
"apa ada yang salah dok kenapa bisa naik dan harus ganti obat ?" tanya fitri dan boby berbarengan
"tandanya kangker ibu cukup ganas saat ini dan obat yang kemarin digunakan sudah tidak bisa dipakai jadi harus diganti dengan obat yang lain dan dosis yang berbeda bu pak"
"astagfirullahhaladzim Ya Allah apa lagi ini " ucap fitri sedih lemas rasanya mendengar pemaparan dari dokter shyla
sedang boby yg sadar istrinya terpukul hanya bisa merangkul pundak nya dan mengusapnya lembut
"jika sudah ganti obat apa bisa sembuh dok" tanya boby
"insyaAllah ya pak kita hanya bisa mengusahakan selebihnya tergantung pada keyakinan ibu untuk sembuh (semngat nya) dan yang terakhir tentunya izin dari Allah yang Maha Kuasa."
boby menoleh kearah istrinya berusaha menguatkan perasaannya dan membujuknya untuk tetap tegar
"sayang jangan dipikirkan yah insyaAllah kamu sembuh kok ya... ingat anak yg kemarin sayang...kamu harus kuat dan lebih kuat daripada dia ya" ucap boby lembut pada istrinya
fitri hanya mengangguk menoreh sendu pada suaminya tak banyak berkata atau menjawab. sorot matanya sudah jelas menggambarkan perasaannya saat ini
hingga dokter nya berkata
"bu pak ini saya resepkan obat baru ya mulai minggu depan ibu dirawat selama kemoterapi yah biar bisa istirahat dan ga lelah" ucap dokter shyla sambil menuliskan protocol kemoterapi yang baru
"dirawat dok?" tanya boby dan fitri bersamaan
"iya dirawat, krn pemberian obatnya pun 1 seri itu 5hari lamanya pak bu jadi harus continues ga putus ga mungkin kan bolak balik rs jadi dirawat ya supaya pemulihan pasca kemoterapi nya maksimal ... dan untuk pengobatan resep kedua ini ibu saya targetkan rencananya 6 seri semoga kedepannya lebih baik ya hasilnya dan ada perubahan yang berarti. semangat buk" terang dokter shyla kemudian
"baik dok. aamiin " jawab boby
terlihat fitri tidak bisa berkata2 banyak hanya mengangguk lemah menanggapi ucapan dokter shyla saat itu.
"aarrggh... apa yang salah Ya Allah aku harus bagaimana lagi..."
batin fitri begitu frustasi dalam hati rasanya.
terlihat dokter shyla masih sibuk menuliskan protocol kemoterapi yang baru untuk pasiennya saat ini .
"pak nanti ini langsung lapor ke post suster pendaftaran kemoterapi seperti yg kemarin ya pak. disini sudah saya berikan keterangan untuk 6 seri jadi nanti suster yang akan atur jadwal tanggal berikutnya tapi minggu depan yg seri pertamanya harus sudah mulai. dan setelah daftar di post kemoterapi bapak nanti dikasih resep untuk persiapan obat kemoterapi ke farmasi ya pak jadi nanti obatnya sudah siap ketika ibu jadwal kemonya dan jgn lupa daftar rawat inapnya langsung setelah itu ya pak terus nanti bapak seperti biasa setelah kemoterapi cek lab dan kontrol ya pak. "
terang dokter shyla kemudian sembari masih menuliskan beberapa resep dan catatan pada status pasien nya fitri.
"baik pak" jawab boby singkat .
karena iapun bingung mau bertanya apalagi saat ini mengingat kondisi mental istrinya ia khawatir jika fitri akan semakin banyak fikiran nantinya.
terlihat dokter shyla sudah selesai menuliskan protocol kemoterapi yang baru kemudian beberapa berkas lainnya yg dibutuhkan oleh boby nantinya untuk pendaftaran. kemudian ia menyerahkan nya pada boby
"pak ini sudah selesai... bapak bisa langsung daftar habis ini ya pak. dan ibu harus tetep semangat jangan takut kita sedang berusaha saat ini yg penting harus yakin akan sembuh bismillah "
ucap dokter shyla pada boby dan fitri saat itu.
"aamiin. baik dok makasih ya. Assalamu'alaiykum" ucap boby seraya langsung beranjak keluar ruangan tsb. sedang fitri hanya mengangguk pelan kemudian ia ikut keluar
"wa'alaiykumsalam warrohmatullahi wabarokatuh" jawab dokter shyla dan suster pendamping yg ada disitu.
setelah itu boby langsung mendaftarkan jadwal kemoterapi fitri di bagian post kemoterapi yg biasanya. setelah itu selesai mereka langsung beranjak menuju loket farmasi dan pendaftaran rawat inap seperti yang diarahkan oleh dokter shyla sebelumnya.