
1 jam berlalu..
"permisi ... dengan ibu fitri" terdengar panggilan suara suster di pintu kamar rawat inap tersebut
"iya masuk" jawab boby
"maaf pak sudah waktunya ibu keruangan kemoterapi saya menjemput ibu sekarang... " ucap suster tersebut ramah sambil mendorong kursi roda masuk keruangan untuk dipakai fitri menuju ruang kemoterapi.
"oh iya istri saya sudah siap mari kita bisa langsung jalan" ucap boby kemudian sembari merapihkan pakaian fitri dan membantunya naik ke kursi roda.
mereka pun langsung berjalan menuju ruangan kemoterapi yg sudah siap.
sesampainya disana fitri langsung menuju brangkar nya dan berbaring disana. sedang boby kembali menunggu di pintu luar.
" pagi ibu , kita mulai kemoterapi nya ya bu... ini obatnya yg baru dosis pertama ya bu... semoga Cocok kali ini dan ibu lekas sembuh, " ucap seorang suster menghampiri fitri sembari membawa trolley obat kemonya fitri dan siap2 memasangkan nya
"pagi sust... iya silahkan " jawab fitri datar
suster merasakan jika fitri tidak bersemangat dan sedih terlihat dari raut wajahnya dan tatapannya.
"bismillahhirrahmannirrahim... InsyaAllah sembuh bu. semangat yaa. ini obatnya sudah saya ganti labu infusannya tunggu habis nanti saya ganti kembali... ibu bisa beristirahat saja sambil menunggu yaa" celoteh suster tersebut ramah berusaha menenangkan perasaan fitri
"iya sust makasih " jawabnya kembali masih datar
sembari menunggu obatnya habis fitri hanya bisa termenung menatap langit langit ruangan tsb dan menerawang entah kemana.
saat ini hatinya luar biasa campur aduk.
takut jika kemoterapi kali ini tidak berhasil
takut jika ini bukanlah akhirnya.
takut jika ini semua akan sia2 dan tak berguna.
takut jika ia akan menghancurkan harapan suami dan anak anak nya.
tak pernah ada yg tau dengan masa depan atau hati esok. di tengah lamunan nya tiba2 terdengar dering suara ponsel nya berbunyi.
terlihat nama suaminya tertera di layar ponselnya sedang memanggil...
"Assalamualaiykum, iya ay" jawab fitri
"wa'alaiykumsalam ,gimana sudah mulai sayang, gimana perasaan kamu sekarang, apa kata susternya " tanya boby
"alhamdulillah sudah ay, hmmh rasanya campur aduk ay ga bisa dijelaskan ... dan " jawab fitri sedikit gusar sembari menghela nafas panjang dan sedikit terjeda , sembari menatap langit ruangan tsb.
"semangat ya sayang. kamu pasti bisa, kenapa... kamu mau bilang apa,... gausah mikirin yg macem2 yaa... kamu pasti bisa sayang " ucap boby menyemangati kembali begitu mendengar nada kegusaran dalam suara istrinya
"hhmhh iya ay, entahlah.. aku cuma takut ... apa aku salah sayang ? ..." lirih fitri pelan menjawab pertanyaan suaminya
"takut itu manusiawi sayang... kamu ga salah kok ... yang salah jika kamu berputus asa, sedang Rahmat Allah tak terhingga jumlahnya, yang salah itu jika kamu berfikir tentang hari esok yang belum pasti sedang hari ini yg di depan mata kamu abaikan hanya krn sebuah ketakutan yg belum tentu menjadi takdir, jangan pernah tenggelam dalam ketakutan dan membuat kamu meragukan dan mendahului Takdir Allah dengan pikiran dan perasaan kamu sayang ... kamu itu kuat ... kamu itu luar biasa dan kamu pasti bisa ,sangat ya sayangnya aku ... mmmuuuaahh " ucap boby menjawab pertanyaan Istrinya sembari sedikit menghibur nya melalui sambungan telepon tsb.
"MasyaAllah... selemah itukah hati aku saat ini sayang... maafin aku Ya Allah, aku lupa jika Allah Maha segalanya , maafin aku sayang " sambung fitri langsung memegang kening kepalanya dan mulai tersadar dari lamunannya begitu mendengar jawaban suaminya
disebrang tlp boby sedikit tersenyum mendengar ucapan istrinya.
"ga apa apa sayang, aku akan selalu mengingatkan kamu untuk itu, makanya sekarang kamu harus semangat sembuh yaa... apa kamu ga kasian sama aku... tar kalau aku di godain suster suster atau dokter cantik disini gimana ... kan aku maunya cuma sama kamu ay "ucap boby sembari menggoda istrinya supaya istrinya bersemangat kembali seperti dulu
mendengar suaminya menggodanya lagi fitri pun memutar bola matanya jengah
"mulai deh, suster dokter atau kamu yg godain... heehh ... jgn mcm2 deh ... pancing2 aku tar kalau aku tarik kail nya kamu kabur" jawab fitri terdengar mulai terpancing dan membalas ucapan suaminya
"alhamdulillah, MasyaAllah istri aku ga lupa gimana ngomel sama aku, alhamdulillah, gitu dong sayang, jangan cemberut terus nanti cepet tua jelek lho... hhe maaf ya aku cuma mau kamu semangat lagi sayang ga maksud kok "... jawab boby merespon ucapan fitri.
sudah cukup lama rasanya boby tidak melihat istrinya bisa diajak bercanda kembali. krn beberapa waktu terakhir hanya awan kelabu yg menghiasi wajah istrinya.
tak terasa boby mnlpn fitri Sampai obat nya habis, memang tujuannya adalah supaya istrinya lebih tenang dalam menjalani nya,dan saat ini fitri sudah bisa kembali ke ruangan perawatan nya diantar kembali oleh suster yg menjemput nya tadi dan di ikuti oleh boby .