I JUST ... LOVE YOU

I JUST ... LOVE YOU
Kecurigaan



Daniel menghabiskan sehari penuh waktu bersama Nora dan William di apartemen kecil .Walapun tanpa pelayan, asisten dan seluruh fasilitas mewah yang dimilikinya, Daniel merasa bahagia. Dapat melihat tawa Nora yang lepas, mendengarkan keluh kesah hidupnya dan bermain dengan Willy, ternyata memberinya energi penuh untuk menjalani hari ke depannya.


Malam ini, Daniel terpaksa pergi dari Nora dan Willaim karena masalah pekerjaan yang tidak bisa ditunda lagi. Dia telah libur selama lebih dari dua puluh jam. Libur terlama yang tidak pernah dilakukannya sejak Daniel mengambil jabatan Presdir dari ayahnya.


"Paman harus pergi?" rengek William membuat langkahnya berat untuk pergi.


"Willy, Paman Daniel memiliki pekerjaan untuk diurus. Willy tidak boleh menahannya" jawab Nora tegas pada anaknya. Kalau boleh memilih, Daniel ingin terus berada di apartemen ini, tapi ... kata-kata Nora tadi pagi agak mengganggunya.


Anak muda, begitulah Nora memanggilnya.


"Martin, apakah aku terlihat muda?"


Martin yang baru saja menjemput Tuan Mudanya merasa bingung dengan pertanyaan itu. Tapi, tuan mudanya memang terlihat sangat muda untuk usianya. Sebagai satu-satunya penerus perusahaan otomotif warisan kakek buyutnya, Tuan Muda Daniel juga mewarisi badan tinggi gagah milik kakeknya.  Belum lagi wajah Latin milik Nenek buyutnya yang menurun pada Tuan Mudanya, membuatnya semakin terlihat tampan.


Begitu banyak perempuan tertarik pada Tuan Mudanya sejak dia mash berumur 11 tahun. Tidak sedikit juga yang menginginkan Daniel Hamilton menjadi calon suami para anak bangsawan karena melihat kekayaan yang akan diwarisinya. Singkatnya, Tuan Mudanya adalah salah satu bujang paling diminati di negeri ini.


Sayangnya, Tuan Mudanya belum memiirrkan tentang menikah ataupun memilii kekasih. Satu-satunya perempuan yang pernah disentuhnya adalah perempuan yang memiliki anak berumur 10 tahun itu.


"Apakah aku terlihat semuda itu?" Pertanyaan yang sangat aneh dari Daniel Hamilton saat dia memang masih berumur 28 tahun.


Di apartemen mewahnya, Daniel memeriksa semua pakaiannya dan mecobanya beberapa kali. Tidak lupa, dia bertanya pada pelayan, pengawal atau siapapun yang ada di dekatnya tentang bagaimana penamilannya. Semakin banyak pujian tentang penampilannya, membuat Daniel merasa kesal. Dia tidak ingin tampil tampan dan muda dihadapan  Nora. Yang diinginkannya  adalah dia tampil cukup dewasa untuk membuat Nora jatuh di pelukannya.


"Anda tampak sangat tampan di semua setelan jas itu, dan bahkan pakaian santai itu. Tuan  muda, Anda sangat tampan " puji pelayan wanita tertua di apartemennya. Membuatnya marah saja.


"Danny? Dimana Danny?" Semua pelayan dan pengawal yang baru saja memberikan tanggapan jujur pada penampilan Tuan Mudanya kembali pada pekerjaan mereka.


"Apa yang ibu lakukan disini?" tanya Daniel malas lalu memerintahkan pelayannya membereskan semua pakaian yang dicobanya.


"Ada apa ini? Apa kau baru saja membeli semua pakaian itu untuk berkencan dengan Hilda? Danny, ternyata kau sudah berubah pikiran" harap ibunya seperti mimpi yang tidak akan tercapai. Sangat mustahil, Daniel pergi berkencan dengan Hilda.


Tapi, Daniel bersyukur ibunya datang ke rumahnya malam ini. Dia ingin memastikan sesuatu tentang julukan yang diberikan Nora pada ibunya. Nenek sihir. Alasan apa yang digunakan ibunya untuk membuatnya pergi begitu saja dari perusahaan setelah lima tahun bekerja.


