I Am A Cancer Survival

I Am A Cancer Survival
hati istriku



tak lama setelah selesai makan mereka segera kembali kerumah nenek dan segera istirahat dikamar... boby langsung bersih2 ke kamar mandi dan fitri memilih untuk rebahan sesaat di sofa kamar menghilangkan lelah mereka seharian dirumah sakit.


terlihat fitri melamun jauh entah kemana saat ini. matanya menerawang jauh tak terlukiskan terlihat bulir air mata terjun deras membasahi pipinya. dan semakin lama tubuhnya bergoncang terlihat begitu pahit rasa dihatinya. namun akhirnya ia memutuskan untuk segera merapihkan diri takut suaminya menyadari kondisi dan perasaan nya saat ini.


Pov Fitri


"sayang aku bahagia...sungguh bahagia disaat terpuruk dan tersulit dalam hidupku kamu selalu hadir sebagai penopang dan penyemangat ku ... lebih dari apapun aku bersyukur...maaf jika aku tak sempurna sayang...maaf jika aku begitu rapuh dan menyusahkan mu... maaf jika aku belum bisa menjadi istri yang sempurna buat kamu...bukan yang pertama aku menyusahkan kamu tapi sudah yg kesekian kalinya. dan kamu selalu ada"


aku ingin egois sayang...sekali saja.apakah aku jahat?


maaf jika aku tak bersemangat menghadapi kemoterapi ini. tidak seperti kamu...>


ingin rasanya aku menangis dan berteriak tapi apalah daya...aku lelah dan tak sanggup lagi rasanya menjalani ini. membayangkan harus menjalani kemoterapi rasanya seperti kematian yg buruk didepan mata . ini bukan pertama untukku karenanya aku tak sanggup


namun melihat semangat kamu untuk kesembuhanku aku bisa apa... aku tak mau kamu kecewa krn aku tau kamu sudah berkorban segalanya untukku. namun ketakutan ini begitu besar mengganggu ku.


jika ku bisa memilih ingin rasanya aku egois saja sayang. aku ingin menolak semuanya biarlah jika jiwa ini tak sanggup bertahan dengan penyakit ini izinkan aku menyerah. toh kapanpun jika memangsudah waktunya jiwa ini pasti akan kembali ... apakah boleh sayang?


namun hati kecilku begitu teriris melihat semangat kamu dan harapan anak2...


aku jahat...yaa aku jahat.. saat ini ketika egoisku berkata aku sadar jika aku jahat.


aku hanya berfikir bahwa aku menderita dengan pengobatan ini...tanpa aku berfikir kamu dan anak2 lebih menderita dengan kenyataaan aku akan hidup atau meninggalkan kalian.


aku jahat hanya berfikir aku menderita akan sakitku hingga mau menyerah dan lupa bahwa kamu mengorbankan segalanya demi keselamatan dan kesembuhan aku hingga kamu mengorbankan kerjaan kamu waktu juga materi...


Ya Allah....


se egois itukah aku... aku ingi menangis dan berteriak Ya Allah ... aku lelah rasanya dan tak sanggup... apakah aku salah... jika memang sudah sampai batas usia ini biarlah aku menikmati waktu2 terakhirku dengan mereka sehingga mereka mengingat aku selalu disisi mereka...apa aku egois Ya Allah... huhuhu aku hanya bisa menangis


Ya Allah lelah ku buka tanpa alasan... aku lelah dengan semuanya krn aku tak mau melihat suamiku kehilangan segalanya krn aku...cukup banyak materi yg terbuang begitu saja hanya untuk biaya kesembuhanku namun aku masih seperti ini. cukup aku melihat anak2 ku kekurangan hanya karena berkorban mengambil jatah mereka untuk membantu biaya kesembuhanku. setidaknya jika egoisku ku pilih mereka memiliki sedikit untuk kenyamanan hidup mereka. itulah alasan ku ingin egois sesaat.


apa aku salah Ya Allah...


namun ... jika itu kupilih mungkin aku adalah orang yg paling bodoh... yaa mungkin jika egois itu ku pilih kalian bukannya menjadi layak melainkan hancur...


benar aku disisi kalian namun aku hanyalah bagai mayat hidup yg menyusahkan ....benar kalian akan lebih layak namun kalian hanya akan hidup tanpa raga krn aku tak bisa menjadi bagian dari kehidupan yg sempurna nantinya. dan tidak akan ada harapan kesembuhan seperti yg ku lihat diwajah suamiku


Ya Allah kuatkan aku ya Allah... jangan biarkan kebodohan itu menguasai hatiku dan pikiranku...izinkan aku bertahan untuk Mereka yg berkorban begitu besar dalam hidupnya hanya untuk kesembuhanku...izinkan aku mendampingi malaikat kecilku tumbuh menjadi anak2 yg kelak aku bisa pertanggung jawabkan kehadirannya di dunia ini kelak dihadapan Mu Ya Allah... jangan biarkan Setan menguasai hatiku untuk berputus asa akan rahmatmu dan jangan biarkan aku menyesal krn memilih keegoisanku.


apa aku kurang bersyukur ya Allah... kau limpahkan aku rahmat yang besar dengan hadirnya seorang suami yg sempurna namun aku malah berputus asa dengan terbesitnya keegoisan dalam hatiku... aku tak bersyukur dengan memilih menyerah sebelum memulai kembali pengobatan kemoterapi ini...ya Allah Maafkan hamba Ya Allah...kuatkanlah hamba Ya Allah...kuatkan hamba untuk berjuang bukan menyerah kuatkan hamba untuk bersabar dan bersyukur selalu ya Allah...


...----------------...