
haripun berganti hingga tiba saat fitri menjalani kemoterapi nya kembali.
dengan obat yang berbeda dan dosis yang lebih besar.
berat baginya rasanya hari ini melangkahkan kakinya menuju rumah sakit kembali.
"apakah aku akan bisa...!!!" batin fitri dalam setiap langkahnya menyusuri lorong rumah sakit tersebut.
matanya kosong tertunduk kebawah sekalipun ia berjalan fitri sama sekali tidak memperhatikan langkah kakinya. saat itu ia hanya berjalan mengikuti langkah lorong rumah sakit tersebut namun pikirannya jauh melayang entah kemana.
dan suaminya lah yg menuntun jalannya hingga sampai ke gedung rawat inap rs tsb.
bukan boby tidak menyadari sikap istrinya saat ini namun ia memilih diam dan menuntun istrinya itu lebih baik, krn jelas saat ini perasaan istrinya sedang kacau.
"sayang, sudah sampai " ucap boby membuyarkan lamunan fitri
"sebentar ya aku kasih berkas rawat inapnya di nurse station nya biar kamu langsung masuk kamar ya, kamu duduk dulu disini" ucap boby sembari menuntun istrinya duduk di ruang tunggu yg tersedia
fitri tidak menjawab apapun hanya mengangguk dan mengikuti arahan suaminya untuk duduk menunggu disana. sedang boby terlihat sedang berbicara dengan susternya sambil menyerahkan berkas yg dia bawa dari bagian pendaftaran untuk rawat inap dan tindakan kemoterapi. tak perlu lama boby langsung kembali ke tempat istrinya bersama dengan suster yg mengikutinya.
" sayang ayo sudah, kita langsung ke kamar kamu,yuk" ajak boby lembut sembari menarik tangan istrinya dan menuntunnya ke ruang rawatnya.
"baik bu ini ruangannya, disini ibu ber dua ya bu nanti kalau ada teman sekamarnya yg masuk lagi, sebentar lagi nanti akan ada suster yg menerangkan jadwal ibu nantinya selama 5hari kedepan, semoga ibu krasan dan lekas sembuh ya, saya tinggal ya bu pak, jika ada yg dibutuhkan bisa langsung menekan tombol yg ada di belakang bed ya bu, silahkan ibu bisa beristirahat dulu" ucap suster tersebut ramah sembari berjalan keluar ruangan setelah itu
"baik sust makasih ya, " jawab fitri dan boby serempak
"sebentar sayang aku rapih2 prabotan kamu dulu yah. kamu istirahat aja ya sayang jgn cape..." ucap boby lembut pada istrinya
"hmmh ... ayy... kamu temenin aku ya nginep... aa-aku takut..." ucap fitri sembari tertunduk wajahnya sendu
"iya tenang aja aku temenin kamu kok yaa... jangan khawatir ya sayang... InsyaAllah semuanya baik - baik saja dan lancar " ucap boby sembari mengelus lembut puncak kepala fitri
"tok...tok... permisi dengan ibu fitri" terdengar suara suster yg masuk ke kamar perawatan memanggil dan mengetuk pintu kamar
"iya sust..." jawab mereka berbarengan
"iya ibu... kami mau memasang selang infus nya ya bu di tangan supaya bisa masuk cairan infus dulu sebelum tindakan nanti sekitar 1jam lagi" ucap suster tersebut ramah sembari terlihat sedang menyiapkan nampan yg berisi alat alat untuk memasang infus .
"baik sust " jawab fitri sedikit tersenyum getir sembari mengulurkan punggung telapak tangannya pada suster tadi.
terlihat suster tersebut sedang memasang infusan di tangan fitri, tak perlu waktu lama selang tersebut telah terpasang.
"sudah bu, baik saya sudah selesai ini sudah saya atur infus nya tinggal menunggu nanti ada suster dari ruangan kemoterapi nya langsung yg akan datang kesini menjemput ibu yah, saya tinggal kembali ya bu... permisi" ucap suster tersebut ramah sembari berjalan keluar ruangan membawa kembali peralatannya.
"Ya Allah mulai lagi.. tinggal beberapa menit saja ... apakah hamba akan kuat kali ini.... !!!"
batin fitri sembari menatap sendu ke arah tangannya yg sedang terpasang selang infus.
...----------------...
mohon maaf kepada seluruh pembaca jika lama update nya .
dikarenakan kondisi kesehatan saya sedang down beberapa bulan kebelakang jadi tidak bisa focus menulis. do'akan semoga kedepannya sehat selalu yaa...
mohon dukungan nya terus supaya terus semangat dalam berkarya ππ