I JUST ... LOVE YOU

I JUST ... LOVE YOU
Sepuluh Tahun Lalu



Malam ini, Reynold mengajakku menghabiskan waktu bersama di sebuah hotel yang bisa dibilang sangat mahal. Dia pasti ingin bersamaku saat pergantian waktu terjadi. Senang sekali.


Reynold Quentin memang salah satu laki-laki populer di Universitas kami. Dan secara mengejutkan dia adalah kekasihku. Kami menghabiskan banyak waktu bersama walaupun aku harus tetap bekerja paruh waktu. Aku merasa sangat bahagia sekarang dan memakai dress putih yang sangat kusukai untuk pergi. Tak lama, Rey datang dengan mobilnya dan tersenyum hangat padaku.


"Kemana kita akan pergi?"


"Imperial Hotel"


Wah, kami akan pergi ke hotel yang hanya dikunjungi oleh kaum kalangan atas itu? Meskipun aku adalah salah satu anggota keluarga Hardy, keluargaku tidak pernah mengajakku kesana. Itu semua karena mereka dengan sengaja tidak mengajakku. Dan sekarang, aku akan pergi kesana bersama satu-satunya orang yang menyayangiku.


Reynold benar-benar mengajakku makan malam di restoran yang sangat mahal ini. Sepertinya, pakaianku tidak sesuai dengan semua orang yang ada disini.


"Apa kau senang?" tanyanya lalu memegang tanganku dengan lembut.


"Tentu saja" Hangat sekali. Bagaimana bisa aku mendapatkan laki-laki yang menyayangiku seperti ini.


"Makanlah, kita akan naik ke kamar di atas malam ini"


Ke kamar? Apakah Reynold bermaksud untuk ... itu. Bagaimana ini, aku belum siap menyerahkan diri padanya. Tapi, Reynold mencintaiku. Dia akan menjadi lebih cinta padaku kalau kami melakukannya hari ini.


Di luar hotel, datanglah beberapa mobil sport yang berhenti sesukanya. Dari semua mobil, keluarlah tujuh anak yang kira-kira masih berumur 18 tahun masuk ke dalam hotel. Merka membuat petugas hotel agak repot tapi ada beberapa orang yang menyelesaikan semuanya. Daniel dan beberapa orang temannya yang masih di bawah umur datang ke hotel yang dimiliki oleh keluarganya untuk menikmati malam pergantian tahun. Dengan semua uang yang dimiliki orang tuanya, Daniel menjadi raja di seetiap tempat yang didatanginya. Dan pengawalnya yang setia bernama Martin mengawasi dari jarak yang aman. Bersama puluhan pengawal lain yang ditugaskan oleh ibu Daniel.


Tidak bersama orang tuanya di berbagai kesempatan menjadikan masa muda Daniel sangat bebas. Dia akan berbuat apa saja bersama temannya hanya untuk sekedar bersenang-senang. Hanya satu hal yang tidak pernah dilakukan pewaris perusahaan suku cadang besar itu. Bermain perempuan. Saat ini, Daniel masuk ke dalam kamar yang sudah dipesannya dan terdapat berbagai makanan yang telah disiapkan sebelumnya. Mereka menyalakan musik sekeras mungkin dan bermain sepuasnya.


Martin berdiri di luar kamar dengan beberapa pengawal lainnya. Menjaga tuan mudanya tetap aman bermain dengan temannya.


Pergantian tahun akan segera datang dan Martin masih berjaga di depan pintu saat Daniel keluarĀ  dari kamar dalam keadaan hampir tidak sadar karena minuman keras yang diminumnya. Martin sudah memeriksa semua makanan dan minuman yang masuk ke dalam kamar tapi dia meremehkan kenakalan Tuan Mudanya. Daniel berjalan ke kanan dan kiri lalu tidak sengaja mendorong sebuah pintu kamar hotel yang terbuka. Tanpa diduga oleh Martin, Daniel muda masuk ek dalam kamar itu. Martin segera menahan pintu dan mencoba untuk menarik Tuan Mudanya keluar.


"Apa yang kaulakukan?" ucap Daniel marah.


"Apa masalahmu??"


Martin masih berusaha membawa Tuan Mudanya saat suara seorang perempuan terdengar dari dalam kamar.


