
Saat aku berjalan menjauh dari pohon itu aku lalu menuju kamarku.Tepat saat perjalanan itu aku tak sengaja berpapasan dengan Pangeran Qi Yong Han yang sedang berjalan jalan dengan para saudari sepupuku jumlah nya sekitar 5 orang.
"Pangeran lihat ini tamannya bagus kan".ucap salah satu saudari sepupuku.
"Pangeran kok diem aja sih bagus kan".ucap saudari sepupuku yang lain.
"Hmm iya bagus".ucap Qi Yong Han tersenyum kaku.
Aku melihat mereka dengan muka cemberut.Lalu aku langsung berjalan dengan cepat melewati mereka.
"Ihh dasar laki laki tak tahu malu sudah punya istri tapi masih seperti ini mungkin ya diistana Kerajaannya dia itu punya banyak selir atau istri huh bikin kesel aja". gumamku tapi hanya aku seorang yang bisa mendengarnya sambil terus berjalan menuju kamar .
****Di dalam kamar****
Sejak melihat Pangeran Qi Yong Han tadi suasana hatiku menjadi buruk jadi aku memutuskan untuk mandi dan bersiap-siap tak lupa aku juga memanggil Nana untuk membantu ku.
"Nana...........".teriak ku.
Tap.....Tap......tap
suara langkah kaki cepat memasuki kamar.
" Salam Tuan Putri (membungkuk hormat dan dengan tubuh gemetar karena tak biasanya aku bersikap seperti ini)apa yang perlu saya lakukan nona ".ucap Nana terbata bata.
"Siapkan air mandiku cepat". perintahku.
"Baik nona apa nona perlu dibawakan sarapan".tanya Nana.
"Tak perlu aku nanti mau masak sendiri saja".Kataku dengan wajah cemberut.
"Ba.....baik nona".ucap Nana lalu dia membungkuk hormat dan pergi ke ruang mandi mempersiapkan air mandi ku.
****Beberapa menit kemudian****
Nana keluar dari ruang mandi ku.
Tap.....tap.....tap suara langkah kaki berjalan mendekati ku yang sedang duduk di kasur empuk ku.
"Nona air mandi anda sudah siap silahkan".ucap Nana mempersilahkan ku menuju ruang mandi.
"Baik ayo".ajak ku pada Nana lalu dia mengikuti ku berjalan di belakang ku.
Saat aku sampai di Ruang mandiku aku lalu meminta Nana menaruhkan aroma lavender pada air mandiku.
"Hari ini aku mau aroma Lavender".kataku dengan segera Nana lalu berjalan mengambil aroma yang ku inginkan dia kemudian menaruhnya di air mandiku.
Tap.....tap.....tap....
"Nona sudah selesai silahkan".ucap Nana mempersilahkan ku memasuki kolam mandi ku.
"Baik Nana kau bantu aku melepas pakaian ini ya". kataku.
"Baik nona sesuai permintaan anda".jawab nana.
Kemudian dia langsung membantuku setelah selesai aku segera masuk ke kolam mandiku.
"Huh nyaman sekali rileksnya tubuhku ini".kataku sambil menutup mata merasakan ketenangan.
"Nona......"ucap Nana sambil membantu ku mandi.
"Hmm iya ada apa".kataku masih menutup mata ku merasa kan ketenangan.
"Nona apa anda lagi ada masalah kalau benar nona bisa menceritakannya pada saya dengan senang hati saya akan mendengarkan cerita nona, mungkin itu bisa sedikit mengurangi beban dalam diri Anda".ucap Nana.
"Hmm benar juga ya baiklah akan aku ceritakan, begini sebenarnya suasana hati ku saat ini sedang kurang baik jadi maafkan aku karena sikapku tadi padamu".kataku.
"Iya nona .Tapi sebenarnya apa yang membuat suasana hati nona menjadi kurang baik bisakah nona menceritakannya pada saya".ucap Nana.
"Baiklah sebenarnya saat aku berjalan menuju kamar tadi aku berpapasan dan melihat Pangeran Qi Yong Han sedang bersama para saudara sepupu perempuanku berjalan jalan di taman Kediamanku ini, mereka itu terus saja menempel pada Pangeran Qi Yong Han aku jadi kesal makanya suasana hati ku menjadi kurang baik sekarang huh aku masih kesal".jelasku.
"Nona jadi anda cemburu dengan para saudara sepupu anda".goda Nana
"Ihh apaan sih mana mungkin aku cemburu sama mereka itu hmm".kataku sambil berdiri dan memakai handuk lalu aku berjalan menuju ke ruang ganti.
"Nana kau mau ikut atau tidak sih, bantu aku dong pilihin baju hari ini". kataku dengan keras.
"Iy...iya Nona".ucap Nana sambil berjalan mengikuti ku ke ruang ganti.
"Hah nona ini sedang cemburu tapi tak ngaku ahh sudahlah jangan dipikirkan lagi nanti kalau nona tahu bisa gawat aku".batin Nana sambil terus berjalan mengikuti ku.