
hari ini zahra sedang libur bekerja, dia ingin mengajak hamza dan bi ani untuk berjalan - jalan di mall.
mereka bertiga pun berangkat menuju mall, setelah zahra memarkirkan mobilnya mereka mulai memasuki mall itu.
hamza sangat senang
" ummi abang ingin main itu.. " pinta hamza ketika melihat wahana permainan
zahra pun mengikuti keinginan anaknya, hamza bermain di temani zahra sedangkan bi ani hanya memperhatikan mereka dari jauh.
tidak terasa waktu sudah siang zahra mengajak bi ani dan hamza untuk makan siang terlebih dahulu.
" abang mau makan apa.. ? " tanya zahra setelah mereka turun ke lantai bawah untuk mencari makan
" abang mau makan ayam ummi.. " pinta hamza
zahra pun membawa mereka ke tempat makanan cepat saji.
bi ani dan hamza duduk terlebih dahulu, sedangkan zahra memesan makanan.
saat sedang memesan makanan zahra bertemu dengan adrian yang kebetulan sedang memesan makanan juga di tempat itu.
" adrian.. " sapa zahra
adrian yang mendengar namanya di panggil pun melihat ke arah suara itu berasal dan ternyata zahra sudah berdiri di sampingnya.
" loh zahra.. kamu juga mau makan..? " tanya adrian
" iya.. kamu sedang apa disini.. ? "
" aku hanya berjalan - jalan saja, semenjak pindah kesini aku belum melihat - lihat kota ini.. " jelas adrian
" dan kamu sama siapa disini.. ? " tambahnya
" aku kesini sama anak ku dan pengasuhnya.. " kata zahra sambil menunjuk ke arah hamza.
adrian mengikuti arah tangan zahra dan dia dapat melihat seorang anak kecil yang sedang bercanda dengan wanita paruh baya.
zahra pun memesan makanan untuk mereka bertiga, saat zahra akan membayar adrian terlebih dahulu membayarnya.
" ini saja sekalian dengan punya ku.. " pinta adrian
" terima kasih.. " jawab zahra
" kamu mau bergabung makan bersama kami.. " ajak zahra
adrian pun mengiyakan ajakan zahra dan mulai mengikutinya ke meja yang sudah di duduki oleh hamza dan bi ani sebelumnya.
sesampainya di meja itu zahra menyimpan makanan yang di pesannya dan memberikan kepada bi ani dan hamza.
hamza melihat seorang laki - laki bersama umminya, hamza turun dari kursinya dan berlari ke arah adrian.
hamza memeluk kaki adrian dengan sangat erat.
" apakah ini abi abang..? " tanya hamza setelah melepaskan pelukannya
adrian yang tidak tahu apa - apa melihat ke arah zahra, sedangkan zahra hanya bisa menundukan kepalanya.
" abang om ini bukan.. "
" iya ini abinya abang.. " potong adrian sambil berjongkok dan mencubit pipi gembul hamza.
zahra yang mendengar itu sontak kaget dan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
hamza tersenyum bahagia dan langsung memeluk adrian.
" horee abinya abang sekarang sudah pulang.. abang sekarang bisa bermain sama abi.. " kata hamza sambil melompat - lompat kegirangan
zahra yang melihat itu merasa sangat sedih, anaknya begitu merindukan sosok ayahnya. zahra begitu sangat egois karena membuat hamza tidak mengenal ayahnya.
adrian melihat kesedihan itu di mata zahra, dia tidak tahu apa yang sudah terjadi kepada zahra selama 3 tahun terakhir ini.
zahra menyuruh hamza kembali duduk dan mulai makan.
hamza pun mematuhi permintaan ummi nya
" ummi apa boleh abang makannya di suapin sama abi.. ? " pinta hamza
" abang di suapin sama ummi saja, abi nya juga mau makan.. " jelas zahra
hamza merasa sedih karena ummi nya tidak memenuhi keinginannya itu.
adrian merasa iba terhadap hamza dia mengambil makanan milik hamza
" sudah tidak apa - apa zah biar saya suapin anak kamu.. "
" sini abang duduk di pangkuan abi.. " pinta adrian
hamza yang mendengar itu pun langsung tersenyum bahagia, dia pun duduk di pangkuan adrian.
dan mulai membaca doa sebelum makan,
adrian tidak percaya hamza sangat fasih mengucapkan doa sebelum makan,
adrian pun mulai menyuapi hamza, zahra tersenyum melihat perhatian adrian terhadap anaknya.
