I Am A Cancer Survival

I Am A Cancer Survival
menjadi orang yang lebih bersyukur lagi



masih ada waktu 40menit sebelum adzan dzuhur begitu sampai ditaman tersebut boby terlihat langsung merapihkan tempat makan untuk Mereka makan siang dengan menu yg sudah boby beli ketika sedang menunggu fitri kemoterapi tadi di salah satu rumah makan padang di area luar rumah sakit tersebut.


begitu selesai mereka langsung makan siang bersama sembari berbincang2 disela-sela makan siang itu.


ya selama fitri sakit dan boby menemani nya ia selalu membawa perlengkapan kebutuhan harian mereka agar memudahkan fitri ketika harus menunggu di rumah sakit dan sulit kemana-mana. mulai dari termos air panas dan pemanas nya alat makan dan beberapa perlengkapan harian lainnya.


"sayang aku masih terngiang anak kecil tadi ay ... dia kuat dan hebat... usia yg begitu dini harus menanggung rasa sakit yg luar biasa... aku saja yg dewasa cengeng ga nahan sampai terkadang bikin kamu kesel ..." fitri tersenyum tipis menatap boby sambil mencurahkan perasaannya saat ini


"ay apakah kamu akan sabar nanti jika aku ada diposisi lebih sulit atau lebih payah dari ini... jika nanti aku akan tidak menarik lagi dihadapan kamu ay...jika aku akan lebih banyak menyusahkan kamu dengan tubuh yg lemah" tanya fitri lirih pada suaminya


boby menatap dalam pada mata istrinya


"sayang...jika kamu bertanya seperti itu aku rasa kamu terlambat... jika aku tidak sabar untuk apa aku selalu memaksa kamu semangat...untuk apa aku selalu ada disisi kamu hingga saat ini sayang ,bukannya kemarin pun kondisi kamu begitu lemah dan payah hmmh...kalau menarik atau tidak aku rasa itu hanya perasaan kamu saja, krn untuk apa kamu khawatir kan aku tidak tertarik sama kamu hanya krn kondisi fisik semata apakah aku lelaki yg tidak bersyukur atas karunia Allah kepada ku dan mengingkari nya semata hanya krn kamu berubah sedikit, itupun krn kamu sakit sedang kamu sebelumnya adalah wanita yg sempurna?


sungguh aku adalah lelaki yg picik dan bodoh jika aku seperti itu ay...aku berjanji akan ada selalu disisi kamu apapun itu hingga salah satu dari kita entah siapa dulu namun sampai tiba saat itu lihat dan ingatlah aku akan selalu ada disisi kamu apapun itu,jadi tolong jangan berfikir yg tidak tidak sayang. karena apapun kamu saat ini kamu adalah amanah dari Allah untuk aku yg aku ambil dan terima dengan sebuah perjanjian yg sakral dihadapan Allah lalu bagaimana aku akan mengidahkan amanah itu hanya krn suatu kondisi semata...sungguh nikmat Allah itu Maha luas dan besar dengan hadirnya kamu dan anak-anak disisiku selama itu sudah lebih dari apapun untukku sayang dan aku bersyukur akan itu apapun kondisinya oleh karena itu aku akan berusaha untuk kesembuhan kamu agar aku kelak menjadi orang yg lebih bersyukur lagi "


jawab boby begitu lembut sambil menatap istrinya berusaha menenangkan perasaan fitri.


yah semakin kesini perasaan fitri semakin melancholis ga karuan dan boby sangat mengerti itu. krn bagaimana pun jika ia ada di posisi istrinya saat ini dia belum tentu akan bisa kuat dan bertahan seperti bagaimana ucapan ia kepada istrinya untuk selalu kuat dan semangat.


"sayang ... terima kasih... maafin aku ya jika hati dan perasaan aku terlalu lemah saat ini atau selalu bikin kamu kesel ... terima kasih untuk semuanya tolong untuk terus seperti ini ay karena cuma kamu dan anak-anak penguat hati aku saat Ini ay" ucap fitri sembari memeluk lengan boby


"yaudah yuk kita kemesjid sayang bentar lagi adzan dzuhur lho 5menit lagi. nanti curhatnya lanjut sama Allah aja di dalam sholat yuk hhe. kita siap2 didalam biar kamu nyaman disana mau wudhu dan lainnya mumpung belum ramai orang" ajak boby pada istrinya sembari mengulurkan tanggan nya agar fitri meraihnya untuk berdiri dan segera beranjak ke arah mesjid.


.


.


.


.


.


.


وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ


"Wa iż ta`ażżana rabbukum la`in syakartum la`azīdannakum wa la`ing kafartum inna 'ażābī lasyadīd."


Artinya: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.’ ( Qs. Ibrahim ayat 7)'