
Pov Boby
'Ya Allah andaikan aku bisa menangis dan berteriak ingi rasanya aku tumpahkan semuanya...tapi aku tak sanggup ya Allah...aku tidak mau melihat wanita ini hancur...aku tak mau melihat dia lebih buruk daripada ini...apabila dengan ku tersenyum dia bisa bahagia aku akan tersenyum sekalipun hati ini menangis...jika hanya dengan disisi nya ia bisa kuat maka aku tak akan pernah sekalipun beranjak darinya...ya Allah batin ini hancur lebih dari apapun melihatnya...andai ku bisa menggantikan posisinya biarlah aku yg cukup menderita...bukan dia....karena aku tau betapa beratnya dia harus bertahan sampai saat ini"
boby berucap dalam hatinya... sambil memeluk dan membelai lembut kepala istrinya...
'sayang andaikan kamu tau... hati aku jauh lebih rapuh daripada yang kamu lihat...aku berusaha kuat karena kamu ada disamping aku...aku tidak perduli apapun kondisi kamu...yang aku tau aku hanya bisa bertahan jika ada kamu dan anak2 kita...
aku mau kalian bahagia...maka aku akan berjuang agar kamu sembuh apapun itu
...----------------...
tanpa fitri sadari saat itu boby tengah ikut menangis dan bersedih hanya saja ia dengan cepat menghapus airmata nya agar tidak terlihat oleh fitri.
bagaimana tidak ia bersedih krn sekalipun fitri sudah akan mendapatkan tindakan kemoterapi namun itu tidak memberikan jaminan ia akan sembuh 100%
"sayangg...sudah yaa...yuk kita sholat kita minta yang terbaik sama Allah aja ya sayang...supaya kita tenang dan kamu pun kuat insyaAllah...yuk cepat ah jangan sedih lagi tar lama2 disini nanti tempat penjadwalan nya penuh dan tutup lho" ucap boby lembut tersenyum menatap fitri. sembari berusaha mengalihkan perasaan fitri pada saat itu.
fitri berusaha menghentikan kesedihannya dan mengusap air mata nya
"i-iya ay...maafin aku yaa" jawab fitri sembari menatap wajah boby sendu
"iya gpp kok aku ngerti perasaan kamu yuk langsung ambil wudhu biar tenang" jawab boby sambil membelai lembut punduk kepala istrinya
saat itu mushola sudah mulai lenggang boby dan fitri langsung sholat berjama'ah disana. tak lupa setelah sholat mereka berdoa dengan khusyuk.
entah memang fitri tidak tau atau jarang memperhatikan suaminya krn kondisi nya saat ini... tapi andaikan dia bisa melihat boby hanya menunjukkan seluruh kesedihannya ketika dia sedang berhadapan dengan Rabb Nya ...
wajahnya begitu gusar dan pilu
bahkan sering kali air matanya mengalir begitu saja dalam sholat dan do'a nya.
tanpa sepengetauan fitri boby pun sering bernazar untuk kesembuhan istrinya setiap fitri dalam kondisi buruknya ( ngdrop) hanya itu yang bisa boby lakukan untuk fitri
memberikan do'a perhatian perasaan dan selalu disampingnya. sampai2 boby jarang ke kantor karena terlalu sibuk mengurus fitri dirumah sakit.
dan tanpa fitri tau pun boby sudah dapat teguran dari pihak kantor untuk ketidak disiplinan kerjanya yg terlalu focus dalam mengurus istrinya. namun masih ia sembunyikan baik2 dari fitri krn dia berharap pengobatan kemoterapi fitri bisa cepat didapat.
"sayang yuk udah selesai kita keatas. takutnya bentar lagi tutup" ucap boby pada fitri.
"heh..iya yuk" jawab fitri begitu terdsadar dari lamunannya.
merekapun langsung berjalan kembali ke ruangan penjadwalan kemoterapi di lt.3 rs tersebut.
benar saja ruangan tersebut sudah buka dan untungnya tidak terlalu ramai orang hanya ada 3 pasien yg menunggu saat itu... namun krn fitri baru pertama kali berobat disana masih membutuhkan sedikit proses mulai dari pendataan ulang dan menyusun berkas2 rujukan juga resep obat kemoterapi nya...