
Menemukan senjata Ajaib Kerajaan Air
Malam hari di Kamar......
"Pangeran bagaimana kalau besok kita mulai saja pencarian senjatanya".Aku.
"Baiklah aku setuju. Memang kita harus secepat mungkin menemukan senjata itu waktu kita terbatas bukan berada di sini". Pangeran Qi semangat.
"Benar".Aku.
Kami berdua langsung saja tidur karena besok akan menjadi hari berbahaya bagi kami.
.
.
.
Keesokan paginyaπ π π π ................
"Hah hooooam huh pagi........em saatnya bersiap siap diri". Terlentang,
Bangun dan segera duduk.
"Pangeran bangun sudah saatnya bangun......".Ujarku sembari menggucang guncang tubuh Pangeran Qi yang masih tertidur di sampingku.
"Em sebentar lagi ibu aku masih ngantuk nih". Pangeran Qi.
Dia tidak tahu kalau yang membangunkan nya itu adalah diriku.Biasanya di kerajaan ini Pangeran Qi selalu dibangunkan ibunya/Permasuri Kerajaan Air ketika waktunya bangun tidur.
"Pangeran Qi bangun ini sudah siang". Ujarku masih mengguncang guncang tubuh Pangeran Qi yang masih terlelap.
Beberapa menit kemudian.......
Sudah beberapa kali aku mencoba membangunkan nya tapi masih belum bangun juga nih.
"Em pangeran kau bikin kesel aja.Baik gunakan cara itu saja lah". Pikir ku.
"Pangerannnnnnnnnn Bangunnnnnnnnn ada gadis cantik lewatttttttt". Teriakku tepat di telinga Pangeran Qi.
"Hah dimana dimana dia". Pangeran Qi terkejut bangun dan segera memperhatikan sekelilingnya.
"Tidak ada tuh dimana dia.......". Pangeran Qi semakin kebingungan nih.
"Hahahaha ππππ Pangeran bangun akhirnya kamu tuh.Syukurin kena tipu Hahaha ππ". Ucapku sambil berlari menuju kamar mandi atau ruangan pemandian.
"Putriiiiiiiiii".Teriak Pangeran Qi berlari mengejar ku.
Untung nya aku tuh dah masuk ke dalam kamar mandi atau ruangan pemandian jadi segera pintunya ku kunci.Sebelum Pangeran Qi sampai.
Brakkkkkk.........
"Aduhhhh(meringis) Putri buka pintunya tok.....tok.....tok". Pangeran Qi sambil mengelus-elus hidungnya yang sakit.
"Tidak mau weeeeeek". Teriak ku di dalam kamar mandi.
Kemudian akhirnya aku memulai mandi lantas berganti pakaian dan berdadan.
Kamar mandi+Ruang ganti+ruang dandan tuh jadi satu tempat yaπππ.
Setelah selesai semuanya aku segera berhati hati mulai membuka pintu.
Klek........ek.
"Aduhhhh kenapa pintu nih ada bunyinya sih ihhh".Kesalku.
Aku keluar dari kamar mandi pelan dan hati-hati.
Tap.....tap......tap......
"Kau sudah puas mengerjaiku putri". Pangeran Qi Duduk di ranjang sambil membersihkan hidungnya yang mengeluarkan darah dengan sapu tangannya.
"Eh ahhhhh Pangeran kenapa hidung mu bisa mengeluarkan darah sini sini aku bantu bersihkan darahnya". Ucapku sambil berlari menuju Pangeran Qi berada.
"Pangeran berikan sapu tangannya padaku". Ucapku.
Pangeran Qi langsung menyerahkannya begitu saja padaku tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Aku lalu membantunya membersihkan darahnya.
"Ya ampun Pangeran darah mu keluarnya banyak banget.Sapu tangan ini aja sampai penuh.Maaf tadi aku gak sengaja ngerjain kamu sampai terluka seperti ini". Menunduk penyesalan.
"Huh".Acuh Pangeran Qi.
