Fight Over My Dear Wife

Fight Over My Dear Wife
41.Penyambutan Penduduk desa



.


.


.


Beberapa saat kemudian akhirnya kami berempat pun tiba di desa itu.


Saat kami masih terbang di langit dan hampir mendekati desa.


Salah satu penduduk yang melihat kami lalu memberi tahu kepada semua orang untuk melihat ke atas langit.


"Hei semua lihat itu(menunjuk ke langit) Para Pangeran dan Tuan Putri sudah datang". teriak salah satu penduduk mereka yang mendengar pun segera memandang ke langit.


"Wah benar mereka sudah tiba (melihat ke langit) siapkan semuanya,apa posisi kalian sudah benar".tanya kepala desa.


Para penduduk desa yang mendengar suara Kepala desanya itu segera membetulkan posisi mereka masing masing yakni membuat dua barisan yang terbelah (kanan dan kiri) tepat di gerbang masuk.


Suara musik penyambutan pun dimulai.


Saat kami mulai bersiap turun.


"Wussssss".suara kepakan sayap kami.


Setelah kami tiba di tanah lagi sayap kami pun dengan seketika langsung menghilangkan.


Saat aku dan Ketiga pangeran sudah berjalan di karpet merah yang disediakan.Para penduduk desa mulai menaburkan bunga bunga ke kami.


"Wah serasa seperti Princess saja ditaburi bunga bunga yang indah ini(sangat senang sekaligus kagum),eh aku kan memang Princess di dunia baru ini ya hehehe jadi lupa nih#Batinku terkekeh sendiri".


"Selamat datang Yang Mulia Para Pangeran dan Yang Mulia Tuan Putri semoga kalian diberikan umur panjang dan kebahagiaan abadi". hormat Kepala desa sambil bersujud di hadapan kami lalu hormat seperti itu disusul oleh para penduduk yang lainnya.


"Hormat kami Yang Mulia semoga anda semua diberikan umur panjang dan kebahagiaan abadi".ucap penduduk desa serempak di iringi bersujud dihadapan kami.


Para penduduk pun dengan patuh mematuhi perintah ku dan mereka semua berangsur berdiri semua.


Setelah semuanya berdiri.........


Acara penyambutannya pun dilanjutkan lagi.Kepala desa membawa kami ke kediamannya untuk menjalankan perjamuan makan yang diikuti kami berempat serta para semua penduduk desa entah yang sudah dewasa, masih anak kecil, perempuan, maupun laki laki.


Saat di perjamuan makan itu pun aku merasa bosan dan kantuk ku tak tertahankan karena hanya bisa makan dan hiburannya cuman tarian tarian sama seperti di istana.


"Huh membosankan sekali". gumamku sambil menopang daguku di atas meja dan gumaman ku ini hanya bisa di dengar oleh aku sendiri dan ketiga pangeran.


"Putri menurut ku perjamuan ini cukup menarik lo lihat lah para penari yang cantik dan seksi itu sangat menarik perhatian kan".goda Pangeran Park yang berbisik di telingaku.


Seketika wajahku jadi berubah merah karena kesal dan cemburu.


"Ihh kau ini sudah punya istri tapi malah melirik wanita lain,sana temui mereka saja aku tak mau melihatmu lagi hm ".gumamku sambil memalingkan wajah ke arah lain selain ke arah Pangeran Park karena aku terlalu kesal.


"Pangeran Qi bolehkah aku duduk disamping mu saja disini aku merasakan hawa panas dan sesak dari orang di sampingku ini".ucapku.


"Silahkan Putri".setuju Pangeran Qi memperbolehkan aku duduk di sampingnya toh kalau dia menyetujuinya kakn bisa semakin mengenal lebih dekat tentang aku ini dalam hatinya dia juga tertawa karena ulah Pangeran Park yang membuat Putri tak suka dan lebih memilih pindah tempat duduk.


"Em terimakasih".ucapku sambil berpindah tempat duduk.


"Hm aku kan cuman menggoda nya saja tapi malah ditanggapi dengan serius olehnya huh".gumam Pangeran Park yang terdengar hanya sampai di telinga kami bertiga.


"Hehehe rasakan balasan nya Pangeran".kekeh ku dalam batin.


Kemudian setelah itu........


aku lebih memilih banyak berbincang bincang santai mengenal diri masing-masing dengan pangeran Qi yang duduk di samping ku ini,sesekali kami juga bercanda dan tertawa kecil bersamaan.


"Ternyata kepribadian dan perilaku Putri ini berbeda dari seperti yang dirumorkan itu,aku beruntung bisa mengenalnya lebih dekat".batin Pangeran Qi ditambah dengan senyuman manis saat aku sedang menceritakan pengalaman ku selama tersesat di hutan kemarin.