
Aku menyetujui saran yang diberikan Han.Setelah itu aku langsung menuju kamar disana tampak seorang gadis muda yang tak lain adalah Nana sedang menungguku di tempat rias.
"Nona silahkan duduk saya sudah menunggu anda dari tadi".ucap Nana yang tampak sedikit bahagia karena aku tak lagi seperti tadi ya sekarang sikapku sudah kembali normal ramah dan penuh senyuman karena aku sudah mendapatkan ide untuk kabur hehehe.
"Iya". kataku dengan senyuman manis dan suara lembutku
"Nona hari ini nona ingin tatanan rambut yang seperti apa".tanya Nana.
"Nana aku ingin yang simpel aja lagian nanti saat sore hari aku kan harus berdadan untuk Pernikahanku malam ini".kataku masih dengan senyum manis dan suara lembut.
"Baik nona ".ucap Nana.
"Nana apa sekarang ini semua orang sudah sibuk di istana ini mempersiapkan pernikahanku nanti malam". tanyaku.
"Iya nona memangnya nona ada perlu apa".ucap Nana.
"Ah tidak aku tak perlu apa apa cuman tanya aja "kataku asal asalan.
Nana sedikit curiga dengan pertanyaan yang aku lontarkan tadi .
"Ada apa nona menanyakan hal itu apa nona membuat rencana kabur ya sebaiknya aku tanya sekarang saja sebelum nona benar benar kabur".ucap Nana dalam batinnya.
"Nona apa anda punya sebuah rencana ".tanya Nana menginterogasi ku.
"Ahh itu tidak tidak".ucapku masih asal asalan aku benar-benar sangat takut kalau nana mengetahui rencana yang ku buat ini.
"Nona saya tahu anda sedang berbohong saat ini saya bisa melihat jelas dari sikap anda ini kalau nona memang memiliki sebuah rencana jangan lakukan rencana anda ini bisa berakibat fatal bagi nona sendiri". nasehat Nana.
"Berakibat fatal....... apa maksudmu Nana bisa jelaskan padaku".tanyaku tak paham apa yang dibicarakan nana padaku.
"Nona apa nona tak ingat penjelasan dari Yang Mulia Kaisar pada nona saat masih kecil tentang Pernikahan ini".ucap Nana.
"Tidak...... aku tak ingat sama sekali". jawab ku menggelengkan kepala tentu saja aku tak ingat aku bahkan belum tahu tentang ini aku kan baru masuk ke tubuh ini beberapa hari yang lalu.
"Haduh ternyata nona tak mengingatnya oh benar juga nona kan masih hilang ingatan pantas saja".ucap Nana melupakan bahwa aku saat ini sedang hilang ingatan.
"Em".anggukku pelan.
Lalu nana mulai menjelaskannya padaku.
"Mulai dari mana ya".ucap Nana yang masih bingung untuk memulai penjelasannya padaku dari mana.
Setelah beberapa saat Nana lalu menjelaskannya.
flashback Kembali ke masa kecil
*seorang gadis kecil berusia sekitar 8tahun sedang bermain main dengan para dayangnya di taman istana.
Tampak wajah bahagia dan senang pada gadis kecil itu gadis kecil itu adalah aku dimasa lalu."Tuan Putri tunggu kami anda jangan cepat cepat berlari nanti anda ".belum sempat salah satu dayang itu menyelesaikan ucapannya gadis kecil itu sudah jatuh.
"heeeee..... hisk hisk hisk".tangis gadis kecil itu langsung pecah.Para dayang langsung berlari tergopoh-gopoh menghampirinya.
"hei kalau jalan hati hati dong lihat terjatuh kan saat kau menabrakku".ucap seorang anak laki-laki kecil usianya sekitar 10 tahun dengan kesal dia berjalan dengan dua orang temannya.
"iya benar dasar gadis sialan beraninya kau menabrak teman kami".ucap salah satu teman anak laki laki kecil itu yang berdiri di samping anak laki laki yang aku tabrak tadi .
"lihat kan kau sudah mengotori baju pangeran Park Lee Seung, teman teman kita pergi saja dari sini taman ini sudah jelek dengan kehadiran gadis sialan ini"ucap teman lain anak laki laki yang aku tabrak.
Lalu mereka pergi meninggalkan taman ini dan gadis kecil itu.
Ya mereka bertiga itu adalah Ketiga pangeran yang akan menjadi suamiku saat ini saat aku sudah besar.
"heeeeee......... hisk.....hisk..... hisk".ucapku menangis tersedu-sedu sambil duduk di tanah.
Lalu para dayang segera menghampiriku.
"tuan Putri ada apa kenapa anda menangis sudah sudah jangan menangis lagi".ucap para dayang menenangkan ku.
