
"sayang kamu terlalu berfikir jauh sayang...InsyaAllah kamu ga akan kenapa2 yaa... kamu kuat aku tau itu... buktinya kamu kemarin bisa melalui kemo itu waktu di Surabaya dan berhasil melahirkan ade yg sehat sempurna ... jadi kamu harus kuat dan berhasil sembuh untuk anak2 nantinya...yah...yah " ucap boby lembut sembari menatap kedua wajah istrinya lembut yang sedang ia rengkuh erat dengan kedua tangannya.
"tolong semangat...jadilah ibu yg kuat seperti biasanya...jadilah wanitaku yg ceria seperti hari hari sebelumnya...kamu bisa sayang" ucap boby menyemangati istrinya. sekalipun ia sedih dan terpuruk boby tidak mau menunjukkan itu semua dihadapan istrinya.
sebesar mungkin ia menyembunyikan perasaan gundah dan khawatir nya ... tak mau itu memberikan dampak buruk bagi perasaan istrinya.
saat ini ia tau betapa rapuhnya jiwa dan raga istrinya melebihi perasaannya sendiri. bagaimana tidak kondisi tubuh fitri yg semakin lemah dan ngdrop serta kejiwaan nya yg tertekan dalam menghadapi pengobatan kedepannya...belum lagi memikirkan anak2 mereka yang masih kecil-kecil dan juga biaya pengobatan yang tidak sedikit tentu nya kedepan nanti.
"sayang...udah yaa jangan sedih lagi dong,lihat aku sayang...ingat aku akan selalu disamping kamu apapun itu dan akan selalu ada buat kamu...dan ingat anak-anak kita menanti kamu sembuh sayang" ucap boby lembut menatap wajah istrinya .
terlihat fitri mulai mencerna ucapan boby perlahan ia mengangguk. dan kembali memeluk suaminya
"maafin aku...maafin aku banyak nyusahin kamu dan maafin aku yg lemah dan ga pernah kuat hatinya...aku mohon jangan tinggalin aku...kuatin aku sayang... huhuhu "ucap fitri sendu sambil merangkul erat suaminya. karena saat ini hanya boby lag penenang jiwanya
"udah ya sayang...kamu makan lagi dikit lagi aja. tar minum obat habis itu biar enakan yah" bujuk boby kembali pada fitri untuk menyelesaikan makan nya yg tertunda krn perasaan nya sempat campur aduk
akhirnya fitri bisa menghabiskan makannya walau tidak banyak tapi lumayan dan boby langsung memberinya obat.
saat ini kondisi fitri agak lebih nyaman setelah obatnya diganti walau nafasnya masih belum stabil dan batuk darahnya masih sering tapi setidaknya dia sudah bisa berbicara sedikit nyaman.
sepanjang malam boby berusaha menenangkan perasaan istrinya yg tidak karuan. ditambah tubuhnya yg masih lemah. boby berusaha supaya istrinya tidak kurang istirahat krn terlalu banyak memikirkan penyakitnya. khawatir kondisi badannya semakin turun seperti yg sudah2 .
saat itu mereka sudah mau beristirahat...boby memeluk fitri dari belakang punggung istrinya sambil mengusap lembut kepalanya.
tiba2 fitri bertanya pada boby...
"ay gimana kerjaan kamu...kamu jarang masuk...nanti dicari orang gimana...atasan kamu nanti marah sama kamu" ucap fitri perlahan
"udah gausah mikirin kerjaan aku sayang...dikantor banyak yg backup...sedang kamu disini butuh aku bukan kantor yah...jadi gausah mikirin kantor aku sayang " jawab boby lembut pada istrinya.
"emang bisa gitu...nanti kalau kamu dipecat gimana ay...gara2 aku ...aku ga mau" ucap fitri lirih
boby membalikkan badan fitri kearahnya sembari menatap lekat wajahnya.
"udah ah sayang jangan mikir macem2...apapun kondisi aku pokoknya aku akan selalu disamping kamu yah sayang...aku akan ngurusin kamu sampai sembuh dulu yaa...jadi kamu gausah mikirin apapun dulu...aku cuma mau kamu sembuh biar aku tenang kerjanya dan ninggalin kamu sama anak2 dirumah...jadi kamu semangat ya sayangku" jawab boby lembut sembari mengecup lembut wajah istrinya .
"tolong jangan pikirkan apapun selain sehat sayang...aku cuma minta itu aja" sambung boby sambil mengecup dan memeluk lembut tubuh istrinya yang rapuh.