I Am A Cancer Survival

I Am A Cancer Survival
dimudahkan, namun hatinya masih ragu



"kenapa pak apa ada masalah...?" tanya boby pada petugas administrasi tersebut


"hmmh tidak pak. semuanya sesuai kok. tinggal saya mencarikan kamarnya saja pak sebentar ya saya akan coba menelpon beberapa kamar yg kosong kira2 nanti.soalnya hari yg tertera di jadwal kemoterapi ibu itu cukup padat pasien kemoterapinya pak" jawab petugas tsb sembari focus ke layar komputer dihadapan nya krn dia sedang mengecek jadwal hari dimana fitri akan mulai kemoterapi.


"oh iya pak baik" jawab boby lega


'alhamdulillah ku pikir ada masalah tadinya ' batin boby


"alhamdulillah masih ada sisa 1 tempat lagi pak buat ibu... " tiba2 petugas tersebut berbicara stelah selesai menelpon beberapa orang yg betanggung jawab terhadap beberapa ruang perawatan yang ada di rs tsb.


"alhamdulillah syukurlah...seneng saya pak...makasih ya" ucap boby kembali


"jangan lupa ya pak sebelum mulai kemo nanti berkas thorax dan jantung nya dilengkapi" ucap petugas administrasi tersebut kembali


"iya pak besok insyaallah jadwal nya " jawab boby


"iya pak oya ini pak besok jika waktunya kemo bapak tinggal bawa kertas ini ya pak sebagai tanda istri bapak sudah terdaftar sebagai pasien kemo saat itu jangan sampai ketinggalan ya pak" ucap bapak administrasi tersebut sembari menyodorkan kertas legalitas pendaftaran perawatan pasien kemoterapi kepada boby


"alhamdulillah sudah ya pak...syukurlah, baik pak siap...terimakasih atas bantuannya pak" jawab boby sembari menerima kertas tersebut dan mulai beranjak dari tempat duduknya


"sama-sama pak semoga ibu lekas sembuh ya pak" ucap petugas administrasi tersebut ramah


"aamiin makasih pak" jawab boby sambil tersenyum ramah dan mulai meninggalkan tempat tersebut menghampiri fitri yg sedang menunggu diruang tunggu.


"kenapa kamu senyum2 ay" tanya fitri pada boby begitu melihat boby menghampiri nya sambil tersenyum


"hmmh...ga apa2 sayang aku cuma seneng aja dan aku bersyukur banget...aku bahagiaa hari ini semuanya dikasih lancar dan mudah...aku bersyukur krn akhirnya kamu bisa segera dapat tindakan dan aku seneng banget dalam semua tahapnya berjalan lancar disini dari awal sampai sekarang...aku berharap kedepannya kamu cepat sehat dan bisa kumpul sama anak2 lagi" jawab boby sembari duduk disamping fitri dan membelai lembut kepalanya.


"kamu semangat ya sayang...jangan sedih ataupun takut...yakin dengan hati kamu jika kamu pasti sembuh sayang aku ga mau liat wajah sedih kamu lagi...aku mohon buang semua pikiran buruk kamu jauh2...karena kamu pasti sembuh sayang...ingat sayang faktor kesembuhan terbaik itu dari perasaan kamu sendiri...pengobatan apapun itu hanyalah jembatannya saja sedangkan penentu akhir kesembuhan nya itu sendiri adalah hati kamu...jika kamu yakin kamu bisa sembuh maka kamu akan sembuh tapi sebaliknya jika kamu ga yakin apapun bisa terjadi...jadi aku mohon semngat sembuh ya sayang" ucap boby sambil menatap lembut wajah istrinya yang sedari tadi ia sadari sedang termenung. boby tau persis bagaimana kegalauan hati fitri saat ini mendengar jadwal kemo didepan mata yg hanya menunggu hari.


"hmhhh ... entahlah ay...sulit buat aku rasanya...ada rasa berat yg mengganjal... jika saja pengobatan ini seperti pengobatan pada umumnya dan tidak memiliki efek yg menyakitkan mungkin aku tidak segalau saat ini... ukkhuukkk...ukkhuukkk " jawab fitri sendu dan tiba2 langsung terbatuk2 hebat lagi sembari fitri menyentuh dadanya seolah-olah sangat kesakitan


"kamu udah minum obat sayang,...kok kumat lagi,jangan bilang kamu tadi ga minum obatnya..." ucap boby khawatir


"ukhhuuukkkk...ukkhuukkk..." terlihat fitri belum bisa mengendalikan batuknya dan boby berusaha menepuk2 pundaknya perlahan sembari mengambil air hangat untuk fitri minum.


memang selama di Rs boby selalu membawa termos kecil agar memudahkan fitri supaya bisa minum air hangat.


"hhaaahh...haaaaahhhh..ukkhuukkk..." terlihat fitri agak kesulitan bernafas lagi dan boby langsung cekatan mengambil oksigen portable yg selalu dibawa2 memang kemanapun mereka pergi dan segera menempelkan nya pada bagian hidung fitri agar tidak sesak nafas hebat .


"tarik nafas perlahan sayang...ayo pelan2" ucap boby lembut sembari membatu menekan tabung oksigen nya dan mengelus pundak istrinya


terlihat nafas fitri mulai teratur perlahan dan batuknya agak berkurang namun wajahnya langsung terlihat pucat dan tubuhnya langsung lemah. krna menahan rasa sakit yg begitu kuat.