Setelah aku sudah tenang dan tak menangis lagi para dayang segera membawaku ke kamarku lalu membantuku bersiap siap.
Saat aku sedang berganti pakaian dibantu para dayang aku bertanya......
"kakak kenapa aku harus memakai pakaian ini (hanfu )apa hari ini ada acara ".
"benar Tuan Putri hari ini di istana ada acara ,kita kedatangan ketiga pangeran calon suami anda dimasa depan jadi kami diperintahkan Yang Mulia Kaisar dan Yang Mulia Ratu untuk mendandani anda secantik mungkin sudah selesai........ mari Tuan Putri kami antar Anda ke kamar untuk didandani".ucap salah satu dayang yang menjawab pertanyaanku tadi.
Ruang Aula Istana
Aku saat ini sudah berada di aula istana tempat* ayahanda mengumpulkan semua orang pejabat dan para menteri.
Acara ini adalah pengumuman Perjodohanku dengan Ketiga pangeran saat aku sudah besar.Aku terus berpikir di tempatku duduk
"acara apa ini "Ucapku dalam batin.
Saat aku sedang berpikir keras,salah satu penjaga pintu aula mengumumkan kedatangan ketiga kaisar dengan putra mahkota mereka masing-masing.
"Yang Mulia Kaisar Negeri Api,Yang Mulia Kaisar Negeri Air, Yang Mulia Kaisar Negeri Es bersama Putra Mahkota masing masing memasuki ruangan". begitu lah pengumuman penjaga di pintu aula.
Tap......Tap.......tap.......
Semua orang memandang ke arah suara langkah kaki itu terlihat disana berdiri ketiga Pangeran yang aku temui tadi bersama ayah mereka masing-masing.
"jadi mereka bertiga itu putra mahkota ihhh kesal kesal kesal beraninya mereka menghinaku tadi".ucapku kesal dalam batin aku tak menghiraukan mereka lagi.
Aku malah sekarang asyik memakan kudapan di meja tempatku duduk.
Mereka semua yang baru memasuki ruangan aula ini lalu menghadap kaisar dan Ratu lalu memberi hormat.
"Salam Yang Mulia Kaisar Negeri Langit dan Yang Mulia Ratu Negeri Langit semoga kalian diberikan umur panjang dan kebahagiaan". begitu lah ucap mereka sambil memberi hormat.Aku memandang ketiga pangeran itu dengan senis.
Lalu aku mengalihkan pandanganku lagi ke meja tempatku duduk sambil memilih milih makanan.
"Hah jadi dia itu Putri Mahkota Negeri Langit ****** lah aku kalau dia sampai mengadukan ku ke ayahandanya kenapa tadi aku menghinanya seperti itu".ucap Ketiga pangeran dalam batin mereka masing-masing.
"Oh Yang Mulia Kaisar Negeri Langit perkenalkan ini Putra Mahkota saya nak perkenalkan dirimu". perintah kaisar Negeri Api pada putranya.
putranya itu hanya mengangguk lalu dia memperkenalkan dirinya.
"Salam Yang Mulia Kaisar perkenalkan nama saya Park Lee Seung Putra Mahkota Negeri Api".ucap putranya itu.
"Baik baik nak kau sangat tampan lanjutkan Yang Mulia Kaisar Negeri Air dan Es perkenalkan putra mahkota kalian masing masing". perintah kaisar.
"Baik ".ucap kedua kaisar yang lain setuju.Setelahnya mereka memerintahkan putra mahkota mereka masing-masing untuk memperkenalkan diri.
PENGUMUMAN PERJODOHANKU
"***Para hadirin yang terhormat terimakasih atas kehadiran anda pada acara ini saya hari ini mengumumkan Perjodohan Putri Mahkota Negeri Langit dengan Ketiga Putra Mahkota di masa mendatang mereka akan menikah saat usia Putri Mahkota menginjak 15 tahun**".ucap Kaisar dengan berwibawa dan tegas .
Lalu setelah mendengar pengumuman ini mereka semua yang hadir langsung memberi selamat pada keempat kaisar atas Perjodohan anak anak mereka.
"Hah apa aku aku akan menikahi mereka bertiga bagaimana mungkin aku memiliki tiga suami aku harus meminta penjelasan dari ayahanda saat acara ini sudah selesai".ucapku dalam batin*.
Setelah acara ini selesai aku lalu menghampiri ayahanda yang sedang duduk di kursi singgasananya untuk meminta penjelasan darinya.
"Salam Ayahanda".sambil aku membungkuk memberi hormat.
"Salammu aku terima berdirilah putriku".ucap kaisar.
"Terimakasih Ayahanda".kataku sambil berdiri seperti biasa.
