I Am A Cancer Survival

I Am A Cancer Survival
awal yang pilu.



"terima kasih sayang, terima kasih untuk masih tetap ada untukku dan anak-anak kita dan terima kasih untuk selalu berjuang disaat tersulit dalam hidup ini" kecup boby lembut di kening istrinya sambil menggenggam tangan istrinya dengan sangat erat "kamu kuat sayang kamu harus kuat ... bertahan untuk anak-anak kita kamu bisa sayang,ingat demi anak-anak kita sayang aku mohon . aku tau kamu bisa karena ini bukan yang pertama buat kamu"


hanya di balas lirikan mata dan senyum lemah dari istrinya. selolah olah ingin berkata "aku baik-baik saja sayang tolong jangan bersedih"


entah yang keberapa kali nya tak henti-hentinya boby menatap istrinya dengan penuh harap dan cemas sampai tak terasa air mata telah jatuh membasahi pipinya . berharap istrinya segera pulih dan beraktivitas sediakala dengan kicauan indah dan senyum manisnya setiap hari.


penyesalan terbesarnya adalah pernah menyakiti perasaan nya diawal- awal pernikahan mereka.


dan itu selalu terngiang-ngiang membekas kuat didalam hatinya. dan dia bersumpah dengan segenap hatinya tidak akan pernah mengecewakan wanita tersebut lagi.


saat ini istrinya terbaring lemah tak berdaya di kamar mereka.


hanya bisa berkata lirih dan sedikit menoleh. sudah tidak sanggup lagi untuk menggerakkan anggota tubuhnya.


jangankan untuk bergerak bernafas pun ia membutuhkan bantuan oksigen. jika tidak entah apa yg akan terjadi.


"ukhhuuukkkk....ukkhuukkk..."


terdengar suara batuk kembali. dengan sigap boby langsung mengambil baskom kecil yang sudah disiapkan didekat tempat tidur istrinya dan langsung menopang tubuh kecil istrinya yg sudah sangat lemah untuk bisa mengeluarkan batuknya dengan baik.


tak lama istrinya memuntahkan cairan merah dari mulutnya beberap kali dan setelah selesai boby mengembalikan posisi tidur istrinya di kasur perlahan . tak lupa membatu istrinya menghirup oksigen kembali dengan benar agak bisa bernafas dengan baik kembali.


"makasih sayang maaf merepotkan kamu terdengar lirih istrinya berbicara.


ia tak sanggup berkata banyak hanya bisa mengecup kening istrinya lembut dan tak terasa air mata sudah membasahi pipinya kembali.


"tunggu ya sayang aku akan segera kembali,aku akan merapihkan ini dulu dan anak2 sebentar kamu istirahatlagi ya sayang " sambil menunjuk baskom kecil bekas istrinya batuk dan mengeluarkan cairan merah tersebut.


boby beranjak perlahan dari kamar setelah memastikan kondisi istrinya telah nyaman di atas kasur dan bisa beristirahat. segera ia keluar kamar dan menemui anak2 mereka yang sedang melihat tv diruang tengah rumah mereka.


****


"kk ade lagi apa sayang sudah mau makan" sapa boby ke anak2 lembut.


"papaaa mama kok ga keluar mama sudah sehat pa, kok mama bobo nya lama banget...?" celoteh si kk kepada papa nya.


"do'ain mama ya nak biar mama cepat sehat bisa main sama kk dan ade lagi mama sekarang masih harus istirahat belum bisa keluar nak" jawab boby lirih sambil mencium kepala kedua anaknya


"kalian makan yah papa suapin oke ade bikin dodot yahh papa bikinin tunggu bentar" senyum manis ke anak2nya sambil berlalu ke arah dapur


"siappp paaa"


"ciap aaa"


jawab mereka serempak sambil menonton acara favorit mereka di tv.


