
"Dimana Daniel? Kenapa sampai sekarang dia belum datang juga?"
Susan memmenjadi sangat cemas karena sampai satu jam sejak pesta dimulai, pemeran utama laki-laki yang seharusnya datang membawa cincin belum datang juga.
"Aku tidak tahu, Bi. Hilda juga sudah menghubungi nomor Daniel tapi tidak ada yang menjawab"
"Apa benar Daniel memang berencana untuk melamarmu hari ini?"
"Iya Bi. Hilda kemarin memergoki Daniel membeli cincin berlian yang sangat cantik. Itu pasti untukku"
Susan sangat kesal mendengar ketidak pastian yang diucapkan Hilda malam ini. Dari kemarin, Hilda sangat yakin bahwa Daniel akan segera melamarnya. Dan untuk memberi dorongan pada Daniel, Susan sengaja membuat pesta ini. Di luar dugaan, pangeran tampan Hilda itu belum datang juga.
Karena semakin resah, Susan memberanikan diri untuk bertanya pada Nyonya besar keluarga Hamilton. Tapi, sebelum sempat melaksanakan niatnya, Susan melihat Daniel datang juga ke pesta pertunangannya.
"Daniel, senang sekali melihatmu datang"
"Maaf, Bi. Apa Lizzy ada?"
"Apa?" Kenapa calon suami Hilda menanyakan keberadaan pelayan rumahnya?
"Lizzy, dia masih bekerja di rumahmu?"
"Iya, tapi ... "
"Dimana?"
Melihat keseriusan di mata Daniel, Susan tidak memiliki alasan untuk tidak mengatakan keberadaan Lizzy.
"Lizzy mungkin ada di dapur sekarang"
Daniel segera pergi ke arah dapur yang ditunjukkan oleh Susan. Karena penasaran dengan tujuan Daniel, Susan mengikutinya dan juga menunjukkan arah dapur di rumahnya. Dan disitulah, Lizzy yang sedang memeriksa kesiapan makanan pesta ahirnya ditemukan oleh Daniel.
"Perkenalkan, namaku Daniel Hamilton. Katanya, kau dekat sekali dengan Nora"
Lizzy yang merasa bingung dengan kedatangan seorang pemuda tampan dan majikannya yang seperti tergesa-gesa.
"Maaf Tuan, tapi apa maksud Anda?"
"Maafkan aku, mungkin pertanyaanku agak membingungkan. Tapi, apakah kita bisa berbicara di tempat yang tidak terlalu ramai?"
Usul Daniel membuat semua orang yang mengikutinya termmasuk ayah dan ibunya tidak mengerti.
Setelah pindah ke kamar kerja Tuan Hardy, akhirnya Daniel dan Lizzy bisa bicara berdua saja. Mereka tidak tahu kalau semua anggota keluarga Hamilton dan Hardy mendengarkan dari balik pintu.
"Aku ingin bertanya tentang kehamilan Nora sekitar sebelas tahun yang lalu"
Lizzy mungkin merasa sangat bingung saat ini. Tapi, dia akan menjawab secara jujur.
"Setelah Nora hamil dengan Willy. Apakah dia pernah berhubungan badan dengan kekasihnya lagi?"
Lizzy benar-benar tak menyangka pertanyaan itu datang dari seorang Tuan Muda Kaya yang tidak pernah dikenalnya itu.
"Apa maksud Anda? Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?"
"Ini penting sekali. Apakah Nora pernah bercerita tentang hal itu padamu?"
Nora dan Lizzy memang sangat dekat, bahkan lebih dekat daripada saudara kandung. Dan memang Nora bercerita tentang apapun pada Lizzy, termasuk masalah kehamilan dan perilaku Reynold. Tapi, itu adalah kejadian lebih dari sebelas tahun yang lalu. Semuanya sudah berlalu lama sekali. Kenapa juga Tuan Muda Daniel ini menanyakan hal itu?
"Maaf Tuan Muda, saya sebaiknya tidak menceritakan apapun tentang itu"
"Tolonglah, hal itu sangat penting untukku. Apakah setelah Nora hamil, mereka pernah bersama di atas ranjang?"
"Tidak bisa. Aku tidak bisa menanyakan hal ini padanya"
Daniel merasa senang dan marah secara bersamaan saat ini. Setelah dia mengetahui semuanya, perasaan aneh mulai muncul di dalam hatinya. Daniel memang menyukai Nora sejak lama, tapi tidak pernah seperti ini. Dia juga menyayangi William, tapi kali ini perannya berbeda. Daniel-lah ayah kandung William, tes DNA sudah membuktikannya. Tapi, Daniel penasaran pada sesuatu yang sangat penting. Pernahkah Nora berhubungan badan dengan orang lain setelah dengannya? Hal itu membuatnya sangat penasaran. Dan disinilah dia, terpaksa bertanya pada satu-satunya orang yang paling dekat dengan Nora.
