I LOVE YOU ZAHRA

I LOVE YOU ZAHRA
37



tina merasa badannya kurang sehat dia meminta ijin kepada arya untuk bisa pulang lebih cepat.


setelah arya mengijinkan tina pun segera pulang ke kosannya, di dalam kosan tina merasa mual.


dia berlari ke kamar mandi dan dia memuntahkan semua isi di dalam perutnya, setelah selesai tina kembali naik ketempat tidurnya.


tina baru sadar bulan ini dia belum mendapat haid, tina pun bergegas pergi ke dokter dan tina berharap dugaannya salah


setelah sampai di dokter tina di periksa


" bagai mana dokter.. ? "


" maaf ibu terakhir haid tanggal berapa.. ? "


tina pun mengingat - ngingat terakhir dia mendapatkan haid


" tanggal 3 bulan kemarin dok.. "


" dari hasil pemeriksaan ibu sedang hamil dan kehamilan ibu memasuki usia 4 minggu..


ibu harus menjaga kehamilannya karena di usia ini kandungannya masih sangat lemah.. " jelas si dokter


tina kaget dia tidak menyangka dirinya akan hamil.


setelah dokter memberikan resep tina pun kembali pulang dengan perasaan yang kacau.


di kamar kosnya tina terus memikirkan perkataan dokter, dia pegangi perutnya yang masih rata.


" aku hamil, tapi aku belum menikah, bagai mana aku akan menghadapi orang - orang di luar sana kalau mereka tahu aku hamil di luar nikah..? aku harus memberi tahu kak arya dan memintanya bertanggung jawab, bagai mana pun juga ini adalah anaknya.. "


hari ini keputusan pengadilan, arya sengaja tidak datang ke pengadilan dia tidak ingin mendengar hasilnya.


tok.. tok.. tok..


" masuk "


pintu pun terbuka, tina berjalan ke arah arya


" ada apa tina..? "


" kak kita harus bicara.. "


" bicara saja.. "


" kak aku hamil.. dan ini anak kamu.. "


bagaikan tersambar petir arya bangun dan mendekati tina, arya menarik tangan tina dengan kasar


" apa maksud kamu tina.. "


tina yang mendapat perlakuan kasar dari arya pun mulai menangis


" iya kak aku hamil dan ini anak kamu.. dan usia kehamilan ku sudah memasuki 4 minggu, aku mau kamu bertanggung jawab.. "


" tina apa kamu yakin itu anak ku.. "


tina tidak percaya arya akan meragukan dirinya seperti ini


" kak aku berani sumpah ini anak kamu, aku hanya melakukannya cuma sama kamu... kamu tahu sendiri aku tidak sedang dekat dengan lelaki mana pun selain kamu.. "


arya pun melepaskan tangan tina dia berjalan ke arah dinding kaca


" tina selama kita berhubungan aku selalu memakai pengaman.. "


" iya tapi hari itu saat kita melakukannya di kantor kamu tidak memakainya dan saat itu juga aku baru selesai haid.. " tina berjalan dan mendekati arya


" apa kakak ingat hari kita terakhir melakukannya, kaka juga mengeluarkannya di dalam..


kak aku mohon kamu bertanggung jawab aku ingin kamu menikahi ku.. "


arya ingat hari itu dimana dia melakukannya dengan tina di kamar yang berada di ruangan itu, waktu itu karena sudah tidak bisa menahan hasratnya dia melakukannya tanpa memakai pengaman.


" baik saya akan bertanggung jawab, saya akan menikahi kamu.. "


" terima kasih kak aku harap kita bisa menikah secepatnya.. "


" kita akan menikah 2 hari lagi jadi kamu siapkan saja berkas - berkasnya.. " tambah arya


tina pun sangat senang dengan keputusan arya, tina pun kembali ke mejanya.


sedangkan arya merasa sangat marah kenapa dia bisa sebodoh itu, dia mengingat kejadian di masa lalu.


di saat dia sedang berpacaran dengan zahra dia juga menghamili karin pacar keduanya dan sampai harus menikahinya sampai zahra tahu dan meninggalkannya.


dan sekarang kejadian itu terulang lagi dan lebih parahnya zahra melihat arya sedang melakukannya dengan tina dan dia pergi lagi meninggalkannya.


dan sekarang tina sedang hamil anaknya, arya tidak tahu harus berbuat apa selain bertanggung jawab.


kriiing.. kriiiing..


suara telepon membuyarkan lamunan arya,


arya melihat siapa yang sudah menghubunginya dan ternyata itu pengacaranya.


" hallo.. bagai mana pak hasilnya.. ? "


" .... "


" apa dia ada disana.. ? "


" .... "


" terima kasih pak.. "


setelah mendapat telepon arya semakin marah dan kacau dia membuang semua barang - barang yang ada di mejanya ke bawah.


kini dia dan zahra telah resmi bercerai, tidak ada harapan lagi untuknya bisa kembali lagi dengan zahra.


 


☆ ☆ ☆ ☆ ☆


 


zahra kini sedang berada di rumah sakit dia baru selesai makan siang dan dia mendengar suara teleponnya berbunyi


" assalamualaikum.. " kata zahra


" ....."


" ada kabar apa pak.. ? "


" ..... "


" alhamdulilah ya allah akhirnya.. terima kasih ya pak atas bantuannya.. "


" .... "


" iya waalaikumsalam.. "


zahra merasa lega sekaligus sedih, lega karena dia bisa terlepas dari arya dan sedih karena mulai hari ini statusnya sudah berganti dan dia tidak akan bisa bersama dengan arya lagi.


jujur zahra masih sangat mencintai arya tapi rasa cinta dan sayang itu tertutup oleh perasaan sakit dan kecewa karena perbuatan arya sendiri.


dia mengelus perutnya


" maafkan ummi ya sayang, ummi tidak bermaksud menyembunyikan kamu dari abi.. " zahra pun mulai menagis di dalam ruangannya


zahra berharap dia bisa membesarkan anaknya dengan sangat baik, dia tidak ingin anaknya kelak mengikuti jejak arya.


dia berharap anaknya menjadi anak yang soleh atau solehah, yang mendalami ilmu agana dan juga mengamalkan nya.


hanya anak ini yang menajadi penyemangat zahra sekarang.