
setelah 3 hari arya di bali kini dia sudah bisa kembali kerumahnya, dia berharap zahra sudah ada disana
arya pun membuka pintu rumahnya dan dia tidak melihat zahra, arya pun berjalan ke arah kamar dia menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.
dia mengingat kebersamaannya dengan zahra di kamar ini, karena merasa lelah arya pun terlelap.
arya terbangun dari tidurnya dia mendapati kamarnya sangat gelap,
" jam berapa ini, kenapa sudah sangat gelap... " batin arya
arya melihat jam dan ternyata sudah jam 8 malam, arya pun bergegas masuk ke kamar mandi dan bersih - bersih.
setelah selesai bersih - bersih arya berjalan ke arah lemari dan membukanya dia mengambil bajunya asal.
dia mulai sadar di lemari tidak ada baju - baju milik zahra, arya juga melihat ke arah meja rias di sana juga tidak ada make up zahra.
dan itu artinya zahra pernah pulang kesini saat dirinya di bali, arya pun bergegas mengambil kunci mobil dan dia pun pergi.
arya kini sudah sampai di depan sebuah rumah, arya berharap zahra ada di dalam sana. arya pun keluar dari mobil dan melangkahkan kaki.
arya mengetuk pintu rumah itu dan tidak lama pintu terbuka, terlihat seorang wanita paruh baya sedang menatapnya.
" assalamualaikum bun... " salam arya sambil mencium tangan bunda zahra
ya kini arya sedang berada di rumah zahra, dia yakin zahra ada disini.
" waalaikumsalam, ayo masuk.. "
mereka pun masuk, arya duduk di ruang tamu sedangkan bunda zahra ke dapur, tidak lama bunda membawa segelas air.
" di minum dulu ya.. "
" iya bun, terima kasih " arya pun meminum air yang di bawa bunda
" ada apa kamu malam - malam kesini.. ? "
" bun apa zahra ada disini..? "
" zahra memang beberapa hari yang lalu pernah datang kesini, tapi dia cuma menginap satu hari dan setelah itu dia pulang lagi.. "
" zahra tidak ada di rumah bun.. makanya arya cari dia kesini, baju - bajunya juga sudah tidak ada.. "
" arya sebenarnya apa yang terjadi antara kamu dan zahra kenapa zahra sampai pergi.. "
" ini semua kesalahan arya bun, arya sudah buat zahra kecewa dan meninggalkan arya.. "
setelah mengobrol dengan bunda zahra arya pun pamit pulang karena ini sudah larut malam.
arya tidak pulang ke apartemennya dia memilih tidur di hotel, karena kalau di rumah dia akan teringat kenangannya bersama zahra.
☆ ☆ ☆ ☆ ☆
setelah 2 minggu ke pergian zahra, arya kembali ke dalam kehidupannya yang normal walau sesekali dia selalu merindukan zahra, arya juga kini sudah tidak tinggal di apartemen itu lagi, dia memilih membeli apartemen baru yang dekat dengan kantornya.
sesekali arya akan pulang ke apartemen yang lama kalau dia sudah sangat merindukan zahra.
tok.. tok.. tok..
pintu pun terbuka dan tina mulai masuk dan mendekati meja arya.
" kak ini ada surat dari pengadilan.. "
arya heran kenapa ada surat dari pengadilan,
setelah menyerahkan surat itu tina kembali lagi ke meja kerjanya.
arya pun mengambil surat itu dan membacanya, dia kaget ternyata itu surat panggilan untuknya.
arya tidak menyangka zahra mengambil keputusan ini, zahra ingin bercerai darinya.
arya pun meremas surat itu dan melemparkannya, dia segera menghubungi pengacara keluarganya.
arya berharap bisa mempertahankan zahra di sisinya, apa pun akan arya lakukan asal zahra kembali kepadanya.
☆ ☆ ☆ ☆ ☆
sudah sebulan sejak zahra meninggalkan rumah kini zahra tinggal di sebuah rumah sederhana, dia juga sudah bekerja kembali sebagai dokter umum di sebuah rumah sakit.
di rumah itu zahra di temani bi ani, bi ani adalah seorang janda beranak 2, anak - anak bi ani tinggal di kampung halamannya. bi ani terpaksa meninggalkan mereka karena tuntutan ekonomi yang sangat tinggi.
zahra sengaja memperkejakan asisten rumah tangga karena keadaannya yang sedang hamil.
kehamilan zahra pun kini sudah masuk 9 minggu, banyak hal yang terjadi di kehamilannya ini.
tetapi zahra sangat menikmati masa - masa ini, hari ini keputusan pengadilan tapi zahra sengaja tidak akan datang kesana dia tidak ingin bertemu lagi dengan arya.
zahra memutuskan untuk berangkat ke rumah sakit, dia pun keluar kamar dan mulai berjalan ke arah ruang makan.
di dapur sudah ada bi ani
" pagi bi.. " sapa zahra
" pagi juga neng, ini bibi sudah siapkan susu buat si eneng sama roti lapis.. " kata bi ani sambil meletakan susu dan roti di depan zahra
" makasih bi.. bibi enggak sarapan.. ? "
" bibi sebentar lagi neng, sok neng saja dulu yang sarapan, kalau bibi mah gampang.. "
zahra pun mulai memakan sarapannya, setelah itu dia bergegas ke rumah sakit.
tidak butuh waktu lama bagi zahra untuk sampai di rumah sakit karena jarak rumahnya dan rumah sakit bisa di tempuh dengan waktu hanya 10 menit saja.
zahra sudah sampai di parkiran rumah sakit, dia mulai melangkahkan kakinya di sepanjang perjalanan banyak suster atau dokter yang menyapanya saat mereka berpapasan.
zahra masuk ke ruangannya dan dia mulai memeriksa pasien - pasiennya.
di rumah zahra sengaja membuka praktek biar orang - orang yang butuh pertolongannya tidak harus pergi jauh - jauh ke rumah sakit.
cukup banyak yang datang kerumah zahra setiap harinya, zahra juga sengaja tidak mematok harga berapa pun yang mereka punya akan zahra terima dengan senang hati.
warga sekitar sangat senang, kalau mereka sakit tidak perlu susah - susah pergi kerumah sakit.
pergi berobat ke tempat zahra saja sudah cukup, apa lagi biaya berobatnya tidak mahal.