I JUST ... LOVE YOU

I JUST ... LOVE YOU
Tiba-Tiba Melamar



"Apa kau menghinaku?"


"Aku tahu kalau aku menyedihkan karena tidak memiliki suami dan pekerjaan, juga memiliki eorang anak yang berumur 10 tahun. Tapi, bukan berarti aku harus melakukan hal itu untuk mendapatkan uang" Beraninya Daniel berpikir seperti itu tentangku.


Daniel tidak menjawab tuduhanku dan merogoh sakunya. Sebuah kotak kecil dengan cincin berlian yang sangat sederhana ada di dalamnya. Apa dia serius?


"Aku akan menikah dengan seorang perempuan yang tidak kusukai. Keluarganya ingin mencari keuntungan dari pernikahan ini dan aku tidak menyukainya. Bisakah kau mengeluarkan aku dari masalah ini dengan menjadi istriku?"


Aku masih tidak mengerti dengan semua ini. Yang ada di pikiranku adalah Daniel memanfaatkan keadaanku.


"Aku memiliki apretemen yang luas, kendaraan untuk pergi kemanapun, pekerjaan tetap dengan gaji besar dan asuransi diri berjumlah milyaran. Yang lebih baik lagi adalah Willy akan mendapatkan pendidikan yang kau inginkan, tutor terbaik dan tidak akan pernah disibukkan dengan indah rumah"


Tawaran Daniel mulai membuat hatiku bergetar. Memang aku membutuhkan semua itu, apalagi untuk William. Tapi, apakah aku akan mengambl rsiko sebesar ini hanya untuk uang? Yang diinginkan Daniel adalah seorang istri, itu berarti aku harus melayaninya dari pagi sampai ... . Uhh, aku tidak berani membayangkannya karena merasa takut pada diriku sendiri.


"Daniel, aku berumur lima tahun lebih tua. Bukankah lebih baik, kau menikahi seseorang yang lebih muda dan tidak memiliki anak? Bagiku, kau hanya ingin mengejekku karena kesulitan yang sedang kuhadapi"


Sangat menggiurkan, tapi sangat tidak masuk akal.


"Aku tidak bermaksud seperti itu. Kita menikah lalu aku akan memberikan semuanya untukmu dan Daniel. Kau tidak perlu bekerja dan menerima uang belanja setiap bulan dariku"


"Tapi, Daniel. Ini tidak akan berhasil. Menikah seperti itu tidak akan menghasilkan apa-apa" tegasku membuat Daniel berhenti menawarkannya padaku.


"Bagaimana kalau aku bisa membuatmu kembali menjadi anak kedua keluarga Hardy yang tidak akan pernah direndahkan lagi"


Daniel tahu alasan ayah dan ibu Nora datang ke apartemen kecilnya. Mereka menekan Nora untuk menyingkir dari hidup mereka demi pernikahan Daniel dan Hilda. Tentu saja itu sangat konyol karena yang ingin dinikahi Daniel sebenarnya adalah Nira. Dan yang seharusnya menyingkir adalah Hilda.


"Bagaimana kau tahu kalau aku ... " Mendengar Daniel berkata seperti itu, timbul rasa marah dalam diriku. Beraninya dia menilai apa yang paling kubutuhkan dalam hidup ini.


Aku meletakkan lap di atas meja dan beranjak pergi dengan beberapa pasang mata yang mengawasi. Daniel yang tidak puas dengan jawabanku berusaha mengejar sampai aku melihat dua orang yang paling tidak ingin kutemui. Nenek sihir dan calon menantunya.


"Kak Nora? Apa yang kakak lakukan disini?"


Hilda tampak sangat terkejut melihatku ada di dalam restoran ini. Matanya menjelajah dan memegang semua barang yang kupakai. Dari baju, tas dan sepatu.


"Aku hanya ... " Belum sempat aku mengatakan alasanku ada disnih, ada seorang Nyonya yang berjalan ke arah Hilda dan memeluknya hangat. Aku sangat mengenal gaya berjalan itu, dia adalah Nyonya Besar Hamilton, ibu dari calon suami Hilda.


"Kau?? Apa yang kau lakukan disini?"


