I Am A Cancer Survival

I Am A Cancer Survival
kantor 2...



"mohon maaf sebelumnya atas sikap saya ya pak...


saya akui saya salah dan saya menerima semua keputusan kantor atas kesalahan saya pak. karena saya tau jika saat ini saya tidak profesional dalam bekerja.namun jika boleh saya sedikit membela saya tidak full tidak bekerja pak dalam 1minggu 1-2 x saya masih ke kantor dan selama saya tidak masuk saya tidak tanpa keterangan pak saya selalu menghubungi kapro ( kepala proyek) yg bertugas dan selalu izin saya bisa membuktikan nya pak" ucap boby sedikit membela diri


"sekarang begini...sebelum kamu keluar saya mau mendengar alasan kamu kenapa selama hampir 2 bulan ini kamu jarang masuk" tiba2 pak muchsin bersuara


"itu krn istri saya sakit pak..." terlihat boby mulai sedih


tanpa disadari tatapan pak muchsin yg tadinya tajam sedikit melunak melihat boby


"sakit apa...apa tidak ada keluarga yg bisa jaga" sambung pak muchsin


"maaf pak saat ini keluarga kami repot menjaga anak2 saya...dan saya harus focus pada pengobatan istri saya sendiri " jawab boby perlahan


"sakit apa?"...


"kangker pak...istri saya sakit kangker dan harus kemoterapi...itu yang menyebapkan saya jarang masuk kantor pak krn 2bulan terakhir istri saya kondisi nya menurun drastis bahkan nafas pun harus pakai oksigen dan terakhir kangkernya dicurigai sudah merambat sampai diparu2 krn istri saya sampai batuk darah terus2an pak...saat ini saya sedang berjuang untuk kesembuhan istri saya pak...jadi mohon maaf dengan atau tanpa izin perusahaan saya akan tetap mendampinginya hingga sembuh pak...mohon maaf dan saya akan terima semua keputusan bapak...dan saya terima jika karena sikap saya kemudian saya dipecat dari perusahaan ini" terang boby sedih.


entah kenapa tiba2 tatapan semuanya pada saat itu menjadi berubah pada boby. tidak ada lagi tatapan yg mengintimidasi kearahnya melainkan tatapan tatapan yg begitu iba mendengar cerita boby tanpa boby sadari.


"lalu bagaimana kondisi nya saat ini" tiba2 pak muchsin bertanya dengan intonasi yg lebih lembut


"saat ini istri saya sedang menunggu tanggal kemoterapi nya pak insyaAllah senin besok jadwalnya " jawab boby lirih


deg...


"apa pak..." jawab boby kaget


"ya nanti zara atau kusnadi akan mengabari kamu, semoga istri kamu lekas sembuh"


ucap pak muchsin singkat.


"lalu saya tidak perlu kekantor lagi pak...trs apa saya masih bisa kerja pak" cecar boby tiba2 kepada pak muchsin krn ia masih kaget dengan sikap dan ucapan pak muchsin saat itu


"yah nahti zara atau kusnadi yg akan menghubungi kamu. sekarang kamu tidak usah masuk dulu nanti dikabari...oke saya mau ada urusan lagi saat ini semoga lekas sembuh istrinya ya" ucap pak muchsin lanjut menutup pembicaraan


"bb-baik pak terima kasih Assalamu'alaiykum " jawab boby sedikit terbata dan langsung meninggalkan ruangan tsb.


"wa'alaiykumsalam" jwb mereka serempak


saat ini boby begitu bingung dengan situasi dihadapan nya. bagaiman tidak sebelumnya kusnadi mengatakan bahwa ia sudah bukan bagian dari karyawan lagi krn indiscipline kerjanya menurut perusahaan namun pak muchsin tidak memberikan clue apapun jika ia sudah berhenti atau belum dari perusahaan hanya menyuruhnya menunggu kabar dan tidak masuk kerja.


ahh bagaimana ia menjelaskan pada fitri dirumah nanti...ia khawatir kondisi fitri memburuk


krn hati kecil boby meyakini jika ia pasti akan dipecat dari kantornya bekerja saat ini. lalu bagaimana nanti jika ia dipecat...???