
minggu pagi pun tiba...
wakti berlalu begitu cepat...hari ini boby dan fitri kembali menitipkan anak2 pada mamanya tak lupa menyiapkan perlengkapan mereka yg kemarin sudah di beli dan siapkan
rasa nya tidak mau cepat2 pergi lagi namun mengingat perjuangan yg masih panjang yah mau tidak mau mereka harus mau.
setelah anak2 dirapihkan sekitar jam 9 pagi mereka diantar kerumah neneknya lagi.
tak lupa perlengkapan anak anak pun dibawa semuanya.
...****************...
"Assalamu'alaiykum... nenek kita datang" sapa fitri begitu masuk ke dalam rumah orang tua nya sambil menggendong Tsaqif dan diikuti boby yg membawa perlengkapan anak2 juga Rasyuqa yg berjalan sendiri
"wa'alaiykumsalam... iya masuk aja nak..." ucap mamanya langsung menghampiri
begitu masuk kerumah neneknya anak2 langsung duduk didepan tv krn kebetulan tv sedang menayangkan acara kartun anak.
"kamu mau berangkat lagi nak ... semangat ya... semoga lekas sembuh" timpa mama lagi tersenyum lembut
"hmh iya ma. titip anak anak lagi ya maaf ngerepotin... ini barang barang mereka nek dan pegangan buat mereka kalau ada apa-apa ya nek. maafin kita ngerepotin ya nek... makasih udah jagain anak anak ya nek " jawabnya seraya fitri menyerahkan perlengkapan anak anaknya pada ibunya dan kebutuhan lainnya.
"gausah dipikirin yang penting kamu sembuh . anak2 aman sama mama kok. mereka pintar nurut dan gak rewel. kamu ga usah mikirin macem2 focus aja sama pengobatan kamu saat ini. nanti kalau sudah sembuh baru pikirkan mereka lagi ya " jawab mamanya berusaha menenangkan perasaan fitri
"iya ma. kalau ada apa2 kabarin aja ya ma... maaf kita ga lama ma takut anak2 nanti susah ditinggal nya nanti mereka nangis semuanya. mumpung mereka anteng ma" ucap fitri setengah berbisik pasa ibunya ketika melihat anak2 sedang focus menonton kartun
"iya nek kita langsung ya nek . maaf udah ngerepotin nenek" timpa boby langsung berpatutan mencium tangan mertuanya
"iya udah gpp langsung aja sana pelan2 mumpung mereka anteng. " ucap mamanya langsung
boby dan fitri langsung beranjak keluar rumah pelan2 supaya anak2 tidak memperhatikan mereka. krn khawatir akan susah ditinggal jika mereka sudah menangis nantinya.
ketika sudah sampai diatas motornya dan sudah mau berangkat tiba2 Tsaqif menangis berteriak
"mamaaaaa .... mamaaaaa..... "Tsaqif menangis berlarian kearah luar diikuti Rasyuqa dimenyusul.
begitu melihat kedua orang tuanya akan berangkat ia semakin menjerit2 tidak mau ditinggal dan mau tidak mau fitri langsung turun menghampiri segera memeluknya. diikuti boby
"sayang nya mama... jangan nangis kok nangis. kan lagi nonton tv nak ... hayu nonton lagi yuk nak sama kakak ya... eh susu ade mana yaa" ucap fitri berusaha menenangkan perasaan putra nya.
"mamaaaa... ndakk mau mamaaaa" tangisnya semakin pecah sambil memukul2 kecil pundak fitri...
melihat cucunya menangis nenek langsung berusaha mencari beberapa mainan jg cemilan anak2 untuk membujuknya supaya mau turun dari pelukan fitri.
"ini nenek ada apa yaaa... wahh mobil2an kita main yukkk...ada coklat juga wahh ada lolipop hmmmhh sedap siapa mauu." goda neneknya pada Tsaqif
terlihat Tsaqif mulai melirik neneknya dan buruknya berhasil ia mau turun menghampiri neneknya walaupun agak segukan
"pintar anak mama... jangan nakal ya sayang mama ,mama pergi cuma sebentar nak nanti mama pulang lagi ya..." ucap fitri mencium kepala purta nya.
"sudah ade...mama cuma mau ke dokter biar sembuh...jangan sedih lagi jangan nangis ada kk sama nenek yah yuk kita nonton lagi ." ucapnya pelan sambil merangkul pundak adiknya dan berusaha membujuk adiknya
deg...
"Ya Allah dewasa sekali putri ku...betapa pintarnya ia Ya Allah..." batin fitri dan boby
setelah Tsaqif mau dibujuk dan digendong nenek nya fitri langsung siap2 berangkat bersama boby. tak lupa ia mencium putrinya dan memeluknya erat
"mama cepat sembuh ya ...cepat pulang" ucapnya pelan tercekat terlihat Rasyuqa menahan tangisnya sambil memeluk erat fitri dan boby
deg...
"Ya Allah sayang aku... maaf mama ya nak" batin fitri lagi begitu mendengar ucapan putrinya
"aamiin iya sayang... makasih ya nak...jangan nakal ya sayang... sayang kakak" balas fitri langsung berusaha melepas putrinya dan berangkat takut hatinya melemah melihat anak2nya
"sudah cepat kalian berangkat sebelum Tsaqif nangis lagi ya mama langsung kedalam ya supaya dia ga rewel lagi...hati2" ucap mamanya langsung menggendong Tsaqif yg anteng dengan mainan dan cemilannya ke dalam
"iya ma makasih ma...berangkat ya ma ...kakak.... Assalamu'alaiykum dadah "ucap fitri melambai ke arah putrinya
Rasyuqa terlihat begitu tegar dia berdiri didekat kaca jendela dan melihat dari balik gorden membalas lambaian mama nya dan tak berapa lama tangisnya pecah sesegukan ia menangis dibalik gorden tersebut langsung membalikkan badannya seperti seolah2 tak mau terlihat oleh ibunya.
namun ternyata adegan itu terlihat jelas oleh boby begitu boby sudah menyalakan kendaraannya dan jalan.
deggg....
" Ya Allah putri ku..." ucap boby pelan
"kenapa sayang" tanya fitri
"kamu tau sayang... kk barusan aku liat itu nangis sesegukan dibalik gorden dan begitu aku lihat dia langsung balik muka" ucap boby sendu pada fitri
"Ya Allah sayang... pintar dan dewasanya dia ... sedih aku rasanya liat mereka seperti tadi ay bisa2 nya kk pura2 kuat depan kita ternyata dia begitu tersika ayy" terdengar fitri mulai menangis mengingat anak anaknya
"iya... anak kita pintar sayang... maka dari itu kamu wajib sembuh yaa... harus semangat... liatlah perjuangan mereka mengorbankan perasaannya sayang... terutama kk. dia begitu dewasa dan kuat didepan kamu namun begitu lemah dan rapuh tanpa kamu" ucap boby berusaha menyemangati istrinya
hiks...hiks terdengar fitri menangis
"ii-iya ay maafin aku...aku akan kuat demi mereka" ucap fitri semakin sedih ia memeluk erat pinggang suaminya dari belakang.
boby yg mengetahui istrinya bersedih hanya bisa mengelus2 lembut pundak tangan istrinya krn dia saat ini sedang focus membawa motor.
"yaudah kamu jgn sedih yaa sayang... semangat" ucapnya kembali
sepanjang perjalanan fitri tampak murung memikirkan anak2nya. namun setidaknya itu menjadi motivasi tambahan baginya untuk segera sembuh demi putra putrinya agar ia semakin semangat menjalani pengobatan nya nanti.