Aku bisa melihat kalau Hilda dan nenek sihir itu tidak pernah menyukaiku, entah kenapa. Aku tidak pernah berbuat salah pada keduanya. Tentu saja aku diam karena kami berada di restoran yang ramai dengan pengunjung.


"Apa kau makan disini? Bagaimana bisa mereka menginjinkanmu masuk?" tanyanya merendahkanku.


Sebelum nenek tua itu berkata yang tidak-tidak, Daniel berhasil menyusulku.


Nenek sihir dan Hilda melihat ke arah Daniel seperti mereka mengenalnya. Tapi, tatapan tidak senang di wajah Hilda dan nenek sihir itu saat melihatku, membuatku sangat tidak menyukainya.


"Ibu"


"Apa yang ... apa kalian berdua datang bersama?" tanya Hilda agak terbata.


Aku tidak percaya kalau selama ini, laki-laki yang sering datang ke rumahku adalah Daniel Hamilton, calon suami Hilda. Jadi, yang Daniel bicarakan tentang perempuan yang tidak disukainya itu adalah sepupuku.


"Iya, aku mengajaknya makan siang" jawab Daniel singkat.


"Kalian kenal? Bagaimana bisa?"


Karena suasana menjadi semakin tidak bisa diprediksi. Daniel, aku, Hilda dan ibunya pergi ke suatu restoran yang lebih private dan memiliki dinding pelapis yang tebal.


"Jelaskan padaku, apa yang terjadi?" Nenek tua itu benar-benar sehat. Dari tadi berteriak, dia tidak merasa sakit di tenggorokannya. Dan Hilda ... dari tadi selalu melihatku tanpa pernah sekalipun mengalihkan pandangannya. Membuatku tidak nyaman saja.


"Aku melamar Nora, untuk menjadi istriku"


Kata-kata Daniel membuat mata Hilda melotot dan nenek sihir itu seperti ingin menyihirku dari tempatnya.


"Apa? Daniel, apa kau tahu kalau perempuan itu sudah memiliki anak haram?"


"Aku tahu"


"Lalu kenapa kau masih ingin menikahinya saat ibu memperkenalkan Hilda padamu"


Nenek sihir itu berjalan ke arahku dan aku dapat firasat kalau kata-kata hinaan akan kembali keluar dari mulutnya.


"Kenapa bisa perempuan kotor sepertimu menggoda anakku?"


Aku tidak percaya seorang perempuan yang juga menjabat sebagai Nyonya Besar keluarga Hamilton mengatakan hal itu kepadaku. Tentu saja Daniel maju untuk menghentikan perkataan ibunya tapi aku tidak tahan lagi. Akulah yang menhadi korban dengan adanya rencana pertunangan Hilda dan anaknya. Dan akulah yang harus menanggung semua hinaan yang seharusnya tidak datang kepadaku. Aku tidak akan menerima lagi hinaan ini.


"Daniel" kataku


"Aku menerima lamaranmu"


Huh, buarlah nenek sihir itu terkena serangan jantung, aku tidak peduli. Inilah hukumannya karena selalu menghina dan mengejekku apalagi William.


Daniel melihatku tidak percaya kemudian tersenyum. Dia mengeluarkan cincin dari kantung jasnya dan segera memasangkannya di jari manis kiriku. Pas sekali, bagaimana bisa Daniel melakukannya.


"Apa??? Kenapa ??? Kalian ???"


Teriakan ibu Daniel memecah suasana romantis ini dan Hilda mulai menangis. Kenapa dia menangis?


"Aku tidak akan pernah membuangmu dari hidupku. Willy dan Nora Hardy adalah keluargaku sekarang" bisik Daniel membuatku tersipu di tengah-tengah drama yang dimainkan Hilda dan Nyonya Hamilton.


Dan tiba-tiba saja, rasa menyesal menyelimutiku saat kulihat riasan Hilda yang luntur karena tangisannya. Apa aku melakukan kesalahan karena menerima lamaran Daniel. Tapi, aku hanya ingin membungkam mulut nenek sihir itu.


Tunggu ... kalau aku benar-benar menikah dengan Daniel, nenek sihir itu akan menjadi ibu mertuaku. Dia pasti akan membuatku menderita seumur hidup. Apa aku bisa membatalkan lamaran ini? Tapi Daniel terlihat sangat senang sekarang. Ya Tuhan, apa yang harus kulakukan?