"Pangeran kamu gak mau maafin aku ya.Aku benar benar salah tolong maafin aku". Melihat Pangeran Qi dengan wajah bersalah.
"Hem baiklah aku memaafkan mu". Pangeran Qi masih sedikit kesal.
"Terimakasih banyak terimakasih Pangeran kamu sudah bersedia memaafkan ku".Aku saking bahagianya memeluk Pangeran Qi.
"Eh kenapa memelukku.Nanti gaunmu kotor loh kena darah ku ini". Pangeran Qi terkejut tapi didalam hatinya kini dia sangat lah bahagia karena aku.
"Tidak masalah Pangeran kalo gaunku kotor aku sangat bahagia karena kamu mau memaafkan ku πππ". Senyum ku.
"Hem baiklah". Pangeran Qi ikut senang.
"Em sekarang yang harus aku pikirkan adalah cara mengobati mimisan mu itu sebentar aku ingat ingat dulu". Ujarku sembari berpikir.
"Putri mimisan itu apa saya tak mengerti". Bingung Pangeran Qi.
"Em mimisan itu adalah istilah awam yang digunakan ketika terdapat darah yang keluar dari hidung. Keluarnya darah tersebut terjadi ketika pecahnya pembuluh darah yang terdapat pada permukaan dalam rongga hidung. Dalam medis, mimisan dikenal dengan istilah epistaksis".Jelasku.
"Em dan cara menyembuhkannya dengan obat herbal adalah dengan daun sirih.Oh iya Pangeran apakah disini ada daun sirih atau tidak ya". Gumamku.
"Daun sirih itu apa Putri.Saya tidak pernah mendengar nama obat herbal itu dan setahu saya tidak ada obat herbal yang namanya seperti itu". Pangeran Qi semakin bingung dengan apa yang aku katakan.
"Aduh tidak ada ya.Em sekarang bagaimana nih darah di hidung masih terus keluar".Aku juga ikut ikutan bingung.
"Oh ya em baiklah kalau begitu".batin ku senang.
Aku segera memusatkan pikiran ku membayangkan daun sirih yang pernah ku ketahui dikehidupanku dulu.
Dan akhirnya dalam beberapa detik muncullah daun sirih yang ku butuhkan dan inginkan dalam jumlah yang sedikit banyak.
Daun sirih untuk menyembuhkan mimisan Pangeran Qi.
"Ah akhirnya daun sirihnya ada juga". Senyum senang bahagia ku.
"Putri apa ini.......daun ini kenapa bisa tiba-tiba muncul ". Tanya Pangeran Qi penasaran.
"Ah sudah lah sini biar aku obati mimisan mu ini".
Segera lalu aku menggulung daun sirih sesuai cara pengobatan ku saat di kehidupan ku dulu.
Setelah digulung aku segera menerapkan daun sirih yang digulung ini ke Dua lubang hidung Pangeran Qi.
"Pangeran jangan bergerak tetap seperti itu dulu sampai darah yang keluar dari hidung anda sudah mampet". Perintahku.
Pangeran Qi mengangguk tanda mengerti.
15 Menit Kemudian.........
Mimisan pada Pangeran Qi sudah mampet tak keluar lagi.
"Pangeran darahnya sudah mampet tetap diam jangan bergerak ya.Aku akan mengambil daun sirihnya yang ada di hidung mu itu". Aku dengan sangat hati-hati dan pelan mengambil Daun sirih.
"Sudah Pangeran bagaimana rasanya sudah baik kan". Tanya ku begitu selesai mengambil kedua daun sirih yang digulung dan dimasukkan di kedua lubang hidung Pangeran Qi.
"Wah iya Putri.Ternyata obat anda ini sangat manjur Terimakasih banyak telah menyembuhkan mimisan saya ini". Pangeran Qi bahagia.
"En iya". senyum.
"Oh iya Pangeran sebaiknya sana jih kamu mandi dan ganti pakaian.
Pakaian mu itu sudah bau darah Amis tahu". Ucapku.
