
setelah fitri berbaring ditempat pemeriksaan dokter mulai melakukan tindakan pemeriksaan usg Fetomaternal terhadap fitri... pemeriksaan Fetomaternal kali ini agak lebih lama daripada Fetomaternal biasanya dikarenakan harus benar2 seksama agar tidak ada bagian kecil yang terlewat.
"bu ini sudah dapat pengobatan kah sebelumnya " tiba2 dokter yang memeriksa fitri membuka percakapan sembari memeriksa dan memperhatikan layar monitor USG.
"belum dok dari kmrn hanya pemeriksaan berulang dan terakhir di rs sebelumnya dirujuk kesini krn tidak ada obatnya dok" jawab fitri
"oh begitu...keluhan yg ibu rasakan apa bu selama ini..." tanya dokter tsb kembali
"pendarahan dok...sesak nafas hebat...badan mudah lelah... dan turun drastis ... sampai yg terakhir ini batuk darah dok" ucap fitri perlahan
"hmmh memang kalau melihat kondisi sekarang kangker ibu sudah cukup berat ya bu disini saya perhatikan lesi nya pun cukup banyak ya ... tapi ibu jgn berkecil hati InsyaAllah bisa sembuh... semangat ya buu... ibu masih muda InsyaAllah ketahanan tubuh ibu masih kuat...sudah punya anak bu...?" ucap dokter tersebut ramah dan menenangkan
"sudah dok dua..." jawab fitri singkat dengan nada sedih
"nah krn ada anak2 ibu harus lebih semangat lagi yaa bu... ingat ada yg menanti dan menunggu ibu sembuh" senyum dokter tsb sembari menyemangati fitri yg terlihat sedih
"iya dok makasih..." jawab fitri samar. terlihat jelas kesedihannya begitu disinggung tentang anak2nya
fikiran nya menerawang jauh
hati ibu mana yang tidak teriris jika dihadapkan dengan kondisi seperti fitri saat ini.
si sulung baru berusia 2.5th dan si kecil baru 8bln yg bahkan harus disapih paksa krn keadaan.
membayangkan harus pergi meninggalkan mereka dan bertemu hanya 1minggu 1x saja begitu menyiksa. belum lagi kondisi kesehatan nya yg buruk yg dimana entah bisa bertahan atau tidak. pikirannya menerawang begitu jauh... takut anak2nya akan tumbuh tanpa seorang ibu...takut anak2nya akan tumbuh dengan hati yang tersakiti atau lebih takutnya jika ia tidak sanggup bertahan dan takut jika ia tidak bertahan suaminya mencari pengganti nya untuk anak-anak nya namun ternyata tidak menyayangi anak-anak nya kelak...
'Ya Allah tolong kuatkan aku untuk Mereka yang membutuhkanku' batin fitri dalam hati
sedih dan takut itulah yg tergambar dari raut wajahnya saat ini begitu menyadari keadaan nya.
"oya dok terima kasih buat support nya ya" jawabnya sambil membalas senyum pada dokter tsb.
fitri langsung turun dari tempat pemeriksaan setelah suster membantunya membersihkan badan dan merapihkan pakaiannya . dia langsung menuju ruang ganti baju dan mengganti rok pemeriksaan nya.
selama pemeriksaan boby tidak berani banyak berbicara hanya memperhatikan saja krn dia jelas melihat bagaimana wajah sedih istrinya saat itu.
setelah selesai mereka langsung keluar dari ruangan tsb dan menunggu panggilan di ruang dokter yg lainnya.
selama menunggu fitri lebih banyak diam dan termenung entah berkelana kemana pikirannya. boby hanya bisa merangkul nya dan mengusap lembut pucuk kepalanya.
"sayang kamu lapar...mau makan ga" tanya boby berusaha membuyarkan lamunan fitri
"hmmh...entahlah aku malas ay..." jawabnya sembari menghela nafas
"nanti kamu sakit sayang...roti ya sama biscuit atau susu" ucap boby kembali.
"hmmh ... terserahlah apa aja ay" jawabnya malas sembari matanya menatap langit langit rumah sakit tersebut
"yaudah bentar yaa aku ke bawah dulu kamu tunggu sebentar" jawab boby langsung beranjak untuk membeli makanan
"iya ay" jawab fitri
sepeninggalan boby pikirannya melayang semakin jauh... saat melihat punggung suaminya berjalan menjauh tiba2 air mata nya mengalir sendiri.
'aku banyak menyusahkan kamu ay...entah sampai kapan dan bisakah aku bertahan aku takut ayy... Ya Allah bagaimana jika aku tidak bisa bertahan... bagaimana anak-anak ku kelak...bagaimana suamiku ya Allah... '
batin fitri dalam hati begitu berat harus memikirkan nya...ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya untuk menutupi kesedihannya saat ini...ia tidak mau ada yg melihatnya menangis dan bersedih.