
Suatu hari
"Ibu apakah ada cara yang bisa saya gunakan untuk bertemu dengan suamiku ? "
"Putri apakah kamu bercanda! Maksudnya apakah anda ingin bersama mereka lagi?".
"Iya Ibu itu maksudku...... apakah ada cara".
Tanya Ru Mi Chu suatu hari. Saat Ru Mi Chun mengunjungi Paviliun Ibunya. Mereka berdua sedang mengadakan acara minum teh bersama.
"Maaf Putriku itu sudah takdir mereka, Ibu tak bisa membantu apapun, Ayahmu juga tidak bisa melakukan apa-apa ....... Maaf". Permasuri menjawab dengan suara pelan sembari mengelus pucuk rambut Ru Mi Chun.
Ru Mi Chun putus asa lantas menundukkan kepalanya sambil meminum teh di cangkirnya. Sedih, Kecewa, Putus asa, Ru Mi Chun benar-benar tidak bisa menerima semua kenyataan ini.
Permasuri memandang Putrinya yang tiba-tiba sedih, menundukkan kepalanya. Karena Rasa tidak tega, Permasuri luluh dan memberitahu satu cara yang bisa dilakukan Putrinya untuk bersama suaminya lagi.
" Ibu ingat ada satu cara tetapi itu akan sulit dilakukan, tetapi jika anda bersedia maka tidak ada yang bisa menghalangimu".
"benarkah Ibu ?, cara apa itu"
tanya Ru Mi Chun sedikit bahagia.
"Cara itu hanya ada satu yaitu menemui Dewa Takdir memintanya untuk kembali membuka buku takdir suamimu, yang sekarang sudah ditutup olehnya".
"HANYA ITU IBU CARANYA ! " Ru Mi Chun kegirangan karena baginya cara itu cukup mudah untuk dilakukan. Ru Mi Chun sangat ingin segera berangkat ke Tempat Dewa Takdir dan memintanya memenuhi keinginannya.
"Dengarlah Ibu dulu.....Ya itu memang caranya, Tetapi Kamu tidak tahu Dewa Takdir itu seperti apa. Kesulitannya ialah kamu harus bersedia mengorbankan tubuhmu untuknya. Tidak ada yang gratis di dunia ini semua ada harganya! ". Tambah Permasuri.
Seketika tubuh Ru Mi Chun seperti tersambar petir, ia membeku diam.
"I...ibu aku tidak mau! apakah ada cara lain supaya aku bertemu dengan Suamiku".
"Tidak ada !....satu satunya jalan untuk bertemu dengan suami-suamimu adalah kamu harus bertemu Dewa Takdir. Kemungkinan terbesar jika kamu melakukannya adalah Dewa Takdir menginginkan sesuatu darimu . Tidak lama palingan setelah kamu bersedia,maka Dewa Takdir akan mengabulkan permintaanmu".
"Ibu aku tidak mau ! hiks.... apakah tidak ada cara lain supaya Dewa Takdir mau mengabulkan permintaanku".
...****************...
"Aku bersedia mengorbankan diriku supaya bisa bertemu kalian kembali ! Kali ini aku melangkahkan kaki ke Istana Dewa Takdir".
.
.
.
"Saya Putri Kaisar Langit memberi hormat pada Dewa Takdir Fu Shen kedatangan saya kesini ingin meminta kepada Anda Dewa Takdir, satu permintaan ".
"Baiklah, Katakan apa permintaan anda Putri ! Tapi sebelum itu apakah anda sudah mengerti syarat supaya permintaanmu bisa saya kabulkan? ".
"Saya sudah mengerti syarat dari Anda Dewa Takdir, Permintaan saya hanya satu tolong buka kembali buku takdir Suami-suamiku.......".
"Oh benar bukankah Anda telah menikah, saya tahu bahwa Suami-suami anda telah meninggal Dunia saat melawan Adik Kaisar Langit". Ucap Dewa Takdir.
"Iya itu benar ! hiks..... Kedatangan saya kesini hanya satu tolong buka kembali buku takdir suami-suamiku,saya bersedia melakukan apapun sebagai balasannya untuk anda jika mengabulkan permintaanku".
