
anak2 masih tertidur deengan pulasnya.
wajah mereka sungguh menimbulkan kerinduan yg mendalam buat fitri.
canda tawa bersama anak2... senyum ...polah nakalnya ..bahkan tangisannya...
semuanya begitu membuatnya rindu krn beberapa bulan terakhir fitri tidak bisa merawat mereka dengan baik bahkan malah tidak merawat sama sekali.
semuanya membuat fitri Merasa sangat bersalah pada purta putri nya.
tak ingin terlalu larut dalam rasa bersalah ia berusaha bangkit mencoba menggerakkan badannya perlahan sedikit2.
namu ketika itu fitri hendak bangun berbalik badannya , tiba2 nafasnya tercekat hebat ia susah bernafas dan kesakitan.
fitri berusaha tenang dan mengstabilkan nafasnya perlahan namun gagal. semakin ia berusaha bernafas semakin tercekat rasanya dan rasa panas itu menjalar kembali menyeruak ke seluruh dadanya .
dia berusaha memanggil suaminya namun suaranya tidak keluar.
semakin panik rasanya karena semakin ia menggerakkan sedikit tubuhnya semakin ia tidak bisa bernafas dan rasa panas itu semakin menjalar hebat.
ia berusaha menggapai barang yang ada dan melemparkan ke arah pintu untuk membuat suara gaduh agar suaminya mendengar suara tersebut.
dia semakin panik karena nafasnya semakin habis . mukanya merah tercekat sangking sesak dan sakitnya rasanya.
semua barang mulai dari selimut, boneka , mainan anak2 dia lemparkan namun tidak berhasil. sampai ia melihat telpon genggam nya ada disamping kasur dan ia berusaha menelpon suaminya.
setelah mendapat tlp dari istrinya boby langsung ke kamar.
begitu terkejutnya dia melihat istrinya sudah lemah lunglai tak berdaya dan tersengal- sengal dipinggir kasur.
boby langsung lompat panic kearah istrinya dan menopang tubuhnya... dia langsung mengambil oksigen portable yg sempat dia beli di apotek tadi dan membenarkan posisi istrinya agar bisa bernafas dengan baik .
"hhhaaahhh....hhhhhhhhaaaahhhh...hhhaaahhh "
fitri terdengar berusaha bernafas walau berat
"hhhaaahhh...hhhaaahhh ... sss-sakit " ucap fitri lirih terlihat mukanya begitu merah menahan sakitnya
"istighfar sayang...pelan yaa...pelan...Bismillah...ayo pelan2 sayang". ucap boby pada istrinya lembut
"ingat sayang penyakit itu dari Allah ujian apakah kamu lemah atau tetap mengingat Allah...istighfar sayang...ayo pelan2 insyaAllah kamu bisa tenang lagi" tuntun boby pada istrinya sambil mengelus ngelus dada istrinya lembut supaya tidak terlalu sesak
walaupun sulit fitri berusaha mengikuti ucapan suaminya perlahan lahan.
alhamdulillah perlahan nafasnya mulai stabil walau masih berat dan ia terus mencoba nyaa.
"**-tolong tahan punggung aa-aku ay" ucapnya perlahan
"bentar ya..." jawabnya
boby langsung membenarkan posisi istrinya dan meninggikan topangan tangannya pada punggung istrinya. sambil sedikit memijit punggungnya karena biasanya jika sesak fitri suka meminta dipijit sedikit punggung nya.
"gimana sayang enak...mendingan sayangg...aku ambil air hangat buat kamu minum dulu yaa biar kurang nyesak nya" ucap boby
terlihat fitri mengangguk
boby langsung membenarkan posisi istrinya dan memberikan senderan punggung supaya posisi istrinya tidak berubah.
setelah itu ia langsung buru buru lari ke dapur untuk mengambil air hangat serta obat untuk istrinya dan kembali ke kamar.
tak lama setelah fitri minum obat nafasnya perlahan berangsur membaik walau masih terdengar berat.
"makasih sayang" ucapnya perlahan pada boby
"iya sama2...maaf ya aku terlambat tadi nemuin kamu dan kamu udah kepayahan" jawab boby sendu lirih sambil menyentuh wajah istrinya
ia merasa sangat bersalah krn tadi tidak menyadari istrinya sedang payah dikamar.
"iya sayang gpp" jawab fitri sambil tersenyum pada boby