I Am A Cancer Survival

I Am A Cancer Survival
rumah ke2



"semangat ya pak...terus dampingi ibu sampai sembuh dan semoga ibu mendapatkan penanganan terbaik di rs ini jg bisa sembuh sediakala " ucap suster tersebut tidak bisa berkata2 apalagi hanya bisa menyemangati boby dalam mendampingi istrinya


krn dia tau sekali bagaimana beratnya menghadapi kondisi seperti boby dan istrinya saat ini.


"aamiin Ya Rabbal'alamin, makasih ya sust.." jawab boby ramah


"oya pak ini protocol kemoterapi nya sudah selesai nanti bapak langsung pesan kamar saja ya pak di bagian pendaftaran administrasi supaya pada saat jadwal nanti kamarnya sudah tersedia, pendaftaran nya di gedung utama ya pak...bapak tinggal bawa saja berkas ini dan tunjukkan ke bagian pendaftaran ya pak...setelah itu jangan lupa rapihkan berkasa jantung dan torax nya pak supaya pada saat kemoterapi nanti semuanya sudah selesai tinggal tindakan saja " ucap suster tersebut sembari menyerahkan beberapa berka berkas yang dibutuhkan boby untuk pendaftaran nanti.


"alhamdulillah...makasih ya sust...berarti saya langsung ke depan ya sust habis ini...?" ucap boby kembali


"iya pak benar langsung kesana ya pak semoga langsung dapat kamar dan ibu cepat dapat pengobatan nya ya pak" ucap suster tersebut ramah


"aamiin makasih suster " jawab boby seraya langsung berdiri keluar ruangan tsb membawa berkas berkas yg dibutuhkan tadi dan langsung menghampiri fitri yg sedang menunggu di depan ruangan tadi.


"sayang maaf ya nunggu nya agak lama...alhamdulillah tapi kamu 7dah dapat jadwal kemonya minggu depan sayang...sekarang kita tinggal daftar ke gedung utama untuk persiapan kamar dan tempat ruangan kemoterapi nya yah..tuk kesana" sapa boby begitu menghampiri istrinya di luar ruangan tsb.


deg....tiba2 berdesir rasanya jantung fitri mendengar bahwa akan kemo sebentar lagi.


entahlah bukannya tidak senang ia akan cepat mendapatkan pengobatan,namun membayangkan beratnya efek dari kemoterapi tsb membuat nyalinya menciut dan sangat takut.


"sayangg...kok kamu ngelamun,ayo sayang" ucap boby sambil mengoncang lembut pundak fitri agak kaget melihat ekspresi istrinya saat itu


"hmmh..iya ayoo" jawab fitri agak lesu


mereka pun langsung meninggalkan termpat tsb menuju gedung utama bagian pendaftaran pasien rawat dan tindakan.


sesampainya disana banyak sekali pasien yg mendaftar jadi mau tidak mau mereka harus mengantri dulu sekitar 1jam lamanya sembari memasukkan berkas antrian agar tinggal dipanggil saja nanti namanya.


seharian ini dari subuh sampai sore benar2 mereka disibukkan oleh kegiatan di rumah sakit yg hanya sekedar kontrol cek lab usg dan daftar .selalu itu yg berulang hampir setiap saat nya sampai2 rumah sakit bagaikan rumah kedua untuk Mereka.. . lelah...?


tentunya jangan ditanya...namun semangat boby untuk melihat kesembuhan istrinya dan janjinya kepada anak2 agar mamanya sembuh adalah faktor terbesar untuk dia terus semangat mendampingi istrinya sekalipun sangat melelahkan seperti saat ini.


"ibu fitri " panggil petugas administrasi tersebut.


"ah iya pak" jawab boby langsung beranjak dari tempat duduknya meninggalkan fitri dan menghampiri petugas tsb


"iya pak ini ibu jadwal kemonya minggu depan ya pak...apakah berkas2nya sudah siap semuanya " tanya petugas tersebut pada boby


"iya pak minggu depan...sudah insyaAllah tinggal nunggu jantung sama thorax saja tapi kata dokter dan perawat bagian pendaftaran kemo itu bisa menyusul pak " ucap boby kemudian


"semoga saja tidak ada masalah " batin boby dalam hati. krn jujur saja dia khawatir jika harus tertunda lagi pengobatan istrinya nantinya jika ada yg kurang lagi.