
.
.
.
"Pangeran......... tunggu kau ingin kemana". Teriakku yang tengah berlari tertatih-tatih menyusul Pangeran Park.
"Bukan urusanmu jangan ikuti aku". Ujar Pangeran Park dingin sambil berjalan biasa tetapi karena kakinya panjang ia berjalan lebih cepat.Sedangkan aku tak bisa berjalan secepatnya.
Aku berlari sekencangnya
.
.
.
"Pangeran ada apa dengan mu apa kamu marah dengan ku". Ujarku yang telah berhasil menyamai langkahnya.
"Sudah ku bilang jangan menggangguku sana pergi saja". Ujar Pangeran Park sambil Menepis tangan ku yang hendak menggapai tangan nya.Lalu dia mendorong ku hingga aku tersungkur.
"Ahhhh".
"Jangan mengikuti ku lagi.Biarkan aku sendiri ". Pangeran Park tampaknya sangat marah dan tak suka jika aku terus menyusulnya.Dia berjalan dengan cepat meninggalkan ku yang tersungkur di jalan setapak.
"He....he.....he...... memangnya ada apa dengannya πππ apa aku salah mengatakan tadi dan membuatnya selesai semarah ini πππ".
Tapi itu angan-angan kalian aja ππππ. Author gak akan nulis kayak gituan biar lebih seru.
Qing Fei Mi'er gak gitu juga kalik .Dia mah seusai tersungkur langsung berdiri aja dan berjalan balik arah.
Gak ada nangis nangisan.
"Huh biarin aja lah lagian aku gak peduli sama dia tuh.Cari Pangeran lainnya ajaπππ.En dimana Pangeran Qi yaπ€π€π€".Gumam Qing Fei Mi'er saat berjalan.Eh tahu tahunya baru disebut Pangeran Qi langsung nongol gitu.
Dia berjalan berlawanan arah .Dengan muka khawatir karena aku tadi tiba-tiba aja ngejar Pangeran Park.
"Putri...... putri kenapa anda tadi tergesa-gesa mengejar Pangeran Park.Hah dimana Pangeran Park apa anda berhasil mengejarnya hufs....hufs.....hufs....". Tanya Pangeran Qi dengan muka cemas dan nafas ngos-ngosan berjalan menghampiri ku.
"Ah itu...... en dia sudah pergi duluan kok aku tak berhasil mengejarnya.Ayo kembali saja Pangeran........ kita harus ingat tujuan kita disini yaitu mending cari Senjata ajaib di kerajaan api ini". Ujarku menarik tangannya Pangeran Qi dan berjalan pergi.
Kini dia tengah jengah karena ternyata Qing Fei Mi'er tak terlalu mempedulikannya dan dia juga menyesalkan kenapa tadi sempat mendorong Qing Fei Mi'er hingga jatuh dan menyuruhnya tidak mengejar nya lagi.
"Huh kenapa Putri tak mengejar ku juga ya padahal ini udah lama.Apa mungkin dia marah karena kejadian tadi". Pikir Pangeran Park.
*Author:"Ya iyah marahlah,udah bela belain lari mengejar demi imejnya Putri biar keliatan Bagus gitu malah diperlakukan tak baik".
Pangeran Park:"Bener gitu Thor.Huh klo gitu aku yang salah duluan". Pangeran Park menyesal.
Author:"Ya gitulah*".
Kembali ke cerita gak usah dipikirkan bukan alurnya πππ
.
.
.
Qing Fei Mi'er
"Pangeran Qin kita langsung cari senjata Ajaib aja lah.Biar Pangeran Park menenangkan pikirannya dahulu.Jangan gaguin dia tar marah". Ujarku.
"Baiklah kalau begitu aku setuju.Lagian kalo kena marah Pangeran Park bisa lebih parahnya aku di pukuli habis habisan olehnya". Angguk Pangeran Qi.
"Ok.Ayo pergi kira kira tempat mana yang kita datangi dulu".
"Hutan Eternal Fire mungkin disanalah letak tersimpannya senjata Ajaib Kerajaan Api".Kata Pangeran Qi.
Aku menganggukinya kami pun segera melesatkan sayap kami terbang menuju hutan Eternal Fire.
Itu aja dulu lanjutan Chapter kemarin.Bab ini kalian ngerasa gak kalo ceritanya gak nyambung.Menurut Author sih emang iya πππ.Mungkin karena lagi banyak stress jadi Author tulisnya gini.Di Chapter selanjutnya Author bakal perbaikin kok kalo niat sih.
Dahhhh πππ
By....by......
Jumpa lagiπππ