
seperti hari - hari biasa arya akan mengantar jemput zahra ke sekolah tidak ada yang berbeda.
sesekali arya menemani zahra dan teman - temannya ke toko buku atau kajian, sudah tiga bulan sejak kejadian malam itu.
karin juga sudah tidak pernah menghubunginya lagi, arya menganggap kalau karin sudah menerima keputusannya.
semenjak kenal dengan zahra arya merasa jauh lebih baik dan dia juga sudah tidak merasa kesepian lagi.
hari ini sekolah di liburkan, zahra dan keluarganya akan berkunjung ke rumah nenek dan kakeknya yang ada di luar kota.
sedangkan arya dia tidak ada niat untuk pergi kemana - mana, dia hanya bermalas - malasan di atas kasurnya sambil menonton video yang ada di laptop.
ya sudah bukan hal aneh lagi bagi arya kalau dia tidak pergi kemana - mana pasti akan diam berjam - jam di depan laptopnya, dia akan mendengarkan kajian secara online.
saat sedang asyik, ada sebuah pesan masuk ke handphonenya. dia cepat - cepat mengambil handphone miliknya karena takut zahra yang mengirim pesan.
tapi ini dari nomor baru dan arya tidak tahu dengan nomor itu, arya pun tidak berniat membuka atau membalas pesannya.
tidak lama handphonenya berbunyi lagi ada sebuah panggilan.
arya binggung antara menerima panggilan itu atau menolaknya, karena dia benar - benar tidak tahu nomer siapa itu. sudah beberapa kali nomer tidak di kenal itu terus saja menghubungi arya.
karena penasaran arya pun menggambil handphonenya untuk menerima panggilan itu, tapi sebelum arya berhasil menerimanya panggilan itu sudah berhenti dan ada sebuah pesan lagi yang masuk.
✉
xxxx
ya kita harus ngomong ini penting banget
✉
xxxx
ya aku mohon angkat telfonnya ini aku karin
✉
xxxx
arya kenapa kamu tidak mau mengangkat telfon ku, apa sampai segeitunya kamu ingin membuang ku dan menjauhkan ku dari hidup mu..
✉
xxxx
ok nggak apa - apa kalau kamu tidak mau mengangkat telfon ku, tapi kita harus bicara serius ini tentang kita. aku mohon kamu bisa datang ke cafe biasa, aku sudah menunggu kamu disini
arya yang merasa penasaran dengan apa yang ingin di katakan karin pun pergi untuk menemuinya tapi sebelum itu dia mengirimi zahra sebuah pesan
✉
arya
ra gue mau jalan dulu ya, gue mau ketemu temen lama sebentar, entar kalau udah kelar urusannya gue telfon loe ya..
byeee ara.. 😚
tidak lama zahra pun membalas pesan arya
✉
ok.. kamu hati - hati ya inget walaupun lagi di jalan atau di manapun jangan ketinggalan sholat nya.. 😊
arya langsung bersiap - siap dan bergegas pergi ke cafe itu untuk menemui karin dia sangat penasaran kenapa karin tiba - tiba menghubunginya lagi
setelah sampai di cafe yang di maksud karin, arya pun langsung masuk kedalam dan mencari karin, dia melihat karin di pojok cafe, dia sedang melihat kearah luar kaca arya dapat melihat penampilan karin sangat kacau.
dan tunggu karin seperti sedang menangis, arya pun mulai mendekatkan diri ke karin, karin yang menyadari kedatangan arya langsung menghapus air matanya yang sedari tadi terjun bebas tanpa di minta.
arya dan karin tidak ada yang berbicara sampai pesanan mereka datang pun mereka masih berada dalam dunianya masing - masing.
arya merasa canggung dengan situasi ini dia pun mulai mencairkan suasana yang terasa mencengkam
" loe apa kabar rin...?? tumben loe ngehubungi gue ada apa...?? "
" ..." karin hanya diam dan malah menundukan kepalanya dia tidak berani melihat kearah arya
arya yang sadar dengan perubahan karin langsung pindah tempat duduk di sebelah karin, dia menggenggam tangan karin dan membelai rambutnya.
karin yang mendapat perlakuan manis dari arya sontak menangis dia tidak bisa membendungnya lagi, arya yang tidak tahan melihat itu langsung membawa karin kedalam pelukannya, dia mencoba menenangkan karin.
di tengah - tengah isakan karin arya sempat mendengar karin mengatakan sesuatu yang membuatnya terjejut.
" ya.... gue hamiiiill... hiks.. hiks... hiks... "
arya kaget dengan apa yang di dengarnya. tanpa pikir panjang arya membawa karin pergi keluar dari tempat itu, setelah arya membayar pesanan mereka.
arya hanya tidak mau orang lain melihat atau mendengar kekacauan ini, tapi sekarang arya binggung harus membawa karin kemana. arya memutuskan untuk pergi ke villa keluarganya yang ada di luar kota, sekalian menjernihkan pikiran.
perjalan di tempuh selama satu sengah jam untuk sampai ke villa itu. mereka sudah sampai, villa yang sangat besar mewah dan pemandangannya pun indah sejauh mata memandang, mereka yang mampir kesini pasti akan betah berlama - lama tinggal disini.
arya membawa karin masuk ke dalam villa itu, dia pun membawa karin masuk kedalam sebuah kamar yang cukup luas.
arya menuntun karin agar duduk di atas tempat tidur, dia melihat wajah karin sangat pucat dan kacau. karin pun langsung memeluk arya dan menangis disana.
arya masih binggung dengan apa yang di dengarnya tadi di cafe, gadis itu bilang kalau dia sedang hamil. dia hamil sama siapa..?? siapa ayah bayi yang sedang di kandung karin.. ?? kenapa karin malah menghubunginya, bukan menghubungi ayah si calon bayi itu..?? begitu banyak pertanyaan di kepala arya.
arya membiarkan karin tenang dulu setelah karin tenang arya baru berani bertanya,
sudah hampir tiga jam karin dan arya berada di kamar ini, posisi mereka pun belum berubah dimana arya sedang memeluk tubuh karin.
karin mulai membuka suaranya setelah lama dia menangis, dia mengumpulkan keberaniannya dan mulai menarik napas.
" ya gue hamil, dan ini anak loe... buah hati kita.. "
Deg..
Deg..
Deg...
arya seperti tersambar petir, setelah dia merasa kehidupannya mulai membaik dia harus di hadapkan kepada kenyataan lain yang lebih pahit.
lama arya terdiam dia seperti sedang memikirkan sesuatu.
" loe yakin itu anak gue..." itulah kata pertama setelah lama arya berdiam diri
mendengar apa yang di katakan arya karin kembali menangis
" loe pikir gue mau ngelakuin hal semacam itu dengan sembarang lelaki..?? gue cuma ngelakuin ini sama loe doang.. " karin mulai meninggikan suaranya dia terus saja menangis, dia merasa sakit karena orang yang selama ini dia sayangi meragukan kejujurannya, bahkan tidak terlintas sedikit pun di dalam pikiran karin untuk menduakan arya sekali pun mereka jarang bertemu dan jarang berkomunikasi karena dia percaya cintanya akan membawa arya kembali kepadanya.