
Setelah kedua orang tuaku yang sangat tidak berperasaan itu datang, rumah memuatku sesak. Aku membuka bungkusan tas dan memulai pekerjaanku. Kalau dalam satu hari aku bisa menyelesaikan 250 biji tas maka dalam satu bulan aku akan mendapatkan gaji dua kali lipat dari di minimarket.
"Ibu kenapa?" tanya William yang baru pulang dari sekolah
"Jari ibu rasanya mati rasa" kataku dengan wajah lelah dan kesakitan. Kenapa?Kenapa semua ini tidak berjalan seperti yang kubayangkan? Kenapa ini sulit sekali?
"Jangan memaksakan diri!" William mengambil handuk yang direndam air hangat dan menekannya di taanganku. Rasanya sangat menyenangkan.
"Ibu harus melipat dan membuaat 250 tas hari ini. Tapi sepertinya, ibu tidak sanggup" Sungguh mengecewakan. Bagaimana bisa aku dikalahkan oleh pekerjaan yang sangat mudah seperti ini. Sebelumnya aku selalu bisa membuat pekerjaanku mudah tapi ini sungguh sulit.
"Apa yang terjadi?" Aku mendengar suara Daniel. Apa dia datang malam ini juga?"
Ternyata William yang membukakan pintu untuk Daniel. Aku hanya bisa tersenyum di atas tumpukan tas yang sudah terbuka dan belum selesai diliipat.
"Aku meremehkan kekuatan pekerjaan semudah ini"
Aku, Willy dan Daniel tertawa bersama diantara tumpukan tas dan aku mulai menyiapkan makan malam yang terlambat.
"Apa aku boleh membantumu?" tanya Daniel saat akhirnya kami makan malam
"Membantu apa?"
"Maksudku ... pekerjaan"
William dan aku melihat ke arah Daniel lalu bertatapan. Situasi yang kuhadapi kali ini memang agak berbeda dari biasanya. Tidak boleh meminta bantuan ayah, keluar dari apartemen, kehilangan pekerjaan dan sangat sulit mendapatkan pekerjaan baru, sedangkan waktu semakin membuatku terdesak. Mungkin sekarang saatnya menerima bantuan orang lain.
"Apa kau punya posisi unttukku di perusahaanmu?"
Daniel merasa sangat senang ktika akhirnya Nora menyerah pada harga dirinya yang besar dan menerima bantuannya. Tidak hanya posisi di perusahaan, tapi posisi sebagai Nyonya Hamilton akan diserahkan Daniel padanya.
"Tidak, bukan perusahaan. Tapi ..."
"Oh begitu, kalau begitu jangan terbebani dengan ini, Oke?" kataku membuat Dan iel diam. Aku tidak ingin menyusahkan orang lain dengan masalahku. semoga saja ada pekerjaan yang bisa kulakukan selain melipat tas. aku tidak boleh menyerah.
Daniel kesal mendengar kata terbebani dari mulut Nora. Mungkin ini saatnya membuat Nora menjadi bagian dari hidupnya.
"Datanglah ke restoran ini besok siang" kata Daniel lalu mengeluarkan kartu nama restoran yang sering didatangi oleh keluarganya.
"Kau akan tahu pekerjaan mu besok"
Aku mengambil kartu nama sebuah restoran yang kutahu sering didatangi para orang kaya termasuk keluarga Hardy. Apakah tidak masalah kalau aku datan g ke restoran ini besok siang? Ayah, ibu sudah memeperingatkanku tentang berdekatan dengan mereka. Dengan datang ke restoran ini, apakah aku menyalahi perintah mereka. Atau aku bisa tidak peduli karena masalah perut lebih penting daripada pernikahan Hilda dan Tuan muda Hamilton itu.
"Baiklah, aku akan datang besok"
Kami bertiga makan malam dengan tenang dan aku meminta bantuan seseorang untuk mengambil semua bahan tas yang terlanjur ada di rumahku kembali. entu saja aku tidak lupa meminta maaf karena hal ini.
