
setelah fitri membaik mereka meninggalkan RS tsb untuk segera pulang kerumah.
beberapa hari sudah berlalu semenjak fitri sakit boby sudah jarang masuk ke kantor.
saat ini pikirannya hanya tentang istrinya ,bagaimana ia harus sembuh dan masih terus mendampingi nya hingga ia bisa kembali sedia kala.
beruntung rumah mama mertuanya tidak terlalu jauh jadi sesekali anak2 dititipkan ke rumah mertuanya sehingga ia bisa fokus mengurus fitri dirumah.
semakin hari kondisi istrinya semakin lemah.
jangankan untuk berjalan ke kamar mandi pun harus digendong dan dibersihkan oleh boby.
tubuhnya sangat kurus dan lemah.
saat ini berat badannya sudah menurun drastis hannya 40kg
melihat kondisi tsb boby begitu khawatir dan panik. krn masih belum terjawab apa penyakit dari istrinya tsb. semua rangkaian pemeriksaan menunjukkan ia baik2 saja namun kondisi istrinya semakin menurun dan payah.
tak terlukiskan kesedihan diwajahnya saat ini.
lamunannya menerawang jauh.
teringat saat istrinya masih sehat.
biasanya sehari2 ia selalu mendengar kicauan merdu suara istrinya. dan dia selalu menganggunya
istrinya sangat cerewet, berisik dan galak,
biasanya dia sangat risih kalau istrinya sudah mulai ceramah mengomentari semua hal tentang dia bahkan detail terkecil sekalipun.
namun sekarang entah mengapa sepertinya sekarang dia tidak akan mempermasalahkan itu lagi.
'sayang aku merindukanmu... aku rindu omelanmu...aku rindu wajah marahmu ...aku rindu setiap saat keberisikanmu dan aku merindukan kamu yg sehat bersama2 anak2'
'Ya Allah sembuhkanlah dia ya Allah aku mohon' ia berguman lirih sembari memandang wajah istrinya yg baru bisa terlelap
betapa sakit hatinya ia melihat tubuh istrinya semakin lemah dan kurus.
matanya yg sekarang sudah cekung tulang pipinya tergurat jelas diwajahnya begitupun rahangnya
tulang lehernya begitu kurus terlihat cekung hampir2 ia melihat hanya tengkorak berbungkus kulit.
setiap saat ia hanya bisa menangis menatap kondisi istrinya.
kondisi fitri saat ini semakin payah... ia sering menggigil hebat padahal tidak demam.
batuk2 samapai tak tertahankan dan kesakitan hanya bisa menangis.
"Ya Allah apakah engkau menghukumku karena dosaku... jangan dia Ya Allah... hukumlah aku Ya Allah...cukup aku jangan istriku ataupun anak2ku terlalu menyakitkan untukku Ya Allah. Maafkanlah Hamba Ya Allah ... maafkan hamba atas semua kebodohan hamba baik yg disengaja maupun tidak" terdengar isak lirih boby dalam do'a nya .
ia tak sanggup menahan tangisannya lagi. semuanya tumpah dalam setiap sujudnya
ia tak pernahkah dan bisa berbagi kisah menyedihkan nya kepada siapapun.
bahkan dihadapan semua orang dia berusaha memperlihatkan dia baik2 saja dan tegar seolah2 tidak terjadi apa2 dengannya dan keluarga nya.
namun jauh didalam hatinya ia begitu tersiksa dan merana melihat kondisi istrinya yang memburuk dan payah.
disuatu pagi tiba2 istrinya minta untuk keluar rumah
"sayang bantu aku keluar yaa sebentar aku kangen udara luar.. mau duduk ditaman sebentar aja. mau liat pohon2 hijau sama ngerasain berjemur" seru fitri lirih kepada boby
"oh baik sayang..yuk aku gendong kamu keluar"
di depan rumahnya boby mendudukkan posisi fitri di bangku taman depan rumah membiarkan tubuh istrinya diterpa cahaya matahari pagi.
biasanya memang kebiasaan istrinya kalau pagi keluar rumah merapikan sedikit tanaman di taman kecil mereka sembari bermain dengan anak2nya.
namun saat ini jangankan merapikan untuk duduk di kursi saja sudah sulit harus dibantu oleh boby.