"Aku hanya ingin mengganti semuanya" jawab Daniel lalu pergi ke kamar kerjanya. Ibunya drngan sabar mengikutinya dari belakang.


"Hilda sangat kesal karena tidak bisa menemuimu satu Minggu ini. Bahkan kau tidak pernah menghubunginya satu kalipun, Danny"


Ibu Daniel mendengar sesuatu yang sangat mengejutkan hampir seminggu yang lalu. Daniel meminta miniatur mobil tempur koleksi ayahnya.


Sedari kecil, Daniel tidak pernah sekalipun tertarik untuk mengambil ataupun meminta miniatur mobil ayahnya. Dan yang lebih mengejutkan, Daniel memiliki mata penuh kasih saat meminta miniatur itu, kata ayahnya. Dengan kesal, ibunya pergi ke perusahaan dan ingin menanyakan langsung pada anaknya. Sayangnya, Daniel pergi ke luar negeri dan baru kembali pagi ini.


Semoga saja itu tidak pernah terjadi, selamanya.


"Ibu tidak tahu kenapa kau sangat membenci Hilda, Danny. Tapi berikan dia kesempatan setidaknya untuk mendekatimu"


Daniel kesal dengan permintaan ibunya. Ini bukan pertama kali ibunya menginginkan sesuatu seperti ini.


"Aku akan menemuinya besok siang. Apa ibu puas?" kata Daniel, menyerah dengan rengekan ibunya.


"Ibu senang sekali. Terima kasih Danny, anakku"


"Tunggu!!" Daniel menahan ibunya yang ingin segera pergi setelah mendapatkan apa yang diinginkannya.


"Aku tidak suka ibu membuat pegawaiku dipecat satu-demi satu. Dan ibu melakukan kesalahan besar karena memecat seorang pegawai gudang yang melaksanakan tugas dengan baik"


Mendengar perkataan anaknya, Sara Hamilton berbalik dan mencoba mencari tahu apakah Danny tahu siapa yang dibicarakannya. Selama ini Danny tidak pernah peduli tentang ini, lalu kenapa sekarang lain?


"Apa kau tahu siapa yang berhenti dari perusahaan?"


Daniel semakin curiga karena ibunya bertanya apakah dia mengenal Nora atau tidak. Apa yang sebenarnya terjadi?


"Aku tahu kalau dia adalah pegawai yang membuat sistem penyimpanan produk menjadi semakin tertata. Kehilangan pegawai seperti itu karena ibu, membuatku sangat menyesal pada kepala gudang"


Sara mulai takut kalau Daniel akan menyelidiki semua pegawai yang pernah dipecatnya secara sepihak. Kebanyakan adalah orang yang ingin menyebabkan skandal tentang keluarga mereka. Tapi lain dengan Nora Hardy. Perempuan yang memiliki anak diluar nikah itu bisa membahayakan rencananya menikahkan anaknya dengan salah satu keluarga temannya.


Skandal bagi keluarga Hamilton adalah sebuah dosa. Keturunan keluarga kaya dan berdarah biru itu tidak boleh membuat satu kesalahan sekecil apapun di hidupnya. Terutama keluarga calon istri yang akan dinikahi Daniel. Semuanya harus bersih, sangat bersih.


"Ibu tidak akan melakukannya lagi kalau itu yang kau mau Danny" kilahnya lalu cepat pergi dari apartemen anaknya.


Dia telah memerintahkan seseorang untuk menjaga Nora Hardy dan anak haramnya menjauh dari rumah keluarga Hardy. Karena yang akan menjadi anak kedua keluarga Hardy adalah Hilda.


Daniel masih merasa tidak puas dengan alasan ibunya memecat Nora. Apa sebenarnya alasan Nora harus pergi dari apartemen mewah dan keluarganya. Hal ini mustahil kalau tidak ada alasan yang sempurna di baliknya.


"Awasi keluarga Hardy dan laporkan apa saja yang mencurigakan dari mereka" perintah Daniel pada asistennya.


"Baik, Tuan Muda"


Nora, semua hal dalam hidup dijalaninya sendiri. Bahkan William tumbuh menjadi anak yang mandiri dan berani. Walaupun itu sesuatu yang baik, Daniel tidak bisa melihat Nora kesulitan lagi. Daniel harus mempercepat langkahnya mendekati Nora dan segera menikahinya.