walaupun perasaan cintanya tidak pernah iya rasakan pada diri tina.
tapi dia harus bertanggung jawab dengan anak yang di kandung tina waktu itu.
kini anak itu telah lahir dan berumur sudah tiga tahun.
tina memberinya seorang anak laki - laki, dan arya memberi nama anak itu muhamad haikal pratama.
arya selalu berfikir andai haikal adalah anaknya bersama zahra pasti dia akan sangat bahagia, tapi karena kesalahannya zahra kini pergi meninggalkan dirinya.
arya sudah tidak berusaha untuk mencari zahra lagi, karena dia merasa mungkin zahra akan lebih bahagia tanpa kehadirannya.
seperti hari - hari biasa arya pagi - pagi sudah terbangun dia pun berjalan ke arah kamar mandi, setelah mandi dia bersiap - siap untuk ke kantor.
arya turun ke lantai bawah dan mulai berjalan ke arah ruang makan, disana sudah ada tina dan haikal.
tina memberikan kopi kepada arya
" pagi anak papah.. " sapa arya sambil mengecup puncak kepala anak kesayangannya.
" pagi pah.. " jawab haikal dengan mulut penuh.
arya pun sarapan sambil sesekali menyuapi haikal, setelah selesai arya pun pamit kepada tina dan haikal dia harus segera ke kantor.
tina dan haikal pun mengantar arya sampai pintu depan.
" papah pergi dulu ya sayang, kamu jangan nakal di rumah.. " kata arya setelah mencium pipi tembem haikal
" iya papah.. " jawab haikal sambil tersenyum
tina langsung mengambil tangan arya dan mencium tangan suaminya itu.
sebelum benar - benar berangkat arya melambaikan tangannya ke arah haikal dan setelah itu mulai menjalankan mobilnya.
arya tidak langsung pergi ke kantor, dia pergi ke apartemen yang dulu pernah dia tempati bersama zahra.
tempat ini di biarkan kosong dan sesekali akan ada orang yang membersihkannya.
arya sengaja membiarkannya seperti ini, dia berharap suatu saat nanti zahra akan datang lagi kesini.
sekali pun mereka sudah tidak bersama tapi arya akan memberikan apartemen ini untuk zahra nantinya.