
"Tidak Mungkin"
Daniel merasa kepalanya berat karena mendengar penjelasan Martin yang tidak masuk akal. Bagaimana mungkin kebetulan seperti itu terjadi antara dia dan Nora? Ternyata ... ternyata William ... anaknya?
"Tidak mungkin, kau pasti sedang menghiburku sekarang. Wanita yang mengaku di depan media itu?"
"Dia adalah salah satu pelayan hotel yang mengetahui semuanya. Uang tersebut kami gunakan untuk menutup mulutnya"
Sungguh, Daniel merasa tidak mengerti bagaimana semua itu terjadi. Yang dia ingat saat itu hanyalah rasa sakit karena mabuk. Dia sama sekali tidak merasa melakukannya kepada siapapun. Hanya sekelebat bayangan perempuan yang mendesah di telinganya, karena itulah dia tidak menyangkal kesalahannya. Tapi, perempuan yang mendesah itu ternyata adalah Nora?
Kebetulan macam apa ini? Dan yang lebih membuatnya bingung. Dia bertemu perempuan itu saat melahirkan anaknya yang ternyata adalah anak Daniel. Kebetulan macam apa ini?
"Apa kau sudah melakukan tes pada William? Benarkah dia anakku?"
"Segera setelah Tuan Muda kecil lahir, kami melakukan serangkaian test dan mendapatkan hasil kalau Tuan William benar putra Anda"
Rasanya, kaki Daniel lemah sekali sekarang. Dia bahkan harus menopang badannya di pinggir meja hanya untuk berdiri tegak.
"Kenapa? Kenapa baru sekarang kau mengatakan semua ini?"
"Sebenarnya, saya tidak ingin membuka semua ini sampai kapanpun. Nona Nora telah memutuskan untuk membesarkan Tuan muda kecil dan selama ini. Dan saya rasa semua itu adalah hal yang terbaik untuk Tuan Muda Kecil. Bahkan sekarang"
"Jadi, kalau aku tidak berniat menghancurkan Nora, kau tidak akan bicara??" Daniel mulai sedikit marah dengan keputusan Martin untuk merahasiakan semua darinya.
"Nona Nora dan Tuan William telah mengalami semua kesulitan sampai hari ini. Akan sangat buruk bagi mereka untuk mendapatkan kesulitan lagi dalam kondisi sekarang"
"Apa? Akulah yang membuatnya dalam kesulitan. Dia diusir oleh keluarganya karena mengandung anakku dan kembali dibuang karena rencana pertunanganku dengan Hilda"
Martin tidak dapat membalas pernyataan itu karena semuanya benar. Tuan Mudanya yang membuat kehidupan seorang Nora Hardy menjadi sangat sulit sampai sekarang. Termasuk keluarganya yang memang melakukan banyak kesalahan besar dalam pengasuhan Nona Nora.
Sekarang, Daniel tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia hanya dapat meihat keluar kaca besar yang ada di kantornya.
"Apa kau memiliki rekaman saat William lahir?" tanyanya tiba-tiba.
"Bawa semua rekaman yang kalian punya tentang keduanya kemari. Batalkan semua urusanku hari ini"
"Tapi, masalah pertunangan yang akan diadakan hari ini?" Martin mengingatkan Danial pada sesuatu yang tidak penting.
"Biarkan mereka mengadakan pesta yang mereka inginkan. Aku tidak akan datang"
Martin mengangguk hormat dan memerintaahkan semua rekaman tentang Tuan Muda Kecil yang dimiliki oleh pengawal dikirimkan ke kantor Daniel. Dan disanalah Daniel selama lebih dari lima jam, melihat suara, tawa, langkah pertama yang dilakukan William kecil. Yang terlihat tidak hanya Willia. Daniel juga menatap gambar seorang perempuan yang sedih, menangis dan tersenyum sangat cantik di semua rekaman itu. apa yang sebenarnya dia lakukan selama ini?
Selama lima tahun dia pergi meninggalkan negeri ini untuk kuliah dan mewarisi perusahan dengan mudahnya. Dan di dalam rekaman yang dilihatnya, perempuan itu begitu kesulitan melahirkan, merawat dan membesarkan anak mereka. Rasa bersalah merasukinya ketika wajah Nora muncul di dalam video rekaman, sedang bermain dengan William yang baru berusia dua tahun. Mereka terlihat sangat bahagia tanpa kehadirannya. Apa yang harus dilakukannya setelah mengetahui semua ini?