"Baiklah.Eh tapi Putri apakah kamu juga gak mau ganti pakaian lihat gaunmu itu juga penuh darah hehehe".Kekeh Pangeran Qi.
"Ah iya aku juga mau ganti pakaian nih".
Selang Satu Jam Kemudian.......
***Masih di kamar yang sama
Kami berdua saat ini duduk di kursi kamar sembari menikmati sarapan.
Selesai sarapan***.....
Kami berdua berbincang-bincang
" Oh iya Pangeran Qi.Bagaimana selanjutnya dengan rencana kita kemarin apakah kita akan memulainya hari ini juga.Tapi saran ku sebaiknya ditunda sampai besok saja ya tubuh anda masih sedikit lemah". Tanya ku.
"Putri tidak perlu di tunda rencana kita.Lagian saya sudah lebih baik kok.Mari kita berangkat sekarang saja jangan sampai waktu kita terbatas ini terbuang sia sia tak segera bertindak sesuai rencana".Jelas Pangeran Qi.
"Ta.....tapi Pangeran". Khawatir ku dengan kesehatan Pangeran Qi.
"Tidak ada tapi tapian.Mari kita berangkat". Pangeran Qi segera menggunakan ilmu teleportasinya ke sebuah hutan.
"Putri tunggu apa lagi ayo cepat masuk". Pangeran Qi sudah berdiri di hadapan pintu teleportasi nya.
"Ah baiklah".Aku mengikuti Pangeran Qi.
Kami berdua memasuki pintu teleportasi itu.
Dan akhirnya kami sudah tiba di Hutan itu.
"Pangeran Qi tempat apa ini sangat menyeramkan". Takutku sembari memegang salah satu tangan Pangeran Qi.
"Putri anda tenang saja ada saya kok.Mari kita mulai pencariannya". Pangeran Qi mencoba menenangkan ku.
"En".
Kami berdua berjalan masuk ke dalam hutan itu.
Perjalanan kami mulai memasuki hutan itu sudah disambut dengan banyak suara aneh dari hewan hewan Spiritual/Moster yang ada disekitar kami. Dan suara burung hantu yang menyeramkan yang berada dan hidup dalam hutan ini.
"Pangeran aku takut kita kembali saja". Ucapku sambil memegang tangan Pangeran Qi dengan erat.
"Putri tenang lah jangan takut kita tidak bisa kembali karena sudah sampai sejauh ini kan". Pangeran Qi menyakinkan ku.
"En.Pangeran apa nama hutan ini kenapa sangat gelap dan menyeramkan seperti ini jauh berbeda dari hutan sebelumnya aku pernah masuk".Tanyaku dengan tubuh gemetar.
"Putri Hutan ini Namanya Hutan Black mist at night.Memang sangat berbeda jauh dari hutan yang dahulu itu karena di sini penuh dengan kegelapan dan berkabut". Pangeran Qi bersamaku masih terus berjalan.
Tiba-tiba saja didepan kami ada dua cahaya merah menyala berhadapan dengan kami berdua.
"Aghhhhhhh Pangeran apa itu aku sangat takut". Teriakku dengan wajah putih pucat dan suara parau karena saking ketakutannya .
PARA PEMBACA SETIA SAMPAI DISINI DULU YA CHAPTERNYA.MAAF KALIAN SEMUA BANYAK YANG MENUNGGU LAMA UPDATENYA.
AUTHOR SOALNYA KEMARIN LAGI CARI IDE YANG BAGUS BUAT LANJUTINNYA.DAN MALAM INI BARU SELESAI NULISNYA.
SALAM DARI AUTHOR πππ
JANGAN LUPA LIKENYA DAN KOMENTARNYA DARI KALIAN PARA PEMBACA YA.
OH IYA MAAF NIH PADA BAB INI BELUM MENEGANGKAN SOALNYA EMANG INI JALUR ALURNYA.AUTHOR IKUTIN AJA ALURNYA SAAT NULIS JADI GINI DEH.
SAMPAI JUMPA LAGI π ππ.