"Sebagai Dewa Takdir saya bisa memenuhi permintaan anda, tetapi menurut hukum Dunia Baka jika saya mengubah takdir seseorang! tiap kali mengubahnya saya Dewa Takdir akan mendapatkan hukuman langit yaitu rasa panas seperti terbakar api abadi . Untuk meringankan rasa sakit yang saya dapat untuk mengabulkan permintaan Putri. Saya menginginkan Putri Langit bersama saya selama proses itu".
"Tidak ada yang tidak mungkin, saya bersedia melakukannya Dewa Takdir".
"Sepakat!". Ucap Dewa Takdir.
...****************...
Malam harinya, malam tersebut adalah malam yang sangat panjang bagi
Ru Mi Chun. Setiap kali Dewa Takdir mendapat rasa panas abadi Ru Mi Chun juga akan merasakan panasnya,suhu badannya meninggi. Akan tetapi hal tersebut sepadan dengan hal yang nantinya akan didapat Ru Mi Chun, yaitu buku takdir suami-suaminya dibuka kembali. Bersamaan dengan itu ia juga harus rela kehilangan kesuciannya, karena permintaan dari Dewa Takdir
...'Saya menginginkan Putri Langit bersama saya selama proses itu'...
Panasnya itu sebentar meninggi lalu normal hal itu terus berulang-ulang sampai Dewa Takdir selesai menjalani hukuman langit. Semalaman mereka bersama. Hingga setelah semua telah selesai, semuanya dibalas dengan sebuah keinginan terkabul. Juga lahirlah seorang bayi laki-laki dari hubungan mereka berdua.
...****************...
Pagi harinya
"Terimakasih banyak Dewa Takdir, sekarang buku takdir suami-suami saya telah dibuka kembali.Akan tetapi.......". Kata Ru Mi Chun penuh perasaan ragu dalam hatinya.
"Ini sudah ditakdirkan..... anda melahirkan keturunan saya, Putri. Jangan ragu untuk segera menuju misi anda mengembalikan serpihan jiwa keempat suami anda! Saya mendukung anda bersemangatlah". Tegas Dewa Takdir.
"Tapi jika saya meninggalkan bayi itu, apakah tidak akan terjadi apa-apa?". Tanya Ru Mi Chun.
"Um itu,anda bisa tinggal beberapa bulan jika ingin, Sebenarnya tidak akan ada masalah walaupun anda langsung menuju misi". Ujar Dewa Takdir.
"Saya enggan untuk segera pergi,. tidak masalah saya akan tinggal 1 tahun disini sampai bayi mungil itu sedikit dewasa". Ujar Ru Mi Chun.
"Ya". Jawab Dewa Takdir.
Sebenarnya bisa saja ia langsung berangkat sekarang. Tapi apakah dia tidak punya hati nurani dan kasih seorang ibu? Meninggalkan bayi kecil itu tanpa ibunya. Ru Mi Chun tidak tahu akan seperti ini, tetapi itu tetap tanggung jawabnya.
...****************...
Satu tahun kemudian
"Cepat sekali satu tahun berlalu.Sungguh saya tidak menyangka nya, Dewa Takdir saya akan pergi, jaga bayi kecil itu baik-baik". Pinta Ru Mi Chun sebelum dia berangkat menuju misinya yaitu mengumpulkan serpihan jiwa keempat suaminya di 7 dunia berbeda.
"Itu adalah kewajiban saya, lagipula bayi itu juga anakku. Ru Mi Chun jaga dirimu baik-baik". Ucap Dewa Takdir.
"Tentu saja kalau begitu saya berangkat sekarang!". Ujarnya.
"Baiklah! Dan bawalah bunga ini kelak ini bisa menjadi pelindungmu". Ucap Dewa Takdir sembari menyerahkan sebuah cincin biru safir pada Ru Mi Chun lalu menyematkannya di jari manis Ru Mi Chun.
"Ya! Sangat indah terimakasih". Ucap Ru Mi Chun.
Setelah itu sebuah cahaya tujuh warna memenuhi Ru Mi Chun. Bersamaan dengan itu ia mulai tidak nampak, menjadi seperti kabut. Setelah 60 detik, kemudian ia hilang sepenuhnya.
Menuju sebuah petualangan baru,yang mana Ru Mi Chun akan berpetualang di tujuh dunia berbeda! Sebuah alur baru tentang perjalanan Ru Mi Chun.
Cerita baru, berlanjut! Senson kedua Fight Over My Dear Wife : Pencarian serpihan jiwa dimulai di chapter ini.