Di pusat kota, aku sedang melayani pelanggan terakhir sebelum akhirnya pulang kaena shift yang berakhir. Teman yang menggantikanku berusia sepuluh tahun lebih muda tapi dia memiliki pengalaman yang sangat banyak tentang make-up. Lebih dari satu jam sebbelum pulang, aku selalu belajar tentang alat rias dan semua jenis make up yang kami jual. Semua usaha itu terbayar dengan kelancaranku berbicara di depan pelanggan. Kini, aku hanya perlu menambah pengetahuan tentang bahan yang digunakan produk kami saja.
"Aku sudah mencatat semuanya di kertas ini. Kak Nora bilang saja kalau kurang sesuatu"
"Baiklah. Aku pulang dulu"
Senang rasanya memiliki teman kerja yang baik seperti ini. Aku mengganti pakaianku dan segera pergi ke tempat bakery di lantai dasar.
Selesai membeli roti kesukaan William, aku keluar dari Mall lewat pintu depan. Bus akhirnya datang dan aku melompat ke dalamnya. Di dalam bus, lagi-lagi ada banyak orang yang sedang menonton berita terbaru hari ini. Kebanyakan dari mereka adalah para ibu sepertiku yang sedang menjemput anaknya. Karena penasaran, aku memuka ponsel dan melihat suasana pertunangan Daniel dan Hilda. Rumah keluarga Hardy, rumahnya, disulap sangat indah dengan bunga mawar yang berjumlah tak terhingga.
Para tamu mulai berdatangan saat pembawa berita menyampaikan kabar bahwa keluarga Hamilton telah datang di depan rumah. Jariku segera menekan tombol untuk mematikan ponsel dan aku melihat keluar jendela bus. Aku tidak perlu melihat semuanya. Dengan jelas, aku mendengar Hilda dan Daniel akan segera bertunangan dan menikah. Akhirnya, cincin peninggalan nenek Daniel berada di jari perempuan yang tepat.
Tiba-tiba saja, air mata mengalir di pipiku entah karena apa. Air mata ini tidak berhenti mengalir dan aku terpaksa menutup wajah dengan kedua tanganku. Ada apa denganku? Aku sendiri yang menolak Daniel dengan alasan dia berhak mendapatkan perempuan yang lebiih baik. Tapi kenapa aku menangis setelah melihat berita itu? Karena suara tangisku mulai terdengar keras, aku memutuskan untuk segera turun dan tidak membiarkan mereka tahu keadaanku. Apartemen masih sekitar lima kilometer lagi dan aku memutuskan untuk berjalan.
Sepanjang perjalanan, air mataku tidak berhenti mengalir, kini aku merasa marah terhadap diriku sendiri.
"Dia bukan orang yang tepat untukku. Bukan. Aku hanyalah perempuan yang sudah memiliki anak diluar nikah. Perempuan hina yang hanya bisa mempermalukan keluarga" Itu kata-kata yang terus kuucapkan di sepanjang jalan sampai tiba di depan gedung apartemen. Akhirnya, air mata itu berhenti mengalir dan meninggalkan aku dalam kehampaan. Aku berjalan dengan malas, masuk ke dalam apartemenku yang kecil. Seandainya saja aku tidak bermalam dengan Reynod di malam tahun baru sebelas tahun lalu. Seandainya aku tidak pernah mengenalnya. Seandainya aku adalah anak perempuan yang penuh kasih sayang dari orang tuanya. Sandainya saja aku bukan Nora Hardy. Pasti hidupku tidak akan begitu menyusahkan seperti ini.
Selama lebih dari tiga puluh tiga tahun hidupku, baru kali ini terbesit keinginan untuk menghilang saja dari dunia ini. Toh, tidak akan ada yang tahu kalau aku tidak ada. Dunia pasti akan tetap berputar. Keluarganya tidak akan pernah mencarinya dan Daniel tetap menikah dengan Hilda. Tidak ... tidak ... aku tidak boleh berpikir seperti ini. William ... William membutuhkanku. Setidaknya, di dunia ini ada satu orang yang mengharapkanku berada di sisinya. Anakku. Dia akan tetap membutuhkanku sampai berumur cukup untuk melanjutkan hidupnya sendiri. Setidaknya, sampai saat itu tiba, aku akan tetap menemaninya.
Kesadaranku kembali dan aku berjalan menuju dapur lalu memasak seperti biasanya. William akan pulang sebentar lagi. Dia pasti lapar dan lelah. Aku harus menyambutnya dengan senyum dan makanan super enak.