
ckleek... terdengar suara pintu kamar terbuka.
"sayang ayo gantian kamu bersih2 dulu nanti tinggal sholat kamu langsung istirahat...tadi kamu ditanya nenek sama acik dan ayung...mereka nungguin kita makan malam...tapi aku jawab kita udah makan dan kamu lagi istirahat kecapean dirumah sakit seharian" ucap boby pada istrinya
"hmmh iya sayang bentar lagi...aku rapihin bajunya dulu" jawab fitri pada suaminya
"iya jangan lama2 udah malam nanti kamu masuk angin...cepetan ya ...nanti aku bikinin teh manis panas buat kamu yah " ucap boby lembut sembari mengecup lembut kepala istrinya
"hmh iya makasih ay" jawab fitri
fitri pun langsung beranjak menuju ke kamar mandi untuk bersih2.
'apa yang kamu pikirkan sayang...sampai kamu semurung itu... apa sebegitu takutnya kamu menghadapi kemoterapi nanti...apa kamu takut tidak akan bisa sembuh' batin boby dalam hati melihat raut wajah istrinya yg terlihat seperti habis menangis tadi
bukan boby tidak tau apa yg didalam hati istrinya namun saat ini dia memilih untuk tidak bertanya atau mengusik nya sama sekali krn boby yakin fitri hanya akan semakin gusar dengan pertanyaan nya nanti dan akan menyerah duluan . boby tidak mau perjuangan nya selama ini untuk istrinya berakhir sia-sia hanya krn praduga rasa takut istrinya yang berlebihan. setidaknya besar harapan boby akan kesembuhan fitri saat ini demi anak-anak nya dirumah yg sedang menanti kepulangan nya. walau boby tau beratnya konsekuensi efek kemoterapi pada istrinya nanti, namun ia meyakinkan hatinya dengan sempurna bahwa ia akan selalu ada sisi fitri apapun yang terjadi nanti asalkan fitri bisa sembuh kembali seperti semula.
"sayang...maaf jika aku seolah2 tidak perduli perasaan kamu dengan tidak menanyakan isi hatimu....setidaknya ini yg terbaik sampai kamu benar-benar sudah mendapatkan pengobatan kemoterapi kamu dengan sempurna ... aku takut jika kamu menyerah dengan keadaan" gumam boby lirih
tak lama fitri sudah kembali dari belakang dan sudah selesai sholat isya , minum obat dan lainnya
saat ini boby dan fitri sudah sama2 diatas ranjangnya untuk tidur dengan posisi boby memeluk fitri dari belakangnya. mereka ingin istirahat lebih awal setelah lelah seharian di rumah sakit yg menyita waktunya . krn besok masih ada jadwal pemeriksaan thorax dan usg jantung jadi pagi2 sekali sehabis sholat subuh mereka sudah harus berangkat untuk pendaftaran lagi.
"ay..." tiba fitri memulai pembicaraan
"hmmh kenapa sayang" jawab boby sembari ia masih mengelus2 punduk kepala istrinya
"hmmh...ga...ga jadi" jawab fitri tiba2 terdengar gusar
"kenapa...apa yang mau kamu bilang" tanya boby kembali
"hmmh ay aku takut...apa dengan kemoterapi ini aku bisa sembuh ya...kalau ternyata aku ga selamat gimana" tanya fitri sendu
"astagfirullahhaladzim...bisa2nya kamu mikir kaya gitu...sudah ah aku ga mau jawab ga mau denger...kenapa kamu jadi pesimis sebelum berjuang sayang...ga ah ga mau jawab aku..."jawab boby sedikit marah dengan pertanyaan istrinya
'bener kan perasaan ku' batin boby mendengar pertanyaan istrinya
"kenapa kamu marah ay...aku cuma tanya" ucap fitri sedih
"aku ga marah marah sayang aku cuma ngingetin kamu...kamu terlalu negatif thinking aku ga suka ... belum apa2 sudah nyerah...kamu ga anggap aku dan anak2 apa selama ini...kamu pikirkan perasaan kita dong sayang...kita mau kamu sembuh...aku mau istri aku sehat bukan mau dengerin praduga ga jelas kamu barusan...kalau mati itu Haknya Allah bukan kita yg penting usaha dulu...bukan nyerah duluan sayang...apa kamu ga mau sembuh buat kita apa...?" ucap boby sedikit meninggi memberi penekanan pada istrinya namun berusaha tetep lembut
"maaf..."jawab fitri lirih
"aku cuma takut" terdengar fitri menjawab lagi sedikit berbisik terlihat ia sedikit meringkuk dalam pelukan boby
"sudah yaa...jangan takut...jangankan kamu yg sakit aku yg sehat aja belum tentu panjang umur sayang...usia kita itu rahasia Allah...jangan menerka2 cukup jalani dan berusaha yg terbaik...selebihnya biar Allah yg menentukan yg penting berusaha dulu semaksimal mungkin ya..." jawab boby lebih lembut dan menenangkan sambil mengusap lembut dan mencium kepala istrinya
"sudah ya janga pikirin macem2 sayang...istirahat yuk...besok pagi kita harus ke rs lagi soalnya biar awal kita istirahat nya jadi besok kamu lebih fresh " ajak boby mengalihkan pembicaraan istrinya supaya tidak berlanjut lagi .
"hmmh iya ay...maaf yaah...makasih udah sabar sama aku" jawab fitri langsung membalikkan badan menghadap wajah suaminya dan mengecup lembut wajah nya.
"iya sama2...kamu jg yg sabar ya dengan ujian kasih sayang dari Allah jangan menyerah apapun itu insyaAllah kamu sehat sediakala " jawab boby sambil mengelus lembut wajah istrinya dan membalas dengan kecupan yang hangat diwajah istrinya.
"insyaAllah...kuatkan aku sayang" balas fitri langsung memeluk erat suaminya.
akhirnya setelah sedikit berbincang mereka terlelap dengan saling berpelukan dalam mimpi mereka masing. menunggu pagi menjelang untuk menyongsong esok yang menjadi harapan baru.