Keesokan harinya, benar-benar muncul beberapa orang yang membawa pergi semua tas dan bahannya itu dari apartemenku yang sempit. Mereka terlihat marah tapi aku juga memberikan uang ganti rug yang diharuskan. Setelah semuanya selesai, aku pergi ke kamar dan melihat-lihat pakaian yang harus kukenakan siang nanti. Belum sempat memutuskan, ada seseorang yang adatang ke apartemen dan memberikan sebuah kotak yang berisi gaun biru beserta tas tangan putih, bahkan sepatu yang berwarna senada.
Wah
Gaun tanpa lengan dengan bawahan selutut yang lebar. Dan warna biru dengan corak bunga putih ini sangat mengagumkan. Aku tidak pernah sekalipun memakai gaun seperti ini seumur hidup. Tidak pernah datang ke pesta dan acara resmi keluarga apapun.
Tapi, pekerjaan apa yang membutuhkan pegawainya berpakaian seperti ini. Manajer restoran, marketing atau pelayan? Rasanya terlalu mewah untuk semuanya.
"Pekerjaan apa yang mengharudkan aku memakai gaun ini?" tanyaku pada Daniel melalui pesan.
"Pakailah dan temui aku tepat pukul 12.00 di restoran itu. Aku akan menunggu" balas Daniel cepat.
Meskipun ragu, sepertinya aku harus tetap memakainya. Satu jam lagi pukul 12 dan aku harus bersiap. Menata rambut, merias wajah sedikit dan memakai gaun yang sangat cantik itu. Aku berdiri di depan cermin dan melihat pantulan diriku sendiri. Ternyata, aku masih cantik dan kurus untuk perempuan yang sudah memiliki anak.
Dan tidak kusangka, terlalu sering melihat dirimu sendiri di cermin menghabiskan waktu sebanyak ini. Aku harus segera berangkat ke restoran yang dimaksud Daniel.
Menaiki taksi, aku sampai tepat pukul 12 siang di depan restoran. Pegawai restoran mempersilahkan aku duduk di tempat yang sudah dipesan padahal aku tidak mengatakan apapun.
Lima menit ... sepuluh menit berlalu dan para pelanggan restoran mulai memenuhi semua meja. Sepertinya jam makan siang sudah berlalu, tapi Daniel belum juga datang. Apa yang harus kulakukan?
Aku melihat ke arah pintu terus menerus dan akhirnya melihat sosok yang kutunggu dari tadi. Tapi, ada yang aneh. Semua pelayan tiba-tiba membungkuk pada Daniel dan terjadi keramaian di tiap meja. Seperti mereka senang sekali bisa melihat Daniel di tempat ini.
"Maafkan aku, banyak pekerjaan yang harus kuurus" Daniel melingkarkan tangannya ke bahu lalu memberikan ciuman singkat di dahiku. Sungguh mengejutkan. Dan yang lebih mengejutkan adalah reaksi semua irang di sekitar kami.
"Apa yang kau lakukan?"
"Apa? Aku minta maaf karena membiarkan perempuan secantik dirimu menunggu sendirian selama sepuluh menit"
Benar-benar, aku tidak bisa berkata apapun karena semuanya terlalu mengejutkan. Tapi, Daniel hanya seperti Daniel yang biasa.
"Apa kau sudah memesan makanan?"
"Belum, karena kukira harus menunggumu"
Daniel memberi isyarat pada pelayan dan mereka segera menyajikan makanan di meja kami. Seandainya aku bisa mengajak William ke restoran ini, dia pasti senang sekali bisa makan makanan enak ini.
"Lalu, pekerjaan apa yang harus kulakukan dengan memakai gaun ini?"
"Aku ingin kau menjadi istriku"
Apa?? Apa aku tidak salah dengar?
"Istri?? Apa maksudmu?"
"Aku melamarmu untuk menjadi istriku"
Apa semua ini tipuan. Kenapa menjadi istri adalah sebuah pekerjaan. Atau Daniel hanya ingin menghinaku karena aku memiliki anak tanpa menikah sampai sekarang.