
setelah 30menit berlalu fitri dibawa keuangan rontgen oleh suster ditemani boby.
tak perlu menunggu lama 15 menit kemudian mereka sudah keluar dari ruangan tsb. dan kembali ke ruang UGD lagi. disana terlihat suster lainnya tengah mempersiapkan alat rekam jantung untuk fitri.
terdengar sayup2 dokter di ruangan jaga ugd sedang menelpon dokter Deka untuk menerangkan kondisi fitri dan berkonsultasi untuk obat dan treatmentberikutnya yg akan diberikan dengan kondisi fitri saat ini. mengingat fitri saat ini adalah pasien beliau.
"pak maaf bantu ibu buka bajunya sedikit yah pak juar rekam jantung seperti biasac ucap suster pada boby sambil merapihkan dan menutupkan tirai disana.
"baik sus bentar" boby langsung merapihkan kondisi istrinya supaya memudahkan dipasang alat2 tsb di dadanya
tak lama alat2 tersebut sudah terpasang ditubuh istrinya dan mulai bekerja .
"baik pak kami tinggal sebentar ya pak" seru suster sembari keluar dan menutup kembali gorden nya.
"makasih sus" jawab boby
memang saat ini kondisi fitri sudah mulai stabil namun itu krn pengaruh obat yg dimasukkan melalui a**s nya dan bantuan pernafasan melalui oksigen.
saat ini pikirannya berkecamuk melihat kondisi istrinya yg lemah . hanya bisa menunggu hasil medis terbaru supaya bisa terlihat apa penyebabnya.
"permisi ibu fitri" terdengar panggilan dari balik gorden tsb
"iya bentar" jawab boby sambil melihat
"dari lab pak mau ambil sample darah"jawab petugas tsb
"oh baik bentar silahkan" jawabnya
suster petugas lab tsb pun langsung masuk dan mengambil sample darah fitri untuk segera diuji lab dan mendapatkan hasilnya saat itu juga.
kurang lebih 3tube sample diambil dan petugas tsb berpesan "pak ibu tolong banyakin minumnya yaa ini darahnya kental sekali kasian ibu lagi sakit kalau kurang cairan"
"oh iya baik sust makasih" jawabnya
tak lama setelah petugas lab pergi boby kembali merapihkan tirai yg sedikit terbuka.
terlalu berat rasanya . melihat wanitanya begitu lemah dihadapannya.
"sayang kamu mau minum" tanya boby pada fitri
terlihat istrinya mengangguk pelan. boby langsung membantunya untuk minum dan sedikit menopang kondisi tubuh istrinya.
"kamu kurang cairan sayang harus banyak minum yah. biar sehat lagi semangat sayangku" ucap boby tersenyum lembut menyemangati istrinya
terlihat istrinya membalasnya dengan kedipan mata sayu dan pelan seolah-olah menjawab "iya sayang"
"kamu masih sakit sayang...dada kamu masih sesak dan sakit kah...nafas kamu bagaimana sayang....apa yg kamu rasakan sekarang...apa sudah berkurangkab rasa sakitnya " tanya boby pada istrinya perlahan.
terlihat istrinya mengangguk pelan dan sedikit mengeluarkan suara sambil menunjuk ke arah dadanya "sedikit masih panas" ucapnya terbata
"sayang sabar yaaa...kamu kuat ingat buat anak2 kamu harus sembuh anak2 nunggu kamu dirumah" seru boby tercekat suaranya seakan2 menahan sedih yg dalam. ia hanya bisa mengelus2 lembut kepala istrinya
terlihat pelan istrinya mengangguk. saat itu suasana ruangan tsb sungguh sendu
tak lama kemudian mesin rekam jantungnya berbunyi dan sudah selesai.
suster pun langsung datang menghampiri untuk mengambil hasilnya dan merapihkan alat2 yg menempel ditubuh fitri .
boby membantu suster tsb merapihkan tubuh istrinya
setelah selesai suster berkata "bentar ya pak nunggu dokternya datang nanti kita konsulkan hasilnya. saat ini dokternya sedang istirahat sebentar dan sholat"
"baik sust makasih yac jawab boby
"sayang aku bantu kamu sholat dan tayamum yaa nanti habis itu aku tinggal bentar kamu ke mushola ya" ucap boby pada istrinya
terlihat istrinya mengangguk dan boby langsung merapihkan dan menyiapkan istrinya buat sholat.
sambil menunggu istrinya sholat boby langsung mengbil hp untuk menghubungi orang kantor untuk izin krn sedari tadi boby sibuk mengurus fitri ia lupa izin ke kantor untuk tidak masuk kerja.