"Putriku ada apa kenapa kau belum kembali ke kediamanmu apa kau perlu membicarakan sesuatu padaku".tanya Kaisar.
"i....iya ayahanda aku perlu membicarakan sesuatu se..se... sebenarnya kenapa aku harus menikahi para pangeran yang tadi".kataku agak terbata bata karena merasa takut.
"ohh jadi putriku ini kemari untuk meminta penjelasan dariku".ucap kaisar masih dengan sikap tenang sambil memandang ke arah ku .
Aku hanya menunduk karena takut bagaimana pun pula saat ini aku masih berusia 8 tahun aku ini masih gadis kecil jadi wajar saja jika aku bertanya seperti itu aku masih ketakutan.
"Emm benar Ayahanda".kataku sambil mengangguk.
"Baik karena putriku ingin tahu yang sebenarnya maka ayahandamu ini akan menjelaskan semuanya sebenarnya. putriku aku ini menjodohkanmu dengan ketiga pangeran itu karena dulu kaisar dari keempat Negeri yaitu Negeri Langit, Negeri Api, Negeri Air,dan Negeri Es pernah mengikat sebuah janji,janji itu yaitu akan menikahkan anak anak mereka dan keturunan mereka (maksudnya Putra Mahkota "dan Putri Mahkota") janji itu sudah dilaksanakan secara turun temurun sampai kita saat ini. Tapi yang berbeda dan istimewa pada generasi ini yaitu kamu. Di Negeri Langit ini lahir seorang putri bukan Putra sejak turun temurun di Negeri Langit yang lahir adalah seorang putra dan ketiga negeri yang lain adalah seorang Putri.tapi berbeda pada generasi ini yaitu generasi ke-9 ini dinegeri Langit lahir seorang Putri dan di ketiga Negeri lahir putra.Tapi walaupun terdapat perbedaan dan keistimewaan ini kita harus tetap melaksanakan janji yang dibuat oleh kaisar kaisar terdahulu nah putriku apa kau sudah paham".ucap kaisar bertanya padaku.
"Iya ayahanda sekarang aku paham tapi aku ingin bertanya satu hal lagi".kataku.
"Apa putriku katakan saja Ayahandamu ini pasti akan menjawabnya".ucap kaisar.
"Ayahanda jika Pernikahan pada generasi ini tak terjadi sesuai dengan janji yang dibuat para kaisar terdahulu apa konsekuensinya pada semua orang". tanyaku masih penasaran.
"Jika itu yang terjadi maka Putri Mahkota atau putra Mahkota negeri yang menolak untuk menikah akan mendapatkan sebuah kutukan karena melanggar janji .kutukan itu akan terus terjadi secara turun temurun bahkan Kerajaannya bisa rutuh dalam sekejap mata itulah yang ayahandamu tahu setelah membaca catatan dari kaisar Langit yang berjanji".ucap kaisar.
"Ayahanda jadi saat aku sudah besar aku harus menikahi mereka bertiga jika tidak itu konsekuensinya hub mengerikan sekali".kataku lalu aku segera memberi salam dan kembali ke Kediamanku untuk beristifahat saat ini aku cukup tegang dan takut setelah mendengar semua penjelasan dari Ayahanda*.
Back to the present
"Nona begitu lah ceritanya apa nona sekarang masih ingin melanjutkan rencana anda". tanya Nana.
"Emm kalau ceritanya seperti itu aku jadi takut deh akan terkena kutukan jadi aku tak akan melanjutkannya". kesimpulanku.
"Huh syukurlah nona sudah berubah pikiran".ucap Nana lega.
"Nana apa kau merasa ada hal yang aneh tentang perjanjian keempat kaisar terdahulu itu untuk menikahkan keturunannya mereka". tanyaku setelah mendengar cerita itu dari Nana memang aku masih belum tahu maksud dan tujuan dari keempat kaisar menikahkan keturunannya dan membuat janji seperti itu pasti ada sesuatu yang disembunyikan dari mereka pikirku.
"Tidak nona menurutku itu adalah hal yang bagus karena keempat kaisar terdahulu adalah sahabat sejati sejak mereka masih kecil".jelas Nana.
"Jadi mereka sahabat sejati pantas saja...... Nana ayo temani aku berjalan jalan dulu aku ingin refreshing".kataku.
"Sahabat sejati apa maksud dari semua ini pasti ada sebuah misteri yang tersembunyi aku akan menyelidikinya setelah Pernikahan ini".ucapku dalam batin.
"Hah refreshing.....itu apa nona".tanya Nana tak mengerti apa yang aku bicarakan.
"ahhh itu. refreshing itu semacam menyegarkan pikiran ahh sudahlah ayo".ajakku.