I Am A Cancer Survival

I Am A Cancer Survival
anak kecil yg memilukan



setelah merapihkan berkas2 boby berusaha menuntun istrinya turun dari ranjang rumah sakitnya perlahan .


"ayo sayang sini pegang pundak aku turun pelan2 ya awas kamu pusing"


"iya sayang aku pelan2 kok" jawab fitri meraih lengan suaminya dan perlahan turun


"huffftth.... agak kleyengan yah... pelan2 ya ay" fitri agak menggeleng2kan kepala nya krn pusing dan menghela nafas sedikit kemudian mulai berjalan perlahan sambil dituntun oleh boby keluar ruangan tsb.


"iya pelan2 aja sayang... sini aku peluk nanti kita duduk didepan aja ya takut kamu kenapa2" ucap boby sembari memeluk pundak istrinya


dan hanya dibalas anggukan oleh istrinya


terlihat fitri agak goyang berjalannya tidak stabil namun boby dengan sabar menuntun nya keluar dari ruangan tersebut.


sambil berjalan sesekali mata fitri melirik kearah ruangan lain yg berbeda dan ternyata sebelum mereka keluar pintu utama ruang kemoterapi tsb disebelah kanan sebelum pintu keluar adalah ruang kemoterapi untuk pasien anak2.


tiba-tiba dari ruangan tersebut terdengar jerit tangisan anak kecil yg memilukan yg membuat langkah kaki fitri terhenti.


"hwaaaaa...ga mauuu... aku cape...huhuhu... suster jangan jahatt suter aku cape suster aku janji minum obat yg banyak dan rajin tapi jangan suntik lagi aku janji suster jangan suntik lagi suster sakit..." isak tangis anak perempuan yg kalau dilihat usianya baru sekitar 7th namun kondisi tubuhnya sudah sangat menyedihkan... rambutnya sudah habis kulitnya kusam dan tubuhnya kurus kecil


"mama tolong jangan kasih suster jahat suntik aku ma...aku sakit maaaa...sakit" cicit anak tersebut pada ibunya yg sedang berusaha menenangkan nya


degggg....


meleleh air mata fitri melihat adegan anak didepannya ... anak yang begitu kecil dan lemah harus menanggung rasa sakit yg luar biasa efek dari kemoterapi dan harus berjuang melawan kangker diusia nya yang terbilang masih sangat muda.


"Ya Allah betapa kuatnya anak itu dibandingkan dengan hamba... sembuhkanlah dia Ya Allah " batin fitri berdoa begitu pilu meliat anak diruang tsb


"braakk"


terdengar suara benda jatuh dan ternyata anak kecil tersebut sedang melompat berlari kesudut ruangan meringkuk ketakutan.


melihat ibunya bukan ia tidak kasihan saat ini. ibunya pun begitu terpukul dan sedih sudah sangat berurai air mata melihat kondisi dan mendengar permintaan anak tsb. namun ia berusaha membujuk anak tersebut perlahan agar terus lanjut berobatnya.


fitri yg masih menyaksikan kejadian tsb pun ikut berurai airmata.


begitu fitri melihat ada satu suster yg keluar dari ruang tsb ia pun lantas bertanya


"sust maaf anak itu kenapa sust dan sakit apa tanya fitri pada suster yg keluar dr ruangan tsb.


"itu kanger darah bu. kasian anaknya msh kecil bgt biasanya dia ga seperti itu bu ceria aja dan lancar selalu kemoterapi ny tapi mungkin krn sudah terlalu sering kemoterapi tubuhnya tidak kuat jadi dia seperti itu bu. tadi lagi kemoterapi pembuluh darahnya pecah jadi harus ganti tempat infus cuma ga dapet dapet bu krn anaknya stres saya sebenarnya ga tega liatnya tapi mau gimana lagi bu...oya maaf bu saya buru2 mau ambil obat dulu yaa" jawab suster tersebut pada fitri menjelaskan sembari langsung pamit untuk mengambil obat


"oh iya sust makasih" jawab fitri


"Ya Allah kasian bgt ya sayang gimana rasanya jadi dia aku yg dewasa aja ga kuat...aku ga tega liat anak.kecil kaya gitu huhu" fitri langsung membalikkan wajahnya ke dada suaminya dan terisak


"ssttt yaudah yuk keluar aja kalau gitu aku gaau kamu makin sedih liatnya" bujuk boby berusaha menenangkan perasaan istrinya


dan merekapun langsung berjalan keluar dari koridor ruangan itu perlahan menuju ruang tunggu yg ada didepan lift untuk duduk disana.


"sayang apa aku yg terlalu lemah atau cengeng ya hiks...hiks...anak itu aja luar biasa ay sanggup menjalani beberapa kali kemoterapi yg berat sebelum nya dan kalaupun saat ini dia seperti itu sangat wajar krn akumulasi sakit yg sudah lama...huhuhu Ya Allah kuatkan dia aku ga tega liatnya... aku harus kuat seperti anak itu dan tidak lemah ya ay kuatin aku ay" ucap fitri pada suaminya sambil menangis sendu


"sudah sayang...jangan bilang gitu... Allah paling tau Kadar kesanggupan semua Hamba Nya... kamu dan anak tersebut adalah orang dan tubuh yang berbeda dengan penyakit dan penanganan yang berbeda juga ... tapi setidaknya dari anak tersebut kamu harus belajar kuat seperti kata kamu barusan.. anak itu aja baru lemah setelah beberapa kali menjalani dan itupun krn kondisi tubuhnya yg menurun sedang sebelumnya kata suster dia ceria ceria aja nah kamu harus belajar dari anak tersebut untuk kuat sayang jangan menyerah kecuali memang tubuh kamu yg tidak sanggup lagi...namun jika itu terjadi berjanjilah kamu harus tetap kuat dan semngat ya sayang demi anak2 kita yg selalu menanti kehadiran kamu disisi nya dan aku akan selalu sini disampingkamu apapun itu yg terjadi". ucap boby lembut pada istrinya berusaha menenangkan perasaan istrinya.


"iya ay insyaAllah do'akan aku ya ay" jawab fitri masih terdengar sengguk.


boby hanya bisa tersenyum menanggapi istrinya dan mengelus pundak istrinya lembut. saat ini dia melihat jelas betapa beratnya perjuangan para cancer survival termasuk istrinya saat ini.


menjalani prosedur pengobatan yg panjang pemeriksaan yang seolah-olah tak berujung belum lagi pada saat kemoterapi dan semua efek buruknya. ditambah para pasien tersebut bukanlah orang dengan kekuatan fisik yg paripurna melainkan lemah krn tubuhnya sudah di grogoti oleh kangker tsb.


hanya satu kata yang pantas untuk.mereka semua yg berjuang yaitu "Luar Biasa"