"Untuk apa Anda mengetahuinya?" Lizzy masih saja bersikeras untuk menutup mulut tentang hal itu.
"Ini sangat penting. Katakan padaku"
Lizzy masih ragu. Tapi, melihat betapa serius pemuda yang ada di depannya, dia menyerah.
"Sepertinya tidak pernah. Reynold brengsek itu tidak pernah sekalipun menyentuh Miss Nora setelah menghamilinya" jawab Lizzy kesal.
Daniel berteriak senang seperti mendapatkan sesuatu yang sangat berharga baginya. Hal itu kembali membuat Lizzy bingung.
"Terima kasih. Terima kasih"
Daniel keluar dari kamar dan melihat tatapan semua orang kepadanya. Ibunya melihatnya dengan tatapan penuh curiga, begitu juga ayahnya.
"Aku akan menjelaskan semuanya nanti. Aku harus pergi dulu"
Saat kebingungan semua anggota keluarga belum terjawab, Daniel berlari pergi dari pesta dan meninggalkan Susan Hardy dalam keadaan sangat menyedihkan. Pesta pertunangan yang diadakannya dengan mewah dan meriah ternyata tidak dapat membuat Daniel berlutut di hadapan Hilda dan melamarnya. Apaa sebenarnya yang ditanyakan Daniel pada Lizzy di dalam ruang kerja suaminya? Lizzy hanyalah pelayan di rumahnya.
Disaat Susan harus dipusingkan dengan keadaan rumit di rumahnya. Daniel membawa mobilnya melesat ke arah sebuah gedung apartemen yang selama lima bulan ini tidak pernah didatanginya. Dengan cepat, dia naik ke lantai dua dan sudah berdiri di depan pintu apartemen milik Nora. Daniel mencoba menenangkan adenlin yang terlanjur mengalir deras di tubuhnya dan mengetuk pintu dengan sedikit keras. Pintu terbuka sekitar seepuluh detik kemudian dan seorang anak laki-laki muncul di hadapannya. William, anaknya yang sudah berusia sepuluh tahun melihatnya.
Daniel benar-benar tidak percaya bahwa anak yang diberinya nama secara tidak sengaja merupakan anak kandungnya sendiri. Dia melihat kelahiran William dalam video dan merasa takjub dengan suara tangis yang didengarnya. Meskipun terkejut dengan kenyataan bahwa dia telah menjadi ayah seorang anak berumur sepuluh tahun, Daniel tidak bisa menyangkal keberadaan William sekarang.
"Siapa Willy?"
Nora muncul dari balik pintu mengenakan dress berwarna krem dengan mengulung rambutnya di belakang kepala, sedehana tapi cantik.
"Daniel? Apa yang kaulakukan disini?"
Pada awalnya memang dia sangat terkejut dengan kenyataan ini. Tapi sekarang, dia merasa sagat bahagia. Perlahan dia masuk dan memeluk Wiliiam dengan erat. Sekarang, dia ingin memberikan segala yang dimilikinya untuk anak dan perempuan yang akan menjadi istrinya nanti.
"Paman, Sesak"
"Ayah akan sangat menyayangimu mulai sekarang. Ayah disini sekarang. Ayah akan melindungimu"
Daniel melepaskan pelukannya dan melihat wajah bingung yang dia lihat sebelumnya dari Lizzy. Tentu saja, semua ini sulit dimengerti seperti saat dia pertama kali mendengarnya.
"Willy, paman bukanlah paman bagimu. Paman adalah ayah kandungmu"
Mata William membulat seakan mendengar kebhongan. Nora juga tidak merasa terkejut dengan kebenaran yang dikatakan oleh Daniel.
"Nora" Daniel mendekati Nora yang sedang memegang mangkuk. Sepertinya Nora sedang membuat kue untuk William.
"Nora, apa kau ingat malam di Imperial Hotel sebelas tahun lalu?" lanjut Daniel semakin mendekat ke arah Nora.
"Apa yang ingin kaukatakan sebenarnya?"
"Aku ... adalah laki-laki yang bersamamu malam itu"
Nora terlihat berpikir sejenak lalu menjatuhkan mangkuk yang ada di tangannya.
"Tidak mungkin ... tidak, itu bukan"
"Ada alasan Martin begitu melindungi Willy. Ada alasan kenapa Martin memanggil William Tuan Muda Kecil. Itu semua karena Martin mengetahui kenyataan bahwa pria yang melakukan hal itu denganmu adalah aku. Dan anak yang kau kandung saat itu adalah anakku. William adalah anakku"