****


'Bobby memiliki 2 anak dari pernikahan nya dengan istrinya Fitri yang pertama Rasyuqa berusia 2,5th dan yang ke dua Tsaqif berusia 8bln'


namun pandangan itu semakin dalam dan jauh dalam kesedihan jika ia harus melihat dan membayangkan kondisi istrinya saat ini.


tak lama setelah mengurus anak2nya ia pun mengambil wudhu lalu mengerjakan sholat dhuha seperti kebiasaan nya sebelumnya. namun akhir2 ini ada yg berbeda dalam sholatnya


dipenghujung sholatnya dia berdoa dalam lirih tangisan yg penuh kesedihan bagi yg mendengarnya.


"Ya Allah Maafkan hamba atas seluruh kesalahan hamba baik yang hamba sengaja maupun tidak dan jangan engkau biarkan dia (wanitaku) dalam penderitaan yang jauh hamba tidak sanggup ya Allah, hamba tidak sanggup harus membayangkan hidup tanpa dia , hamba tidak sanggup membayangkan akan kehilangan dia dan hamba lebih tidak sanggup melihat anak2 hamba tumbuh tanpa seorang ibu disisi nya. jika memang hamba berdosa hukumlah hamba Ya Allah jangan dia ataupun anak2 hamba Ya Allah."


terdengar isak tangis pilu yg menyakitkan disela-sela do'anya .


ia tidak sanggup mengungkapkan seluruh kesedihannya kepada siapapun sekalipun kepada keluarga nya ataupun dihadapan kedua buah hatinya. hanya kepada Allah lah ia mengadu dan mengungkapkan seluruh kesedihannya


sudah beberapa bulan terakhir kondisi istrinya memburuk dan semakin parah. entah apa yang terjadi semua berawal ketika ia sudah kembali dinas dari Surabaya 4bln lalu.


November 2015


pada saat mau berangkat kerja istrinya selalu mengantarnya menuju ambang pintu seperti biasa dan berbincang sebentar sebelum berangkat. tak berselang lama ia mencium keningnya lembut dan diikuti istrinya mencium tangannya sambil mengucapkan salam.


"fi'amanillah sayang love you muah" kecup istrinya lembut di pipinya


"kamu juga yahh hati2 di rumah sama anak2,dadah sayang, assalamualaikum. mmuuaahh" kecup boby lembut di kening istrinya


"wa'alaiykumsalam " tersenyum lembut sambil melemparkan ciuman jauh jawab istrinya.


taklama boby membalikkan badan untuk berangkat kerja tiba2 terdengar bunyi benda jatuh keras ke lantai.


dan begitu ia membalikkan badannya betapa kagetnya ia melihat istrinya sudah pingsan dibelakangnya.


"sayanggg... kamu kenapa" dengan wajah kaget ia langsung merangkul istrinya dan segera membawanya ke kamar.


sambil menunggu istrinya sadar ia menepuk2 pelan pipi istrinya untuk menyadarkannya.


"sayang...sayang...bangun kamu kenapa"


"uhhuummm... sayang kamu kenapa kok belum berangkat nanti terlambat udah berangkat sana aku ga apa2 kok cuma tiba2 goyang aja dan langsung pusing mungkin kurang istirahat " seru istrinya begitu terbangun dari pingsan nya sambil menyetuh lembut pipi suaminya.


"jangan becada kamu mana bisa aku berangkat kamu kondisi kaya gini. ga aku izin aja ga ke kantor nanti aku tlp kantor" seru boby kepada istrinya


"ihh apaan sih kamu orang aku ga apa2 kok sayang bobo dan istirahat sebentar juga nanti oke lagi. mungkin krn aku mlm bergadang sama ade sayang. udah sana berangkat nanti kamu dicariin orang lho. kan mau ada meeting katanya" masih berusaha meyakinkan suaminya bahwa ia baik2 saja.


menatap ragu namun teringat perkataan istrinya iapun mau tidak mau berangkat kembali dengan gusar sembari berkata


"telefon aku kalau kamu ada apa2 ya sayang insyaAllah aku pulang cepat yah . kamu istirahat aja biar aku yg kunci pintu gausah keluar yaa"


"iya sayang iya. kamu juga yahh hati2 dijalan sayang love kamu " sambil memeluk suaminya yang sedang duduk dihadapnnya.


"aku berangkat yah hati2 dirumah sayangku" boby mulai beranjak sembari mencium kening istrinya lembut dan tak lama terdengar bunyi pintu terkunci.