" terima kasih.. " kata zahra
adrian pun tersenyum terhadap zahra
mereka makan dengan bahagia,
setelah selesai hamza ingin kembali bermain game zahra pun mengijinkan.
hamza di temani oleh bi ani sedangkan zahra dan adrian memilih duduk di kursi yang tidak jauh dari hamza.
" maaf karena hamza menganggap kamu sebagai abinya.. " kata zahra setelah mereka duduk di kursi
" tidak apa - apa aku senang kok.. "
" zah apa boleh aku tahu apa yang sebenarnya terjadi.. ? " tambah adrian
zahra memandang wajah adrian dan menarik nafasnya dengan kasar lalu dia pun bercerita.
" sebenarnya aku sudah bercerai dengan arya, di hari aku meminta cuti di rumah sakit waktu itu, aku mendapat kabar bahagia kalau aku sedang hamil.. aku sungguh bahagia sampai tidak sabar untuk memberi tahukannya kepada arya, aku memutuskan untuk pergi ke kantornya tapi di sana aku melihat.. " kata zahra terjeda dia menangis karena mengingat kejadian 3 tahun yang lalu
adrian yang melihat zahra menangis memberikan sapu tangannya kepada zahra, zahra menerima saputangan itu dan mengusap pipinya dengan lembut.
zahra pun melanjutkan ceritanya.
" aku melihat dia sedang berselingkuh dengan sekertarisnya, aku tidak tahan melihat mereka sedang bermesraan disana. aku pun memutuskan untuk pergi meninggalkannya tanpa memberi tahu tentang kehamilan ku. sampai aku memutuskan untuk bercerai darinya dan menyembunyikan hamza dan sampai sekarang dia tidak tahu kalau dia memiliki anak dari ku.. " isak zahra
" hamza.. " gumam adrian
" nama yang bagus, apa dia sering menanyakan ayahnya..? " tambah adrian
zahra pun menganggukan kepalanya
" dia sangat sering menanyakan ayahnya, dan aku hanya bisa menjawab kalau ayahnya sedang bekerja, aku sendiri tidak tahu kenapa dia mengangap kamu abinya.. mungkin karena dia tidak pernah melihat ku bersama laki - laki lain dan saat bertemu dengan mu dia menganggap mu abinya.. " jelas zahra
" maafkan aku kalau kamu tidak nyaman dengan panggilan hamza, aku berjanji pelan - pelan akan memberinya pengertian kalau kamu bukan ayahnya.. " tambah zahra lagi sambil melihat ke arah adrian
" apa kamu tahu kalau arya sudah menikah lagi dan sekarang mereka memiliki anak dan mungkin usia anaknya itu sama dengan hamza.. "
zahra pun menganggukan kepalanya.
" ya aku tahu bang zaki yang memberi tahu ku waktu itu dan aku semakin yakin untuk tidak memberi tahu arya tentang keberadaan hamza, aku tidak ingin merusak kebahagiannya sekarang.. " jawab zahra
setelah mereka mengobrol kini mereka mulai bergabung dengan hamza, mereka bermain bersama layaknya sebuah keluarga.
bi ani yang melihat pemandangan langka ini berdoa semoga majikannya segera menemukan kebahagian, karena bi ani tahu zahra masih belum bisa melupakan masa lalunya.
zahra masih sering menangis di tengah malam dan besoknya dia akan bersikap biasa saja.
zahra sebenarnya sangat rapuh tapi dia berusaha tegar di hadapan semua orang.