
sepanjang perjalanan fitri tampak murung. lebih murung daripada hari2 sebelumnya.
tidak banyak bicara sampai kerumah pun .
boby sadar istrinya saat ini mungkin sedang tertekan dengan hasil medis baru yg ia terima.
entah mau atau tidak mau bayangan kemoterapi itu begitu memperburuk keadaannya.
"sayang anak2 titip dimama aja yaa besok kan kita ke rs lagi" ucap boby
terlihat fitri hanya mengangguk pelan sedang matanya menerawang jauh entah kemana
boby begitu terpukul dengan kondisi istrinya terkadang pikirannya pun sempat tidak karuan melihat kondisi istrinya. bagaimana tidak sekarang saja kondisi istrinya sudah sangat lemah bagaimana nanti jika kemoterapi...pikirannya pun berselancar jauh entah kemana... jujur ia tidak sanggup membayangkan kehilangan wanita yg ada dihadapan nya saat ini,apalagi anak2 mereka yang masih sangat kecil2.
seketika boby langsung membuyarkan lamunannya ia tidak mau lemah karena situasi ini sekalipun sangat berat. ia mau kuat supaya bisa menguatkan istrinya yg sedang terpuruk dan jatuh.
bergegas ia merpihkan dirinya dari luar tadi.
setelah mengganti baju boby langsung merapihkan istrinya supaya bisa langsung istirahat. ia langsung menyiapkan makanan untuk makan istrinya supaya bisa minum obat.
tak terasa seharian ini mereka berkutat dengan lab dan rumah sakit hingga baru tiba dirumah maghrib.
"sayang yuk kita sholat dulu baru habis itu kita makan" ucap boby lembut.
istrinya mengangguk dan minta gendong untuk wudhu ke kamar mandi.
boby sholat berjama'ah dengan fitri sebagai makmum nya. walaupun fitri tidak bisa sholat dengan sempurna ia berusaha mengikuti nya sekuat mungkin krn ia tak mau sampai kehilangan sholatnya hanya karena sakit.
setelah selesai sholat boby tidak lupa berdoa sebentar untuk kesembuhan istrinya dan kebahagiaan keluarganya kelak.
setelah itu ia bersiap2 untuk mengambil makanan menyuapi istrinya makan supaya bisa minum obat.
"ayy...kalau aku gabisa sembuh gimana..." tiba2 fitri bertanya dengan suara tercekat sedih. kepalanya tertunduk lesu menatap tidak karuan
"kamu bicara apaan sih...kita kan lagi berusaha hasinya aja belum pasti gimana ceritanya kamu bilang ga sembuh sayang ...udah ah gausah mikirin macem2 yaa... banyaki istirahat aja dan makan yg sehat itu yg sekarang paling penting buat kamu...hayoo makan lagi" ucap boby spontan sembari menyuapkan makan istrinya.
ia tidak mau menanggapi ucapan istrinya krn tidak mau istrinya bersedih berlarut2 dengan pemikiran nya
"**-tapi ay...aku memang ada kangker itu...ucap fitri sambil menatap wajah suaminya" terlihat matanya sudah berkaca-kaca menahan tangisannya
"kamu tau sendiri selama ini aku kemo di surabaya belum tuntas harus ganti obat dan dosis ...walau dosis kecil waktu itu tapi itu belum sembuh dan hanya tertunda krn ada ade... " ucap fitri lirih
"dan sekarang kondisi aku begini...huhuhu...hiks...hiks" ucap fitri menatap dirinya sendiri sampai akhirnya ia menangis menumpahkan hatinya dipundak suaminya.
"aku takut ayy...takutt...huhuhu...anak2 gimana nanti...aku takut" fitri menangis begitu pilu dirangkulan suaminya.
boby tidak bisa menjawab dan berkata banyak ia hanya bisa memeluk dan mengusap kepala istrinya lembut untuk menenangkan nya karena ia tau betul bahwa bagaimana juga ucapan istrinya hampir mendekati benar adanya...krn selama ini kekhawatiran boby adalah "takut kehilangan istrinya "
tak terasa air matanya pun ikut mengalir membasahi pipinya melihat kondisi dan isi hati istrinya saat itu.