
Selepas pesta itu usai kami berempat dibawa Kepala desa lagi untuk menuju kediaman tempat kami tinggal selama beberapa hari mendatang di tempat ini.
Didepan gerbang masuk kediaman
"Silahkan masuk Yang Mulia Tuan Putri dan Yang Mulia Pangeran sekalian.Ini Kediaman anda semua selama beberapa hari mendatang mohon maaf apabila Kediaman ini kurang luas dan apa untuk ditinggali Yang Mulia sekalian".ucap kepala desa sambil membungkuk hormat pada kami.
"Baiklah terimakasih telah mengantar kami ke mari".ucap ku.
"Sama sama Yang Mulia ini sudah menjadi kewajiban saya".ucap Kepala desa.
Selepasnya kepala desa langsung berjalan meninggalkan kediaman ini.
Kami berempat kini berada di depan pintu masuk lalu kami masuk ke dalam Kediaman.
"Wah Kediaman yang masih asri dan terawat walaupun tak sebesar Kediaman di istana sangat bagus".ucapku sambil melihat sekeliling arah.
"Benar putri mari kita berkeliling".ajak Pangeran Qi.
Aku mengangguk.
"Putri bisakah aku ikut". tanya Pangeran Kim.
"Tentu saja mari Pangeran Kim".ucapku setuju.
Kami (aku, Pangeran Qi, dan Pangeran Kim) lalu berkeliling Kediaman ini.
Sementara itu Pangeran Park yang diacuhkan oleh kami mendegus kesal karena aku tak mengajaknya berkeliling.
"Huh kenapa Putri tak mengajak ku juga sih lihat mereka diajak olehnya aku ingin seperti mereka juga hm".ucap Pangeran Park dengan kesal.Dia lalu lebih memilih keluar dari kediaman untuk berjalan jalan mencari udara segar.
.
.
Di ruangan tempat tidur
"Iya Putri ini memang bagus".ucap Pangeran Kim.
"Putri lihatlah taman di belakang ruangan ini sungguh indah".ucap Pangeran Qi yang melihat keluar dari jendela kamar.
"Mana aku ingin melihatnya juga". Ucapku yang bergegas menuju tempat Pangeran Qi berdiri.
"Uwahh tamannya ini sangat indah.Pangeran Qi, Pangeran Kim(menenggelam Kedua tangan yaitu satu milik Pangeran Kim dan satu lagi milik Pangeran Qi)Ayo ikut aku kita melihat lihat taman ini".ajak ku sambil tersenyum manis dan berlari dijalan taman bersama kedua pangeran.
"Putri jangan berlarian,kami tak bisa terus berlari mengejar anda yang menarik tangan kami ini.Lebih baik kita jalan pelan pelan sambil menikmati pemandangan indah di taman ini".ucap Pangeran Qi memberi penjelasan padaku.
"Oh baiklah aku rasa itu malahan lebih baik". ucapku yang lalu bergegas berhenti berlari kemudian berjalan pelan-pelan saja.
"Putri lihatlah ini". tunjuk Pangeran Qi pada salah satu pohon bunga yang sedang berbunga berwarna kuning.
"Ini em bukannya ini bunga keningkir ya(seingatku di kehidupan ku yang sebelumnya bunga ini memang bernama bunga keningkir#pikir ku)". Ucapku.
"Bunga keningkir(heran sebutan bunga apa itu#pikir) bukan Putri.....bunga yang saya tunjuk di sini ini bernama bunga kemuning yang biasanya digunakan sebagai campuran bunga tabur pada acara acara kerajaan dan penyambutan tamu Kerajaan".ucap Pangeran Qi menjelaskan.
"Oh begitu, maaf aku salah dengan nama bunga ini habisnya seingatku aku pernah melihat bunga ini dengan namanya bunga keningkir". Ucapku sambil menggaruk-garuk kepala ku yang tak gatal.
"Hahahaha 😂😂 Putri ternyata anda juga bisa salah sebut nama bunga ini saya pikir putri tahu segalanya".ucap Kedua Pangeran sambil tertawa.
"Hm iya aku memang bisa salah, bagaimanapun juga aku ini kan juga manusia biasa".ucap ku polos.
Setelah itu kami lalu melanjutkan perjalanan berkeliling taman ini.
"Wah Putri lihatlah ternyata di sini ada danau juga".ucap Pangeran Kim yang melihat dari kejauhan.
"Wah memang benar ada danau yang indah".puji ku.