"Rey? Apakah itu kau? Aku sudah mematikan lampu seperti permintaanmu"


Daniel bereaksi dan melepaskan tangan Martin yang menahannya. Sayang sekali, Tuan mudanya terlepas begitu saja dan seger menghampiri bayangan perempuan yang ada di dalam. Suara kecupan mulai terdengar dan Martin bisa merasakan bahaya di dalam kejadian ini. Bisa saja perempuan itu memang sengaja membuka pintu agar Tuan muda datang ke kamarnya. Atau, bisa saja perempuan itu ingin mencelakai Daniel.


Dengan segala pemikiran buruk, Martin menerjang masuk ke dalam ruangan dengan tempat tidur yang gelap dan melihat sesuatu yang seharusnya tidak dilihatnya. Dengan segera dia keluar dari kamar itu dan mulai membersihkan pikirannya. Taun Mudanya, melakukan sesuatu dengan seorang perempuan yang sama sekali tidak dikenalnya. Martin segera menghubungi pihak keamanan untuk mengawasi lorong hotel dan pengawalnya mulai bersiap di segala sisi.


Aku merasa Reynold sangat lembut hari ini. Kupikir, melakukannya untuk yang pertama kali akan sangat menyakitkan, tapi sekarang aku menikmmatinya. Hanya saja, ada bau menyengat setiap kali aku mencium reynold. Tapi, tidak kupikirkan lagi saat dia mulai mencium semua bagian tubuhku dan membuatku bergetar hebat. Aku tidak lagi menahan diri dan membalas semua sentuhan kekasihku itu. Kami memang datang kemari untuk ini, maka aku akan membuatnya memilikiku seutuhya.


Tidak tahu berapa lama kami melakukannya, tapi udara panas diantara kami mulai membuatku mengantuk. Badanku juga rasanya sangat lelah, karena itu aku mencium Reynold untuk terakhir kalinya lalu tertidur.


Daniel merasa sangat puas melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukannya sebelumnya. Ternyata, berhubungan dengan seorang perempuan rasanya sangat menyenangkan. Daniel melihat perempuan yang tidur di sebelahnya dan menyalakan lampu meja di samping ranjang. Cantik sekali, seperti peri yang sedang tertidur. Apa Martin yang memilihnya untuk Daniel? Daniel tersenyum dan mencium rambut panjang bergelombang perempuan yang dipeluknya lalu menjelajahi tubuhnya lagi sebelum memakai pakaiannya lagi dan keluar kamar.


"Martin, ternyata kau hebat sekali. Aku sangat puas" Itulah kata -kata terkahir daniel lalu pingsan di depan pengawalnya. Martin segera memanggil pengawal lain untuk membawa Tuan Mudanya ke rumah sakit dan juga menjaga kamar hotel di depannya.


"Dimana aku?" tanya Daniel pada seorang dokter yang memeriksanya.


"Tuan Muda mengalami kelelahan. Sebaiknya Anda beristirahat" jelas Martin yang ada disampingnya.


Daniel tidak tahu kalau saat ini Martin memiliki kecemasan sendiri. Cemas kalau perempuan yang ada di dalam kamar itu membuka matanya. Dan benar saja. Martin mendapat laporan dari pengawal lainnya bahwa perempuan itu pergi dengan tenang dari hotel dan tidak melakukan apapun yang mencurigakan. Martin segera mengutus teman kepercayaannya untuk mengikuti perempuan itu disaat dia masih menjaga Tuan Mudanya.


Beberapa hari kemudian, Martin mendapat kabar kalau perempuan itu ternyata mengandung. Dengan segera dia pergi ke rumah sakit tempat perempuan itu memeriksakan diri dan menemukan seorang Nora yang berumur 22 tahun menangis di pinggir jalan. Sepertinya, perempuan ini sama sekali tidak tahu siapa yang menghamilinya. Martin tetap akan mengawasinya agar tidak membuat masalah.


Sembilan bulan kemudian, Martin sangat terkejut melihat temannya yang bertugas untuk mengawasi perempuan itu datang ke rumah sakit tempat Daniel dirawat karena patah tulang. Dan akhirnya, seorang bayi laki-laki yang tampak mirip dengan tuan mudanya lahir ke dunia ini. Martin tetap mengutus temannya berjaga di dekat penerus keluarga Hamilton itu. Dan sampai saat ini, sepuluh tahun kemudian, teman Martin masih mengawasi perempuan itu dan anaknya yang berumur sepuluh tahun.