
tak lama berselang suster muncul dari ruangan dokter memanggil fitri dan menyerahkan dics pemeriksaan usg jantungnya pada fitri. akhirnya setelah itu mereka bisa segera pulang kerumah dengan tenang.
"sayang beli apa buat anak2 nanti ya" tanya fitri antusias
"kamu cape sayang...mending langsung pulang aja nanti kita aja mereka jalan aja puasin mereka habis itu sekalian belanja buat stok mereka selama kita tinggal nanti minggu depan " timpal boby pada istrinya
"hmmh gitu ya ay...yaudah deh kalau gitu...yaudah yuk kita langsung pulang" jawabnya riang sambil bergelayut manja di lengan suaminya
tak perlu menunggu lama akhirnya boby dan fitri langsung pulang menuju rumah mereka di bekasi. sebelum pulang fitri sempat mengirimkan sms kepada ayung bahwa mereka tidak pulang kerumah nenek. beruntung jalanan menjelang sore itu lenggang jadi mereka lebih cepat sampai kerumah. hanya butuh waktu 1,5jam mereka sudah sampai dirumah mereka.
"bismillahhirrahmannirrahim, Assalamu'alaiykum" ucap boby dan fitri berbarengan begitu masuk rumah mereka.
"sepi ya sayang aku kangen anak2 rasanya mau kerumah nenek langsung jemput mereka" ucap fitri sendu memandang kedalam rumah mereka yg kosong tanpa kehadiran anak2 mereka.
"sabar sayang...kamu masih cape. istirahat dulu bersih2 dulu dan kita beli makanan buat mereka dulu kasian kalau mereka kita jemput ga ada makanan. kamu jg cape dan lagi sakit ga mungkin masak kan,sabar yah...yuk bersih2 dulu" jawab boby lembut menanggapi keluh istrinya yg begitu merindukan anak2 mereka.
"hmmh iya ay yaudah" jawabnya singkat
fitri langsung duduk disofa ruang trngah mereka sedang boby bergegas menuju kamar dan merapihkannya supaya fitri bisa langsung istirahat .
namun...
"drrtt...drrttt"
tiba2 ponsel boby berbunyi dan boby langsung meraihnya dan menjawab panggilan tlp tersebut
"Assalamualaiykum iya pak ada apa pak" sapa boby kepada penelpon disebrang
"apa pak...hmmh baiklah pak...iya pak siap insyaAllah besok saya usahakan ke kantor pusat" jawab boby dengan raut wajah sedikit cemas namun masih berusaha ia tutupi dari istrinya supaya istrinya tidak curiga
"iya pak makasih,wa'alaiykumsalam " jawab boby menutup panggilan tsb
"siapa ay" tanya fitri tiba2
"ada masalah kah" tanya fitri serius
"ga ada ay insyaAllah ga ada kok. udah gausah dipikirkan, paling urusan proyek" jawab boby singkat tak ingin fitri terlalu banyak bertanya lebih.
"bener ay...hmmh besok ga jadi dong jalan2 sama anak2 ay...aku cuma punya waktu 3hari sampai minggu sebelum mereka berangkat... sedangkan besok udah jum'at" ucap fitri sedikit bernada kecewa
"iya maaf ya sayang...dadakan dari kantor...mungkin ada kerjaan yg harus diurus kan aku jarang masuk...kamu tenang aja kan masih ada sabtu kita bisa jalan2 sama mereka ya...ga usah sedih dong bentar lagi kita jemput anak2 ya sayang" ucap boby berusaha menenangkan perasaan istrinya
"oya gpp aku ngerti...selama ini kan kamu nemenin aku di rumah sakit terus ... harusnya aku yg minta maaf ganggu kerjaan kamu ay"
"iya gpp kok...tenang aja itu kan pilihan aku jadi ga ada yg perlu dimaafkan sayang...kamu dan anak2 tanggung jawab aku yg utama selain kerjaan aku. jadi pasti aku dahulukan kamu...gausah dipikirin ya" jawab boby lembut mengusap wajah istrinya
"makasih ya sayang...maafin aku" balas fitri sendu dengan mengecup telapak tangan suaminya yg sedang membelai lembut wajahnya.
boby hanya membalas nya dengan senyuman hangat dan sedikit kecupan di kepala istrinya.
"aku rapih2 bentar ya . habis ini kita jemput anak2 di rumah nenek ya" ucapnya kembali
tak perlu menunggu lama mereka sudah selesai dan bersiap menuju rumah mamanya fitri. tak lupa mereka membelikan makanan untuk anak2 nantinya dirumah.
begitu sampai dirumah mertuanya pelan2 boby mematikan mesin motor supaya tidak terdengar anak2 .
"Assalamu'alaiykum...sayang mama dimana mama pulang nak" ucap fitri begitu memasuki rumah mamanya
begitu mendengar suara fitri anak2 langsung berhamburan mencari sumber suara tersebut
"mamaaaaaa....mamaaa" ucap kedua beradik itu kompak sambil berlari berhamburan kedalam pelukan fitri
"kangen mamaaaa...mama lamaaa perginya huhuhu" teriak si sulung sambil menangis di pelukan fitri.