Fight Over My Dear Wife

Fight Over My Dear Wife
Pulang ke Istana



Karena suasana di sana begitu tenang sepi akhirnya aku pun tertidur bersandar di pohon itu.


"Hoooam hu.....hah.....(menguap)aku ngantuk sekali aku tidur sebentar saja lah sambil menunggu mereka".ucapku.


Yang kemudian aku langsung tertidur pulas.


Beberapa Jam Kemudian .....


Matahari kini sudah berwarna oranye pertanda hari sudah sore aku yang tertidur pulas itu perlahan membuka mata ku perlahan.


"(mengucek ucek mata) Hoooam.......huuuu em apa sudah waktunya pulang ya". ucapku Sambil mengerjapkan mataku beberapa kali karena cahaya yang masuk ke retina ku.


"Putri anda sudah bangun". Tanya Pangeran Park yang ternyata berhadapan langsung dengan ku.


"Em iya eh.... Pangeran Pangeran kalian sudah bangun ya". Ucapku terkejut melihat mereka yang sendari tadi sebelum aku bangun mereka sudah berada di hadapan ku menunggu ku bangun.


"Iya Putri kami bangun beberapa menit yang lalu".ucap Pangeran Qi.


"Em ih kenapa kalian malah tak membangunkan ku tadi". Tanyaku.


"Kami tak ingin mengganggu tidur Putri yang sangat nyenyak ".ucap Pangeran Kim.


"Oh gitu ya,em saya ngerti terimakasih banyak pengertian kalian ini (tak mempermasahkan sambil tersenyum manis) Oh iya karena sekarang aku sudah bangun ayo kita pulang ke istana saja aku sudah merindukan istana ku. Sudah beberapa hari ini aku tak pulang Ayahanda dan Ibunda pasti juga cemas padaku". ucapku.


"Baiklah Putri tapi apa tak sebaiknya kita menginap di Desa lagi saja ini sudah petang".ucap Pangeran Kim.


"Tak usah....kita berangkat saja sekarang palingan kita akan sampai besok pagi sama seperti perjalanan kita beberapa hari yang lalu". ucapku.


"Em baiklah Putri mari kita berangkat sekarang".ucap Pangeran Park.


Kami lalu segera terbang dengan sayap masing masing.


Di Perjalanan.....


"Senang rasanya ketika terbang aku tak ngantuk lagi berbeda terbalik dengan Perjalanan kita beberapa hari yang lalu hehehem".ucap ku dalam terbang Ketika Perjalanan ini.


"Benar".sahut ku setuju.


"Hahahaha πŸ˜‚πŸ˜‚ kalian ini".kekeh Pangeran Kim .


Berbeda dengan Pangeran Kim.


Pangeran Park tetap bersikap seperti biasa diam, dingin seperti es kutub Selatan tak merespon apapun, serta bersikap datar seperti biasa ibarat dinding tak mendengar apapun.


Aku tak memperdulikan dan mempersalahkan itu(biarkan saja lah sifatnya kan memang begitu).


Dalam perjalanan ini aku selalu mengobrol dan berbincang dengan Pangeran Qi dan Kim agar aku tak mengantuk.Sementara Pangeran Park aku acuhkan dan tak aku peduli saja karena kan dia tak mau aku ajak bicara.


Dan Benar saja ketika kita sampai di Istana ternyata hari sudah mulai pagi dan matahari menjelang terbit (sekitar pukul 05.00 pagi).


"Huh yesss akhirnya kita sampai juga aku sudah tak sabar tidur di kasur empuk ku".ucapku sambil membayangkan aku tidur di kasur empuk ku yang sudah lama aku tinggalkan.


"Hahahaha Putri ini".kekeh Pangeran Qi dan Pangeran Kim.


Istana Langit dari kejauhan


Sebenarnya author udah pernah kasih lihat gambar ini pada bab ke berapa sebelumnya.Kali ini author kasih liat lagi pada bab ini 😊😊😊 gambarnya.



Saat kami tiba di gerbang Istana kami langsung di sambut oleh para penjaga yang menjaga gerbang dengan senyuman ramah.


"Hormat kami Yang Mulia Tuan Putri dan Yang Mulia Pangeran Pangeran".ucap Dua Pengawal yang menjaga gerbang istana sambil membungkuk kan badan mereka 90 derajat.


"Iya😊😊😊 berdirilah kalian bukakan gerbang istana ini untuk kami masuk".ucapku dengan senyuman.


"Terimakasih banyak Yang Mulia".ucap Kedua penjaga gerbang itu.


Yang kemudian mereka berdiri dan segera membukakan gerbang Istana untuk kami berempat masuk.